PWMJATENG.COM, SURAKARTA – SDGs Center Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Pekalongan, Selasa (28 April 2026).
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka penjajakan dan konsultasi penyusunan Rencana Aksi Daerah atau RAD terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Kegiatan berlangsung di Ruang Sidang BPH, Gedung Induk Siti Walidah UMS.
Bapperida Pekalongan Konsultasi ke SDGs Center UMS
Perwakilan Bapperida Kabupaten Pekalongan, Rokhmawan, menyampaikan bahwa penyusunan RAD terkait SDGs membutuhkan konsultasi dengan SDGs Center yang berada di perguruan tinggi.
Ia menjelaskan, Bapperida Kabupaten Pekalongan sebelumnya telah melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak. Di antaranya Perhutani, Telkom, PLN, BPJS Ketenagakerjaan, dan BPJS Kesehatan.
Selain itu, Bapperida Kabupaten Pekalongan juga telah berkunjung ke beberapa kampus di wilayah Pekalongan. Namun, kampus-kampus tersebut belum memiliki SDGs Center.
“Kami sudah berkunjung ke beberapa kampus di Pekalongan, namun memang masih belum ada SDGs Center,” ujarnya.
Rokhmawan mengatakan, kunjungan ke SDGs Center UMS dilakukan atas saran dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Hal itu karena wilayah Pekalongan belum memiliki SDGs Center.
“Mohon nanti sarannya seperti apa dan arahan dari UMS seperti apa,” ujar Rokhmawan.
UMS Beri Gambaran Skema Penyusunan RAD
Koordinator SDGs Center UMS, Rama Rizana, S.T., M.Sc., menyambut baik kunjungan rombongan Bapperida Kabupaten Pekalongan. Dalam pertemuan tersebut, Rama didampingi perwakilan Pusat Studi Ekonomi Pembangunan.
Rama menyampaikan bahwa SDGs Center UMS masih terus bertumbuh dan mengembangkan perannya. Karena itu, pihaknya menyambut baik kedatangan pemerintah daerah untuk berdiskusi terkait SDGs dan penyusunan RAD.
“Secara umum kami masih bertumbuh dan masih terus belajar. Kami senang sekali menerima kedatangan dari pemerintah daerah, termasuk Bapperida Kabupaten Pekalongan,” kata Rama.
Menurut Rama, pembahasan SDGs atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan banyak mengadopsi metodologi pemeringkatan kampus dunia. Pendekatan tersebut kemudian digunakan untuk melihat kontribusi kampus terhadap capaian indikator pembangunan berkelanjutan.
Bahas Indikator SDGs dan Anggaran
Dalam kunjungan tersebut, tim dari UMS memberikan gambaran mengenai skema dan metrik penyusunan program yang mengacu pada 17 indikator SDGs.
Pembahasan juga mencakup bagaimana kegiatan dan anggaran dapat dikaitkan dengan masing-masing tujuan SDGs serta turunannya.
“Dalam pembuatan anggaran, masing-masing SDGs dan turunannya perlu dilihat. Indikatornya apa, lalu kegiatan apa saja yang mendukung ketercapaiannya,” jelas Rama.
Ia menyebut, diskusi tersebut masih berada pada tahap awal untuk memetakan proses penyusunan RAD. Dari proses tersebut, diharapkan Bapperida Kabupaten Pekalongan memperoleh gambaran mengenai langkah-langkah yang perlu disusun.
Berpeluang Berlanjut ke Kerja Sama
Rama menambahkan, kunjungan ini berpeluang berlanjut ke perjanjian kerja sama antara UMS dan Bapperida Kabupaten Pekalongan.
Kemungkinan tersebut akan dibahas lebih lanjut setelah rombongan Bapperida menyampaikan hasil kunjungan kepada pimpinan mereka.
Melalui konsultasi ini, SDGs Center UMS berharap dapat berkontribusi dalam mendukung pemerintah daerah menyusun RAD yang terarah, terukur, dan selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.
Kontributor: Maysali
Editor: Al-Afasy
The post SDGs Center UMS Jadi Mitra Konsultasi Bapperida Pekalongan dalam Penyusunan RAD appeared first on Muhammadiyah Jateng.




