PWMJATENG.COM, YOGYAKARTA – Bendahara Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Rita Pranawati, menyoroti pentingnya penguatan perlindungan anak di tengah pesatnya transformasi digital.
Menurutnya, kebijakan PP TUNAS atau Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak menjadi langkah penting untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak.
Rita menyampaikan hal tersebut dalam siaran Podcast Muhammadiyah Channel yang tayang pada Senin (27 April 2026).
PP TUNAS Perlindungan Anak Dinilai Penting
Rita Pranawati yang juga Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar, menjelaskan bahwa PP TUNAS bukan hanya kebutuhan di Indonesia.
Menurutnya, kebijakan serupa juga telah diterapkan di sejumlah negara sebagai respons terhadap meningkatnya risiko anak di ruang digital.
Ia menilai, salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini adalah lompatan dari era agraris menuju era digital tanpa diiringi literasi yang memadai.
“Anak-anak kita masuk ke dunia digital tanpa proses literasi yang cukup. Ini yang kemudian menimbulkan banyak masalah,” ujarnya.
Anak Rentan Terpapar Risiko Digital
Rita memaparkan bahwa sekitar 48 persen pengguna media sosial dan gawai adalah anak-anak. Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena rata-rata waktu penggunaan layar atau screen time anak saat ini disebut telah melebihi tujuh jam per hari.
Menurutnya, penggunaan gawai yang tidak terkontrol dapat berdampak pada berbagai aspek kehidupan anak. Dampaknya tidak hanya menyentuh kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental.
“Dampak dari penggunaan gawai yang tidak terkontrol tidak hanya berimbas pada aspek fisik, namun juga dapat menyentuh kesehatan mental sehingga meningkatkan risiko kekerasan, termasuk kekerasan seksual berbasis online. Tentu di sini anak-anak adalah kelompok yang paling rentan terkena dampaknya,” ucap Rita.
Karena itu, ia menegaskan bahwa perlindungan anak di ruang digital harus melibatkan banyak pihak. Regulasi pemerintah perlu berjalan bersama penguatan peran keluarga dan masyarakat.
Orang Tua Perlu Atur Screen Time
Rita menegaskan, keberhasilan implementasi PP TUNAS sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat, terutama orang tua. Keluarga memiliki peran penting dalam pengasuhan dan literasi digital anak.
Ia menyebut beberapa pengaturan dasar yang perlu diterapkan di rumah. Di antaranya screen time atau batas waktu penggunaan layar, screen zone atau zona penggunaan gawai, serta screen break atau jeda dari penggunaan layar.
Menurutnya, pengaturan tersebut menjadi hal mendasar dalam pengasuhan keluarga di era digital.
Tanpa pendampingan dan aturan yang jelas, anak berpotensi terpapar risiko yang dapat merusak ekosistem tumbuh kembangnya.
PP TUNAS Tidak Menghalangi Digitalisasi Pendidikan
Rita juga menjelaskan bahwa PP TUNAS dan digitalisasi pendidikan memiliki tujuan yang berbeda. PP TUNAS berfokus pada perlindungan anak di ruang digital.
Sementara itu, digitalisasi pendidikan bertujuan memperkuat pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.
“Digitalisasi pendidikan justru memberikan ruang bagi anak untuk belajar secara interaktif, menjelajah berbagai sumber pengetahuan, dan menyesuaikan dengan berkembangnya zaman,” jelas Rita.
Karena itu, ia menilai keduanya tidak perlu dipertentangkan. Perlindungan anak dan pemanfaatan teknologi pendidikan harus berjalan seiring.
Penyelenggara Sistem Elektronik Harus Bertanggung Jawab
Selain peran orang tua, Rita menekankan pentingnya tanggung jawab penyelenggara sistem elektronik. Menurutnya, ekosistem digital harus dibangun agar sejalan dengan kehidupan yang ramah anak.
Penyelenggara platform digital perlu memiliki tanggung jawab sosial. Mereka harus memastikan ruang digital aman, tidak merugikan anak, dan mendukung pemenuhan hak anak.
“Regulasi yang ada di PP TUNAS, termasuk pengelompokan risiko rendah, sedang, dan tinggi, harus terus didukung demi menjaga masa depan anak, sekaligus memenuhi prinsip hak anak dalam ekosistem digital,” pungkasnya.
Melalui penguatan regulasi, literasi digital, dan peran orang tua, ‘Aisyiyah berharap anak-anak dapat tumbuh di ruang digital yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan mereka.
Editor: Al-Afasy
The post ‘Aisyiyah Ingatkan Risiko Dunia Digital bagi Anak, Dorong Peran Orang Tua dan Regulasi appeared first on Muhammadiyah Jateng.




