WARTAPTM.ID, YOGYAKARTA — Upaya peningkatan kompetensi guru di era digital terus diperkuat. Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar pelatihan pembuatan buku dan bahan ajar berbasis kecerdasan buatan bagi guru SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta, Jumat (24/4).
Sebanyak 25 guru dari berbagai bidang studi terlibat dalam kegiatan ini. Pelatihan yang berlangsung intensif tersebut menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat yang menekankan penguatan kapasitas guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran mutakhir.
Kegiatan ini menghadirkan dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Naufal Ahmad Rijalul Alam, sebagai narasumber utama sekaligus ketua tim pelaksana. Dalam paparannya, ia menyoroti dua aspek penting dalam integrasi teknologi di dunia pendidikan.

Pada sesi pertama, Naufal mengangkat isu krusial terkait pemanfaatan AI dalam pembelajaran. Ia menegaskan bahwa kehadiran teknologi tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi profesi guru.
“Teknologi, termasuk AI, tidak menggantikan peran guru. Justru dapat memperkuat kompetensi profesional jika digunakan secara tepat dan bijak,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa guru tetap menjadi aktor utama dalam proses pembelajaran, sementara teknologi berfungsi sebagai alat bantu untuk meningkatkan efektivitas dan kreativitas pengajaran.
Tidak hanya teori, pelatihan ini juga dilengkapi dengan sesi praktik menggunakan platform berbasis AI, yakni NotebookLM Pro. Para peserta diajak menyusun bahan ajar secara langsung, mulai dari perencanaan hingga pengembangan konten yang lebih interaktif dan terstruktur.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif selama sesi berlangsung. Guru dari berbagai mata pelajaran—seperti Tarikh, Biologi, Bahasa Indonesia, Matematika, hingga Bahasa Jawa—ikut mencoba langsung penerapan teknologi tersebut dalam konteks pembelajaran masing-masing.
Pihak sekolah menyambut baik pelatihan ini sebagai langkah strategis menghadapi tantangan pendidikan di era digital.
Humas sekolah, Alusia Dewi Puryanti, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi para guru.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi guru-guru kami dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Kami berharap kemampuan yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Sekolah, Darmansyah, yang menilai integrasi AI sebagai kebutuhan yang tidak bisa dihindari.
“Integrasi teknologi AI dalam penyusunan bahan ajar menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Kami sangat berterima kasih kepada LPM UMY atas kolaborasi ini,” ungkapnya.
Bagi penyelenggara, pelatihan ini merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di tingkat sekolah.
“Kami berharap pelatihan ini membuka wawasan baru bagi guru dalam memanfaatkan teknologi AI secara bijak dan kreatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” tutur Naufal.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru mampu menghadirkan bahan ajar yang lebih inovatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
The post LPM UMY Dorong Guru Adaptif, Pelatihan AI Perkuat Inovasi Bahan Ajar di Sekolah appeared first on Warta PTM.




