WARTAPTM.ID, SIDOARJO — Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali menerima Hibah Program Sertifikasi Kompetensi dan Profesi Mahasiswa Vokasi Tahun 2026 dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendiktisaintek Republik Indonesia.
Penerimaan hibah tersebut menjadi kali kedua bagi LSP Umsida, sekaligus menegaskan kepercayaan pemerintah terhadap tata kelola dan penyelenggaraan sertifikasi kompetensi yang dinilai telah memenuhi standar nasional Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Direktur LSP Umsida, Machful Indra Kurniawan, menyampaikan bahwa hibah ini bukan sekadar dukungan pendanaan, tetapi juga amanah untuk terus meningkatkan kualitas lulusan vokasi.
“Kami bersyukur atas kepercayaan yang diberikan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan layanan sertifikasi yang berkualitas dan sesuai standar nasional,” ujarnya Kamis (2/7/2026).
Melalui program ini, mahasiswa vokasi Umsida berkesempatan mengikuti uji kompetensi tanpa dipungut biaya, sehingga dapat memperoleh sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional sebelum lulus.
Menurutnya, keberadaan sertifikasi profesi menjadi nilai tambah yang signifikan di tengah tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif. Dunia industri, lanjutnya, tidak lagi hanya menilai ijazah, tetapi juga membutuhkan bukti konkret atas kompetensi yang dimiliki calon tenaga kerja.
“Sertifikasi profesi menjadi bukti bahwa kompetensi mahasiswa telah diuji oleh asesor yang kompeten menggunakan standar nasional,” jelasnya.
Pada pelaksanaan tahun ini, LSP Umsida memperoleh pendanaan untuk Skema Klaster Pengambilan dan Penanganan Sampel. Skema tersebut mengukur kemampuan mahasiswa dalam proses pengambilan, penanganan, penyimpanan, hingga pengiriman sampel sesuai prosedur operasional standar.
Sebanyak 52 mahasiswa Program Studi Diploma IV Teknologi Laboratorium Medis (D4 TLM) mengikuti program sertifikasi tersebut. Skema ini dinilai relevan untuk bidang kesehatan, laboratorium, serta program vokasi yang berkaitan dengan pengujian dan analisis.
Indra berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses asesmen dengan optimal dan dinyatakan kompeten, sehingga mampu memperkuat kesiapan mereka dalam memasuki dunia kerja.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi tidak hanya memberikan pengakuan formal, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk mempersiapkan diri secara lebih matang, baik dari sisi pengetahuan maupun keterampilan.
Mahasiswa yang telah mengikuti sertifikasi, menurutnya, akan memiliki kepercayaan diri lebih tinggi karena telah melalui proses asesmen yang terstruktur dan profesional.
“Kami ingin lulusan Umsida tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga sertifikat kompetensi sebagai bukti kesiapan untuk berkarya, beradaptasi, dan bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha,” pungkasnya.
The post LSP Umsida Terima Hibah Sertifikasi Kompetensi Vokasi 2026, Perkuat Daya Saing Lulusan appeared first on Warta PTM.




