• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Rabu, April 29, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    PP ‘Aisyiyah Respons Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta

    ‘Aisyiyah Ingatkan Risiko Dunia Digital bagi Anak, Dorong Peran Orang Tua dan Regulasi

    Dari Rendang Qurban untuk Stunting: Pelajaran Berharga dari Talkshow Lazismu Brebes

    SDGs Center UMS Jadi Mitra Konsultasi Bapperida Pekalongan dalam Penyusunan RAD

    TK Surya Ceria ‘Aisyiyah Karanganyar Gelar Peringatan Hari Kartini

    Lanjutkan Estafet Digitalisasi Muhammadiyah, Tim SatuMu PWM Sumut Sosialisasi dan Implementasi di PDM Tanjung Bala

    Lanjutkan Estafet Digitalisasi Muhammadiyah, Tim SatuMu PWM Sumut Sosialisasi dan Implementasi di PDM Tanjung Bala

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      PP ‘Aisyiyah Respons Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta

      ‘Aisyiyah Ingatkan Risiko Dunia Digital bagi Anak, Dorong Peran Orang Tua dan Regulasi

      Dari Rendang Qurban untuk Stunting: Pelajaran Berharga dari Talkshow Lazismu Brebes

      SDGs Center UMS Jadi Mitra Konsultasi Bapperida Pekalongan dalam Penyusunan RAD

      TK Surya Ceria ‘Aisyiyah Karanganyar Gelar Peringatan Hari Kartini

      Lanjutkan Estafet Digitalisasi Muhammadiyah, Tim SatuMu PWM Sumut Sosialisasi dan Implementasi di PDM Tanjung Bala

      Lanjutkan Estafet Digitalisasi Muhammadiyah, Tim SatuMu PWM Sumut Sosialisasi dan Implementasi di PDM Tanjung Bala

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          PP ‘Aisyiyah Respons Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta

          ‘Aisyiyah Ingatkan Risiko Dunia Digital bagi Anak, Dorong Peran Orang Tua dan Regulasi

          Dari Rendang Qurban untuk Stunting: Pelajaran Berharga dari Talkshow Lazismu Brebes

          SDGs Center UMS Jadi Mitra Konsultasi Bapperida Pekalongan dalam Penyusunan RAD

          TK Surya Ceria ‘Aisyiyah Karanganyar Gelar Peringatan Hari Kartini

          Lanjutkan Estafet Digitalisasi Muhammadiyah, Tim SatuMu PWM Sumut Sosialisasi dan Implementasi di PDM Tanjung Bala

          Lanjutkan Estafet Digitalisasi Muhammadiyah, Tim SatuMu PWM Sumut Sosialisasi dan Implementasi di PDM Tanjung Bala

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            PP ‘Aisyiyah Respons Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta

            ‘Aisyiyah Ingatkan Risiko Dunia Digital bagi Anak, Dorong Peran Orang Tua dan Regulasi

            Dari Rendang Qurban untuk Stunting: Pelajaran Berharga dari Talkshow Lazismu Brebes

            SDGs Center UMS Jadi Mitra Konsultasi Bapperida Pekalongan dalam Penyusunan RAD

            TK Surya Ceria ‘Aisyiyah Karanganyar Gelar Peringatan Hari Kartini

            Lanjutkan Estafet Digitalisasi Muhammadiyah, Tim SatuMu PWM Sumut Sosialisasi dan Implementasi di PDM Tanjung Bala

            Lanjutkan Estafet Digitalisasi Muhammadiyah, Tim SatuMu PWM Sumut Sosialisasi dan Implementasi di PDM Tanjung Bala

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Refleksi Kebangsaan 80 Tahun Indonesia Merdeka

              admin by admin
              19/08/2025
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              Refleksi Kebangsaan 80 Tahun Indonesia Merdeka

              Oleh Haedar Nashir – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah

               

              WartaTerkait

              PP ‘Aisyiyah Respons Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta

              ‘Aisyiyah Ingatkan Risiko Dunia Digital bagi Anak, Dorong Peran Orang Tua dan Regulasi

              Dari Rendang Qurban untuk Stunting: Pelajaran Berharga dari Talkshow Lazismu Brebes

              SDGs Center UMS Jadi Mitra Konsultasi Bapperida Pekalongan dalam Penyusunan RAD

              Hari ini genap 80 tahun Indonesia merdeka. Soekarno-Hatta mewakili bangsa Indonesia membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 dengan sepenuh jiwa-raga.  Bagi kita yang merayakan kemerdekaan saat ini, momentum Indonesia merdeka itu seolah biasa. Sekadar memutar kilas perjalanan waktu delapan dasawarsa. Sebagian mungkin ada yang   semata bergembira tanpa makna.

              Alhamdulillah dalam perjalanan 80 tahun Indonesia Merdeka, terdapat banyak kemajuan di berbagai bidang kehidupan. Pendidikan, Kesehatan, Sosial, Politik, Ekonomi, kehidupan Beragama, dan dimensi kehidupan lainnya memberi banyak harapan bagi masa depan Indonesia. Bersamaan dengan itu, masih banyak elite dan tokoh bangsa yang memiliki komitmen dan pengkhidmatan yang baik untuk membawa Indonesia pada pencapaian cita-cita kemerdekaan. Generasi muda, generasi milenial, dan generasi Z yang menjadi harapan bangsa bertumbuh-kembang menjadi sumberdaya insani yang akan membawa estafet perjuangan Indonesia di era baru kehidupan postmodern abad ke-20 yang sarat kompleksitas di seluruh ranah semesta. Semuanya tentu menghayati betul akan makna luhur kemerdekaan Indonesia sebagai mandat utama dalam menuju cita-cita Indonesia yang digariskan para pendiri negara.

              Patut diapresiasi political will Presiden Prabowo Subianto yang melakukan langkah dan kebijakan berani untuk menata pemerintahan agar tercipta good governance, tidak boros, tidak korup, fokus pada pengembangan sumberdaya manusia yang berkualitas, mendorong secara politik para pengusaha besar agar peduli bangsa, memihak sepenuhnya rakyat kecil, menegakkan kedaulatan bangsa, serta terobosan kebijakan lainnya berbasis Asta Cita. Kehendak politik dan langkah kebijakan Presiden itu diharapkan membawa angin segar untuk mewujudkan Indonesia bersatu, berdaulat, sejahtera, dan yang terpenting diikuti sepenuhnya oleh seluruh Kementerian  dan institusi pemerintahan terkait, hingga ke daerah, agar satu irama memberi jalan dan harapan baru bagi masa depan Indonesia yang lebih berkemajuan setelah 80 tahun merdeka.

              Namun terdapat panorama lain, ketika hari ini kita merayakan Indonesia Merdeka, Sebagian anak bangsa tidak menghayatinya sepenuh jiwa-raga  seakan momentum kemerdekaan itu  berlalu begitu saja tanpa makna dan sukma. Di samping banyak kemajuan dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia, bahkan realitas menunjukkan bahwa  terdapat panorama buram dalam berbangsa dan bernegara, yakni terjadinya penyalahgunaan yang menjadi masalah dan tantangan bagi masa depan Indonesia.

              Ketika terjadi berbagai penyalahgunaan dalam praktik berbangsa  bernegara, justru 80 tahun Indonesia merdeka jelas paradoks luar biasa. Alih-alih bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang memberi berkah kemerdekaan serta menghargai perjuangan luhur seluruh rakyat Indonesia dalam mewujudkan Indonesia merdeka. Justru terjadi salah kaprah dan ajimumpung  dalam mengurus bangsa dan negara, yang menyebabkan Indonesia menderita.

              Derita Indonesia sering terjadi karena hasrat-hasrat berlebih orang-orang tak bertanggungjawab dalam bernegara. Mereka sekadar ingin menikmati buah kemerdekaan tanpa rasa tanggungjawab untuk mengabdi sepenuh hati bagi kemajuan Ibu Pertiwi.  Indonesia seolah milik dirinya, sehingga boleh berbuat apa saja demi meraih keuntungan yang tiada tara.

              Korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, oligarki politik dan ekonomi, pengurasan sumberdaya alam, pemberian konsesi kepada pihak asing yang merugikan kepentingan negara sendiri, menghamburkan uang negara, membiarkan kesenjangan sosial dan kemiskinan menjadi realitas nyata, dan membuat kebijakan-kebijakan yang merugikan dan menghimpit kepentingan rakyat, sejatinya merupakan bentuk ironi pahit kemerdekaan.

              Padahal di masa lalu betapa pedihnya perjuangan rakyat dan para pejuang negeri tercinta demi Indonesia merdeka. Ratusan tahun tanah Nusantara dijajah Portugis, Belanda, Inggris, dan Jepang dengan Negara Kincir Angin yang paling lama menjajah di bumi Pertiwi tercinta. Sungguh, sangat menderita rakyat Indonesia. Betapa tak terhitung pengorbanan harta, ragad fisik, pikiran, dan bahkan nyawa yang dialami rakyat Nusantara berabad-abad lamanya. Karena demikian rakus penjajah, sesudah Indonesia merdeka pun, mereka masih ingin menjajah kembali melalui dua kali agresi yang tak tahu diri.

              Eduard Douwes Dekker atau Multatuli dalam “Max Havelaar” melukiskan betapa masif keburukan akibat penjajahan di bumi Indonesia. Sistem tanam paksa serta korupsi  para pejabat pribumi dan Belanda menyebabkan kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan rakyat tak berkesudahan. Lebih mengenaskan, bangsa pribumi dicitrakan serba negatif, sementara sang penjajah seolah gagah perkasa. Di tengah ganasnya perlakuan penjajah, tidak sedikit di sejumlah daerah ada oknum raja-raja dan pejabat-pejabat pribumi oportunis yang memihak kolonial demi meraih keuntungan sesaat di tengah derita rakyatnya sendiri. Politik devide at impera  menjadi senjata kolonial paling ampuh dalam memecah-belah rakyat Indonesia, yang menyebabkan Indonesia lemah dan cita-cita kemerdekaan makin jauh dari harapan.

              Refleksi Diri

              Indonesia merdeka sungguh melalui proses perjuangan panjang sarat pengorbanan dari seluruh elite dan rakyat Nusantara tercinta. Berbagai kerajaan dan golongan rakyat di masa lampau hadir melakukan perlawanan besar-besaran terhadap penjajah. Pada awal abad ke-20 perjuangan kemerdekaan memasuki fase baru dengan sistem organisasi modern. Di era  baru itu lahir gerakan kebangkitan nasional ditandai berdirinya Sarikat Dagang Islam, Boedi Oetomo, Sarikat Islam, Muhammadiyah, Taman Siswa, Al Irsyad, Aisyiyah, Perkumpulan Wanita Katolik-Kristen, Persatuan Islam, Nahdhatul Ulama, dan organisasi-organisasi lainnya untuk satu cita-cita bersama Indonesia merdeka. Sumpah Pemuda dan Kongres Wanita tahun 1928 memperkuat tonggak bersejarah untuk Indonesia merdeka yang sarat makna itu.

              Karenanya kini siapapun dan dari golongan manapun yang diberi mandat rakyat untuk menyelenggarakan Pemerintahan Republik Indonesia hendaknya menyadari betul pahit-getir dan matarantai sejarah perjuangan rakyat Indonesia yang telah melahirkan Indonesia merdeka tahun 1945 yang bersejarah itu. Para elite yang berada di pemerintahan di jajaran eksekutif, legislatif, yudikatif, TNI, Polri, dan lembaga-lembaga pemerintahan lainnya maupun mereka yang berada di partai politik dan organisasi-organisasi kebangsaan mesti bergerak bersama. Semua mesti mengikuti teladan para pejuang dan pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bagaimana melanjutkan jejak emas para pahlwan bangsa yang berkorban  tanpa berharap balas jasa demi Indonesia merdeka.

              Seluruh elite dan anak bangsa di manapun berada, marilah berkhidmat sepenuh jiwa-raga untuk membangun Indonesia merdeka menuju negeri yang betul-betul merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur sebagaimana amanat para pendiri negara. Mari wujudkan Indonesia yang “Bersatu berdaulat, rakyat sejahtera, dan Indonesia maju” sebagaimana tema hari ulang tahun kemerdekaan ke-80 tahun ini. “Bangunlah jiwanya, Bangunlah  badannya”, demikian penggalan bait lagu Indonesia Raya yang selalu kita nyanyikan bersama. Sehingga Indonesia merdeka betul-betul nyata dan membawa Indonesia jaya.

              Khusus bagi para petinggi negeri di seluruh struktur pemerintahan, jadikan Indonesia merdeka sebagai mandat untuk  mengabdi sepenuh hati dalam menjalankan perintah Konstitusi. Lindungi  segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan sepenuh tanggungjawab untuk memberi dan bukan meminta. Majukan kesejahteraan umum terutama bagi rakyat kecil yang sering nasibnya tersisih. Cerdaskan kehidupan bangsa agar Indonesia maju di kancah global. Ikut aktif melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sehingga Indonesia disegani dunia.

              Jadikan perintah konstitusi itu sebagai patokan utama dalam menjalankan roda pemerintahan dari urusan besar hingga kecil. Bawa raykat Indonesia ke kehidupan yang lebih baik. Tegakkan hukum menuju tercapainya keadilan substansial agar benar-benar dirasakan oleh rasa keadilan masyarakat luas sebagaimana pandangan Ketua Mahkamah Agung Prof Dr Sunarto, bukan sekadar hukum verbal dan administratif, yang sering membuka peluang diskriminatif dan politisasi hukum. Jangan bebani bangsa ini dengan pajak ala kapitalisme dan  kebijakan yang memberatkan rakyat, yang tidak sejalan dengan jiwa Pancasila dan cita-cita luhur pendiri Indonesia.

              Tegakkan kedaulatan Indonesia dengan dasar konstitusi  dan spirit perjuangan rakyat yang berdarah-darah dalam melawan penjajah.  Jagalah marwah negara dan bangsa dari segala bentuk transasksi di ranah domestik maupun pihak asing yang merugikan bangsa sendiri. “Jadikanlah bangsa Indonesia ini kuat, agar tidak diinjak-injak bangsa lain.”, demikian pesan Pak Prabowo Subianto dalam buku biografinya. Para pengusaha besar yang sudah menikmati buah kemerdekaan dengan segala keberlebihan, dipesankan Presiden untuk berkorban membantu negara dan bangsa. Jangan sekali-kali mengisap darah rakyat, mencari keuntungan di atas penderitaan rakyat, menjadi vampir ekonomi, dan serakah, tegas beliau dalam pidataonya ketika meresmikan  Koperasi Merah-Putih di Klaten baru-baru ini (Senin, 21/7/2025).

              Bagi seluruh elite yang memiliki akses kekuasan politik, tunaikan mandat konstitusi dengan penuh bakti demi ibu pertiwi.   Jauhi sikap angkuh dengan kekuasaan politik di tangan. Mandat rakyat itu hanyalah titipan, bukan kekuasan untuk dimiliki. Jauhi sikap “adigang adigung adiguna” yang membuat saling mengegasikan di tubuh anak bangsa. Junjungtinggi persatuan Indonesia  disertai kemauan politik untuk saling berbagi dan  bukan untuk menguasai dan mendominasi. Tiada persatuan sejati tanpa saling empati, simpati, peduli, dan berbagi. Bersatu untuk saling memberi, bukan saling menghegemoni.

              Demokrasi mesti dijalankan dengan hikmah dan musyawarah, bukan dengan asas siapa kuat siapa menang dan berhak paling menentukan. Hak Asasi Manusia (HAM) ditegakkan dengan prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa serta Kemanusiaan yang adil dan beradab yang hidup di bumi Indonesia, bukan kopi paste pihak asing hatta atasnama HAM universal. Merajut persatuan dengan spirit kebhinekaan yang menyatukan kolektivitas keindonesiaan. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia niscaya menjadi komitmen dan pengkhidmatan bersama seluruh kekuatan negara dan bangsa. Kekuatan-kekuatan masyarakat agar menjauhi sikap ingin menang sendiri dalam segala perkara negeri, hindari anarki, tunjukkan sikap tengahan yang sejati,  kedepankan toleransi, dan jangan menjadi benalu di tanah ibu pertiwi.

              Seluruh elite dan warga negeri mesti menjunjungtinggi kepentingan negeri di atas kepentingan sendiri, kroni, dan dinasti. Buktikan  Indonesia itu milik bersama dengan asas Gotong Royong berjiwa welas asih yang hakiki, tanpa sikap diskriminasi dan hasrat berkuasa sendiri. Ingatlah  pesan luhur Ir Soekarno ketika berpidato 1 Juni 1945, bahwa “Negara Indonesia bukan satu negara untuk satu orang, bukan satu negara untuk satu golongan, walaupun golongan kaya. Tetapi kita mendirikan negara semua buat semua, satu buat semua, semua buat satu”. Itulah Satu Indonesia milik bersama. Indonesia yang benar-benar merdeka, bersatu, berdaulat,  adil, dan makmur. Indonesia Raya yang bermartabat utama dan berkemajuan! (muhammadiyah.or.id)

              The post Refleksi Kebangsaan 80 Tahun Indonesia Merdeka appeared first on Infomu.

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              KPK Selidiki Kasus Jemaah Haji Furoda Menjadi Khusus, dan Khusus Jadi Reguler

              Next Post

              10 Mahasiswa UMSU Ikuti Student Mobility ke INTI International University Malaysia

              admin

              admin

              InfoLain

              BeritaMu

              PP ‘Aisyiyah Respons Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta

              29/04/2026
              BeritaMu

              ‘Aisyiyah Ingatkan Risiko Dunia Digital bagi Anak, Dorong Peran Orang Tua dan Regulasi

              29/04/2026
              BeritaMu

              Dari Rendang Qurban untuk Stunting: Pelajaran Berharga dari Talkshow Lazismu Brebes

              29/04/2026
              Next Post

              10 Mahasiswa UMSU Ikuti Student Mobility ke INTI International University Malaysia

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                LPM UMY Dorong Guru Adaptif, Pelatihan AI Perkuat Inovasi Bahan Ajar di Sekolah

                29/04/2026

                IMM FAI UMY Luncurkan Majalah “Bahlil”, Angkat Isu Perempuan Lewat Studium Generale

                29/04/2026

                Enam Mahasiswa UM Indonesia Antar LavAni Juara Proliga 2026, Boy Arnez Sabet MVP

                29/04/2026

                Unmuha Ambil Peran di HKBN 2026, Edukasi Masyarakat tentang Kesiapsiagaan Bencana

                29/04/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (27,921)
                • Hukum Islam (1,416)
                • Kabar PTMA (3,584)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                LPM UMY Dorong Guru Adaptif, Pelatihan AI Perkuat Inovasi Bahan Ajar di Sekolah

                29/04/2026

                IMM FAI UMY Luncurkan Majalah “Bahlil”, Angkat Isu Perempuan Lewat Studium Generale

                29/04/2026

                Enam Mahasiswa UM Indonesia Antar LavAni Juara Proliga 2026, Boy Arnez Sabet MVP

                29/04/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In