• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Rabu, April 29, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    PP ‘Aisyiyah Respons Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta

    ‘Aisyiyah Ingatkan Risiko Dunia Digital bagi Anak, Dorong Peran Orang Tua dan Regulasi

    Dari Rendang Qurban untuk Stunting: Pelajaran Berharga dari Talkshow Lazismu Brebes

    SDGs Center UMS Jadi Mitra Konsultasi Bapperida Pekalongan dalam Penyusunan RAD

    TK Surya Ceria ‘Aisyiyah Karanganyar Gelar Peringatan Hari Kartini

    Lanjutkan Estafet Digitalisasi Muhammadiyah, Tim SatuMu PWM Sumut Sosialisasi dan Implementasi di PDM Tanjung Bala

    Lanjutkan Estafet Digitalisasi Muhammadiyah, Tim SatuMu PWM Sumut Sosialisasi dan Implementasi di PDM Tanjung Bala

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      PP ‘Aisyiyah Respons Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta

      ‘Aisyiyah Ingatkan Risiko Dunia Digital bagi Anak, Dorong Peran Orang Tua dan Regulasi

      Dari Rendang Qurban untuk Stunting: Pelajaran Berharga dari Talkshow Lazismu Brebes

      SDGs Center UMS Jadi Mitra Konsultasi Bapperida Pekalongan dalam Penyusunan RAD

      TK Surya Ceria ‘Aisyiyah Karanganyar Gelar Peringatan Hari Kartini

      Lanjutkan Estafet Digitalisasi Muhammadiyah, Tim SatuMu PWM Sumut Sosialisasi dan Implementasi di PDM Tanjung Bala

      Lanjutkan Estafet Digitalisasi Muhammadiyah, Tim SatuMu PWM Sumut Sosialisasi dan Implementasi di PDM Tanjung Bala

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          PP ‘Aisyiyah Respons Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta

          ‘Aisyiyah Ingatkan Risiko Dunia Digital bagi Anak, Dorong Peran Orang Tua dan Regulasi

          Dari Rendang Qurban untuk Stunting: Pelajaran Berharga dari Talkshow Lazismu Brebes

          SDGs Center UMS Jadi Mitra Konsultasi Bapperida Pekalongan dalam Penyusunan RAD

          TK Surya Ceria ‘Aisyiyah Karanganyar Gelar Peringatan Hari Kartini

          Lanjutkan Estafet Digitalisasi Muhammadiyah, Tim SatuMu PWM Sumut Sosialisasi dan Implementasi di PDM Tanjung Bala

          Lanjutkan Estafet Digitalisasi Muhammadiyah, Tim SatuMu PWM Sumut Sosialisasi dan Implementasi di PDM Tanjung Bala

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            PP ‘Aisyiyah Respons Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta

            ‘Aisyiyah Ingatkan Risiko Dunia Digital bagi Anak, Dorong Peran Orang Tua dan Regulasi

            Dari Rendang Qurban untuk Stunting: Pelajaran Berharga dari Talkshow Lazismu Brebes

            SDGs Center UMS Jadi Mitra Konsultasi Bapperida Pekalongan dalam Penyusunan RAD

            TK Surya Ceria ‘Aisyiyah Karanganyar Gelar Peringatan Hari Kartini

            Lanjutkan Estafet Digitalisasi Muhammadiyah, Tim SatuMu PWM Sumut Sosialisasi dan Implementasi di PDM Tanjung Bala

            Lanjutkan Estafet Digitalisasi Muhammadiyah, Tim SatuMu PWM Sumut Sosialisasi dan Implementasi di PDM Tanjung Bala

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Pelajar Pancasila sebagai Generasi Emas Indonesia

              by
              03/07/2023
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              muhammadiyah.or.id –

              Pelajar Pancasila sebagai Generasi Emas Indonesia

              WartaTerkait

              PP ‘Aisyiyah Respons Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta

              ‘Aisyiyah Ingatkan Risiko Dunia Digital bagi Anak, Dorong Peran Orang Tua dan Regulasi

              Dari Rendang Qurban untuk Stunting: Pelajaran Berharga dari Talkshow Lazismu Brebes

              SDGs Center UMS Jadi Mitra Konsultasi Bapperida Pekalongan dalam Penyusunan RAD

              Oleh: Agusliadi Massere

              Saya memutar video dari Channel Youtube “Voice Alauddin” yang menampilkan Dr. Mohd Sabri AR­­­­─Seorang Dosen UIN Alauddin Makassar, Pengurus BPIP RI, Penulis, dan tidak berlebihan jika saya menyebutnya Filsuf─selaku pembicara dalam sebuah forum yang dilaksanakan oleh BPIP RI, dengan tema Membuka Rahasia “Pancasila”: Dialektika dan Masa Depan Bangsa. Setelah memutarnya, saya menemukan satu tesis menarik tetapi menyentak kesadaran ini, “Generasi Milenial Mengalami Kekosongan Kognisi Pancasila”.

              Padahal, jika memahamani dan mengikuti cara pandang John Gardner yang dikutip oleh Yudi Latif (2012: 2), Pancasila bisa menjadi sesuatu yang memiliki dimensi-dimensi moral yang dipercayai sebagai penopang peradaban besar dan termasuk untuk mencapai kebesaran bagi suatu bangsa itu. Begitu pun pandangan Soekarno, Pancasila bisa dipandang sebagai “Konsepsi dan Cita Ideal” yang di mana jika ini menjadi kabur dan using, maka bangsa itu dalam bahaya (Soekarno dalam Yudi Latif, 2020: 25).

              Berangkat dari Pandangan Gardner dan Soekarno di atas, bisa dipahami betapa besar urgensi, signifikansi dan implikasi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Lalu, muncul realitas empirik seperti yang digambarkan oleh Sabri di atas, maka sudah pasti kita sebagai bagian dari bangsa dan negara Indonesia yang memiliki kepekaan dan kepedulian memandang, selain dilanda tsunami keprihatinan termasuk pula semangat juang ingin segera bangkit untuk mengambil peran meskipun sangat sederhana dalan ruang lingkup yang meskipun masih sangat terbatas.

              Pancasila pun, sebagaimana bisa dipahami dengan baik dari Yudi Latif, adalah sebagai philosofische grondslag dan weltanschauung, berfungsi sebagai meja statis di mana bangunan keindonesiaan dibangun di atasnya, dan sebagai leitstar dinamis, bintang penuntun. Pancasila pun sesungguhnya adalah “kode”—yang dalam tradisi semiotik, kode adalah sesuatu yang muncul karena narasi–narasi biasa tidak mampu mengungkapkan/menjelaskan realitas yang sebenarnya—yang menggambarkan genius nusantara. Ada banyak nilai dan kearifan yang terkandung di dalamnya.

              Saya bersyukur karena apa yang dikhawatirkan atas realitas empirik hari ini, sebagaimana yang diungkapkan oleh Sabri di atas, kini dalam kebijakan atau program Merdeka-Belajar Kemendikbudristek ada ruang untuk penguatan Pancasila khususnya bagi pelajar. Membaca grand design Profil Pelajar Pancasila dan Merdeka-Belajar, ternyata ada satu bagian yaitu “Upaya Penguatan Karakter”, dan di dalamnya inilah Profil Pelajar Pancasila itu diupayakan dan dikokohkan.

              Dalam Kurikulum-Merdeka yang diterapkan oleh sekolah-sekolah tertentu, ada yang dikenal dengan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Terkait proyek ini, saya selaku penulis, sudah dua kali di dua sekolah yang berbeda diundang sebagai narasumber atau pembicara. Dan pada kegiatan P5 ini, saya diamanahi untuk membahas fokus pada tema “Suara Demokrasi”.

              Yang menarik dari Profil Pelajar Pancasila sebagai bagian dari penguatan karakter pada kebijakan Merdeka-Belajar adalah adalah adanya enam elemen yang harus dicapai—ini pun dikenal sebagai enam karakteristik Pelajar Pancasila: Pertama, beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia; Kedua, berkebinekaan global; Ketiga, mandiri; Keempat, bergotong royong; Kelima, bernalar kritis; dan keenam, kreatif.

              Jika kita mengupas elemen dasar yang wajib dicapai dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini, baik dalam kerangka berpikir konteks Indonesia, maupun konteks kehidupan global adalah sesuati yang urgen dan signifikan untuk dimiliki khususnya bagi pelajar sebagai generasi muda yang memiliki posisi strategis. Implikasinya pun sangat besar dan strategis.

              Karakter pertama, beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, ini pun jika kita membaca sejarah perumusan Pancasila, para founding fathers tampak sangat menyadari betapa pentingnya fundamen moral, akhlak mulia, keimanan, dan ketakwaan. Hal ini tercermin dari, digesernya sila pertama, ketuhanan, yang sebelumnya berada pada posisi kelima, posisi pengunci menjadi sila pertama, posisi pembuka.

              Karakter kedua, berkebinekaan global, ini adalah nilai luhur utama bangsa, apatah lagi jika kita menyadari peta sosiologis bangsa dan termasuk pula ketika kita menyadari spirit kosmopolitanisme. Karakter ketiga, mandiri. ini senapas dengan trilogi Soekarno yang pada substansinya di dalamnya ada spirit dan nilai kemandirian.

              Karakter keempat, bergotong royong itu, sebagaimana penegasan Soekarno, andaikan Pancasila ingin diperas menjadi ekasila, maka itu adalah “Gotong-Royong”. Karakter kelima, berpikir kritis tak kalah pentingnya sebagai sesuatu yang harus dimiliki oleh anak negeri terutama pelajar. Berpikir kritis adalah jalan terbaik dan strategis dari kecenderungan berpikir naif dan magis. Berpikir kritis di dalamnya mengandung empati yang bukan hanya bersimpati terhadap keadaan memahami dan membenarkannya secara teoritik dan pengakuan verbal. Tetapi setelah itu dan beyond, melampaui dari itu adalah langkah nyata dan strategis yang dilakukan untuk keluar dari setiap permasalahan hidup.

              Berpikir kritis pun—jika memahami cara pandang Rhenald Kasali—akan  memantik kesadaran di tengah kehidupan era disrupsi, bahwa yang dibutuhkan bukan hanya motivasi, tetapi termasuk pula kemampuan membaca “where we are” dan “where we are going to”. Dan saya pun menambahkan bahwa bukan hanya kemampuan membaca tetapi termasuk pula kemampuan menjawab.

              Menjawab dan membaca di atas, maksudnya bukan hanya pada konteks geografis semata, tetapi secara historis filosofis, ideologis, teologis, dan sosiologis. Contoh sederhana, jika ada yang memaksakan bahwa Indonesia harus menjadi negara Islam, dan menggantikan Pancasila, maka sesungguhnya dia gagal membaca dan menjawab “wher we are”. Indonesia secara historis dan berdasarkan peta sosiologis dan ideologisnya adalah bangsa dan negara yang sangat majemuk dan bahkan ini adalah suatu keniscayaan dan takdir ilahi. Maka tepatlah Pancasila sebagai ideologi. Pancasila sebagai darul ahdi wa syahada.

              Karakter keenam, kreatif menjawab tantangan era disrupsi, syarat dan modal utamanya adalah kreatif atau kreativitas. Apalagi kreativitas yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologis sains adalah—jika mengikuti teori radias budaya Arnold Toynbee—keduanya ini adalah prasyarat agar Indonesia mampu memberikan pengaruh besar bagi peradaban yang lain. Jadi bukan dengan menjadi Indonesia sebagai negara Islam yang bisa membuat Indonesia memberikan pengaruh bagi peradaban lain.

              [Proyek Penguatan] Profil Pelajar Pancasila sebagai upaya penguatan karakter dalam kebijakan Merdeka-Belajar adalah sesuatu yang sangat urgen, signifikan dan strategis, sehingga idealnya hal ini diterapkan bukan hanya pada sekolah tertentu dan tingkatan tertentu, seharusnya hal ini diterapkan bagi semua jenjang pendidikan dan jenis pendidikan.

              Berdasarkan sependek pengetahuan saya, P5 ini sebagai bagian dari Kurikulum-Merdeka penerapannya masih terbatas pada sekolah tertentu. Khususnya di daerah penulis, Kabupaten Bantaeng, hanya diterapkan bagi Sekolah Menengah Atas, di Sekolah Menengah Kejuruan sepertinya belum diterapkan. Yang menerapkan pun, seperti belum maksimal untuk menggenjot pencapaian elemen atau 6 karakteristik Pelajar Pancasila tersebut.

              Harapan besar saya selaku penulis, P5 ini bisa diterapkan secara masif, ke semua jenjang pendidikan baik negeri maupun swasta, berbasis umum atau agama/pesantren. Dalam pandangan penulis, hanya dengan memaksimalkan P5 bisa menjadi solusi terbaik dan strategis untuk menjawab “Kekosongan Kognisi Pancasila” yang diungkapkan oleh Sabri di atas.

              Agusliadi Massere, Pegiat Literasi Keluarga, dan Pemerhati Pelajar

              –Read Moremuhammadiyah.or.id

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Ucapan Pernikahan

              Next Post

              Pemilu Bukan Lagi Pertarungan Ide

              InfoLain

              BeritaMu

              PP ‘Aisyiyah Respons Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta

              29/04/2026
              BeritaMu

              ‘Aisyiyah Ingatkan Risiko Dunia Digital bagi Anak, Dorong Peran Orang Tua dan Regulasi

              29/04/2026
              BeritaMu

              Dari Rendang Qurban untuk Stunting: Pelajaran Berharga dari Talkshow Lazismu Brebes

              29/04/2026
              Next Post

              Pemilu Bukan Lagi Pertarungan Ide

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                LPM UMY Dorong Guru Adaptif, Pelatihan AI Perkuat Inovasi Bahan Ajar di Sekolah

                29/04/2026

                IMM FAI UMY Luncurkan Majalah “Bahlil”, Angkat Isu Perempuan Lewat Studium Generale

                29/04/2026

                Enam Mahasiswa UM Indonesia Antar LavAni Juara Proliga 2026, Boy Arnez Sabet MVP

                29/04/2026

                Unmuha Ambil Peran di HKBN 2026, Edukasi Masyarakat tentang Kesiapsiagaan Bencana

                29/04/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (27,921)
                • Hukum Islam (1,416)
                • Kabar PTMA (3,584)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                LPM UMY Dorong Guru Adaptif, Pelatihan AI Perkuat Inovasi Bahan Ajar di Sekolah

                29/04/2026

                IMM FAI UMY Luncurkan Majalah “Bahlil”, Angkat Isu Perempuan Lewat Studium Generale

                29/04/2026

                Enam Mahasiswa UM Indonesia Antar LavAni Juara Proliga 2026, Boy Arnez Sabet MVP

                29/04/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In