PWMJATENG.COM, SEMARANG – Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Drs. H. Wahyudi, M.Pd., menegaskan bahwa Idulfitri 1447 H harus menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperluas kepedulian dari ibadah personal menuju aksi kemanusiaan global. Pesan itu disampaikannya saat menyampaikan khotbah salat Idulfitri di Masjid At-Taqwa Ngaliyan, Wates, Jumat (20/3).
Di hadapan ratusan jemaah, Wahyudi menyoroti pentingnya kepekaan umat Islam terhadap krisis dunia yang berakar pada ketidakadilan politik. Ia menilai perdamaian dunia tidak akan terwujud tanpa keberanian untuk menolak standar ganda dalam politik internasional.
“Umat Islam harus aktif menyuarakan keadilan dan menolak standar ganda politik internasional yang sering mengabaikan hak asasi manusia demi mewujudkan perdamaian dunia yang sejati,” tegas Wahyudi.
Selain menyinggung isu kemanusiaan global, akademisi UIN Walisongo itu juga menekankan pentingnya penguatan tradisi keilmuan dan kemandirian ekonomi umat. Menurutnya, kemajuan peradaban sangat ditentukan oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan kemampuan membangun fondasi ekonomi yang kuat.
“Kejayaan peradaban Islam selalu bermula dari kekuatan literasi dan kemandirian ekonomi yang kokoh. Oleh karena itu, kita harus menjadi ‘Umat Iqra’ yang fokus pada penguasaan riset,” ujarnya.
Melalui pesan Idulfitri tersebut, Muhammadiyah menegaskan pentingnya transformasi karakter umat yang tidak hanya berdampak pada kehidupan pribadi, tetapi juga pada tanggung jawab sosial dan kemanusiaan global. Semangat kepedulian sosial, penguatan literasi, dan kemandirian intelektual diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari warga.
Editor: Al-Afasy
The post PWM Jateng Serukan Keadilan Global dan Kebangkitan Riset pada Idulfitri 1447 H appeared first on Muhammadiyah Jateng.




