WARTAPTM.ID, BANGKA BELITUNG – Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel) melepas 156 lulusan dalam Wisuda XVII yang digelar di Aula Unmuh Babel, Kamis (2/7/2026). Momentum ini tidak hanya menjadi penanda keberhasilan akademik, tetapi juga awal pengabdian para sarjana dalam menjawab tantangan zaman.
Sebanyak 131 lulusan berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), meliputi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Pendidikan Matematika, serta Pendidikan Bahasa Inggris. Sementara itu, 25 lulusan lainnya berasal dari Fakultas Teknik dan Sains (FTS), mencakup Program Studi Konservasi Sumber Daya Alam, Teknik Sipil, dan Ilmu Komputer.
Pada kesempatan tersebut, Muhammad Akbar dari Pendidikan Matematika meraih predikat wisudawan terbaik dengan IPK 3,97. Adapun wisudawan berprestasi FKIP diraih Meylisa Rahcmaniar (PGSD) dengan IPK 3,93, serta wisudawan berprestasi FTS diraih Rakha Piadika (Ilmu Komputer) dengan IPK 3,96. Kisah inspiratif juga datang dari Dina Mariska, mahasiswa disabilitas Ilmu Komputer yang berhasil menyelesaikan studi dengan IPK 3,63.
Rektor Unmuh Babel, Fadillah Sabri, dalam pidatonya menegaskan bahwa wisuda bukanlah garis akhir, melainkan titik awal pengabdian. Ia menekankan pentingnya peran lulusan sebagai sarjana muslim berkemajuan yang mengintegrasikan ilmu, akhlak, dan karya.
“Wisuda bukanlah garis akhir, melainkan garis awal pengabdian. Saudara tidak sekadar menerima ijazah, tetapi menerima amanah untuk mengabdikan ilmu, menjaga integritas, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Fadillah juga menyoroti pentingnya kualitas sumber daya manusia dalam menentukan masa depan daerah. Menurutnya, Bangka Belitung tidak hanya bergantung pada kekayaan alam, tetapi pada kemampuan generasi mudanya dalam mengelola potensi secara inovatif dan berkelanjutan.
“Masa depan Bangka Belitung ada di tangan SDM unggul. Lulusan harus mampu menciptakan peluang, memimpin perubahan, dan mengubah tantangan menjadi inovasi,” ujarnya.
Ia pun berpesan agar para lulusan melangkah dengan tauhid yang kuat, tumbuh dengan ilmu yang unggul, serta bekerja dengan amal yang produktif demi meninggalkan jejak kemanfaatan bagi umat dan bangsa.
Wisuda XVII ini turut dihadiri Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Dalam pidato ilmiahnya, ia mengingatkan bahwa keberhasilan meraih gelar sarjana merupakan nikmat yang patut disyukuri dan sekaligus amanah untuk memberi manfaat.
“Keberhasilan ini adalah nikmat Allah SWT yang harus disyukuri. Karena itu, jadilah sarjana yang mampu memberikan manfaat bagi sesama,” ungkapnya.
Mengutip hadis Rasulullah SAW, “Khairunnas anfa’uhum linnas,” Abdul Mu’ti menegaskan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Ia juga menekankan pentingnya semangat belajar sepanjang hayat di tengah perubahan dunia yang semakin cepat.
Menurutnya, Indonesia saat ini masih membutuhkan sekitar 561 ribu guru. Kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi lulusan, khususnya dari bidang pendidikan, untuk berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Jangan pernah berhenti belajar. Dunia terus berubah, dan mereka yang akan berhasil adalah mereka yang mampu beradaptasi serta menjadikan perubahan sebagai peluang,” pesannya.
Mengusung tema Meneguhkan Keunggulan, Membangun Peradaban: Sarjana Muhammadiyah untuk Indonesia Berkemajuan, wisuda ini menegaskan komitmen Unmuh Babel dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, adaptif, dan siap mengabdi bagi kemajuan bangsa.
The post Unmuh Babel Wisuda 156 Sarjana, Dorong Jadi Lulusan Unggul dan Hadirkan Solusi bagi Masyarakat appeared first on Warta PTM.




