Meneguhkan Dakwah, Menguatkan Tajdid: Dari PKTW Lahir Kader Tarjih untuk Islam Berkemajuan
Oleh : Jufri
Alhamdulillahirabbil ‘alamin, rasa syukur yang mendalam patut kita sampaikan ke hadirat Allah Swt. atas terselenggaranya Pelatihan Kader Tarjih Tingkat Wilayah (PKTW) Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara di Kota Medan pada 3–5 Juli 2026. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PWM Sumatera Utara, Majelis Tarjih dan Tajdid, panitia pelaksana, para narasumber, serta seluruh peserta yang telah berikhtiar menyukseskan agenda kaderisasi yang sangat penting dan strategis ini. PKTW bukan sekadar pelatihan rutin, melainkan bagian dari ikhtiar besar Muhammadiyah dalam meneguhkan jati dirinya sebagai Gerakan Dakwah dan Tajdid, sekaligus memperkuat cita-cita besar mewujudkan Islam Berkemajuan yang membawa rahmat bagi seluruh alam.
Muhammadiyah sejak awal berdiri tidak hanya dikenal sebagai gerakan dakwah yang membangun masjid, sekolah, rumah sakit, dan berbagai amal usaha. Lebih dari itu, Muhammadiyah adalah gerakan ilmu. Sebuah gerakan yang meyakini bahwa pembaruan tidak akan pernah lahir tanpa tradisi keilmuan yang kuat, kaderisasi yang berkelanjutan, dan keberanian melakukan ijtihad terhadap persoalan-persoalan zaman.
Di sinilah Majelis Tarjih dan Tajdid memegang peranan yang sangat penting. Ia menjadi salah satu dapur intelektual Muhammadiyah dalam merumuskan pandangan keagamaan yang berpijak pada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan metodologi yang kokoh, rasional, dan bertanggung jawab. Tarjih bukan sekadar memilih pendapat yang paling kuat, tetapi merupakan proses ilmiah yang mengedepankan dalil, metodologi, dan kemaslahatan umat.
Karena itu, PKTW bukan sekadar forum menambah pengetahuan. Ia adalah ruang menempa cara berpikir, memperkuat manhaj, melatih kedewasaan dalam menyikapi perbedaan, serta menumbuhkan keberanian untuk menghadirkan Islam sebagai agama yang membawa rahmat, pencerahan, dan kemajuan.
Hal itu tercermin dari materi yang disusun secara sistematis. Drs. Askolan Lubis, M.A. mengawali pembahasan tentang Muhammadiyah dan Turats, mengajak peserta memahami hubungan antara khazanah keilmuan Islam dan semangat tajdid Muhammadiyah. Hasan Basri Harahap, M.H. kemudian menjelaskan Manhaj Tarjih I (Wawasan dan Spirit Tarjih) sebagai fondasi dalam membangun cara berpikir tarjih.
Pendalaman metodologi dilanjutkan oleh Irwan Syahputra, M.A. yang menguraikan Manhaj Tarjih II mengenai Al-Qur’an sebagai sumber ajaran agama beserta metodologi tafsir Al-Qur’an dalam Muhammadiyah. Sementara Dr. Sulidar, M.Ag. membahas hadis sebagai sumber ajaran agama dan metodologi memahami hadis menurut perspektif Muhammadiyah.
Pembahasan semakin komprehensif ketika Drs. Dalail Ahmad, M.A. mengupas Pendekatan dan Asumsi dalam Bertarjih, kemudian Prof. Dr. Nawir Yuslem, M.A. menjelaskan sumber ajaran agama menurut Tarjih dari aspek paratekstual. Selanjutnya, Prof. Dr. Sudirman, Lc., M.A. menguraikan Prosedur Teknis dalam Bertarjih, sehingga peserta memahami bagaimana sebuah keputusan tarjih dirumuskan secara ilmiah.
Tidak kalah menarik, Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, M.A. membahas Pedoman Hisab Muhammadiyah (KHGT) sebagai salah satu produk ijtihad Muhammadiyah di bidang astronomi Islam. Sementara Khairil Azmi Nasution, M.A. menutup rangkaian materi melalui Implementasi Praktik Bertarjih, berupa Focus Group Discussion (FGD), simulasi sidang tarjih, analisis kasus hukum, hingga pleno presentasi. Dengan demikian, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga berlatih menerapkannya dalam persoalan nyata.
Susunan materi tersebut menunjukkan bahwa Muhammadiyah tidak ingin melahirkan kader yang hanya pandai mengutip dalil. Muhammadiyah ingin melahirkan kader yang memahami proses lahirnya sebuah keputusan keagamaan, menghargai perbedaan pendapat, serta mampu mempertanggungjawabkan pandangannya secara ilmiah, moral, dan organisatoris.
Di tengah derasnya arus informasi dan semakin mudahnya orang berbicara atas nama agama, keberadaan kader tarjih menjadi semakin penting. Mereka diharapkan menjadi penyejuk di tengah perbedaan, menjadi penerang di tengah kebingungan, serta menjadi jembatan antara teks keagamaan dengan realitas kehidupan yang terus berkembang.
Kader tarjih juga tidak hanya dibutuhkan di lingkungan Persyarikatan. Mereka dibutuhkan di tengah masyarakat, di dunia pendidikan, di masjid, di media, bahkan dalam ruang-ruang kebijakan. Sebab tantangan umat hari ini bukan hanya persoalan ibadah, tetapi juga menyangkut sains, teknologi, lingkungan, ekonomi, keluarga, hingga kemanusiaan. Semua itu membutuhkan jawaban keagamaan yang argumentatif, moderat, dan berkemajuan.
Melalui kader-kader tarjih yang berintegritas, Muhammadiyah terus meneguhkan misinya sebagai pelopor Islam Berkemajuan—Islam yang memadukan kemurnian akidah, keluasan ilmu, kemuliaan akhlak, dan keberpihakan kepada kemanusiaan. Islam yang tidak berhenti pada wacana, tetapi hadir sebagai solusi bagi berbagai persoalan bangsa dan dunia.
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah kaderisasi bukan diukur dari banyaknya peserta yang mengikuti pelatihan, melainkan dari lahirnya kader-kader yang menjadikan ilmu sebagai amanah, dakwah sebagai pengabdian, dan tajdid sebagai jalan menghadirkan kemaslahatan. Sebab ilmu yang sejati tidak melahirkan kesombongan, tetapi melahirkan kerendahan hati. Tidak menciptakan permusuhan, tetapi menguatkan ukhuwah. Tidak menjadikan agama sebagai alat untuk menghakimi, melainkan sebagai cahaya yang menerangi kehidupan.
Selamat dan sukses atas terselenggaranya Pelatihan Kader Tarjih Tingkat Wilayah Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Sumatera Utara. Semoga dari Medan lahir kader-kader tarjih yang berintegritas, kokoh dalam manhaj, luas wawasannya, bijaksana dalam berdakwah, serta istiqamah mengabdikan ilmunya untuk Persyarikatan, umat, bangsa, dan kemanusiaan. Dari proses kaderisasi inilah cita-cita Muhammadiyah untuk menghadirkan Islam Berkemajuan akan terus tumbuh, melahirkan generasi yang mampu mewujudkan Cerdas Bangsa, Semesta Bercahaya—bangsa yang tercerahkan oleh ilmu, dipersatukan oleh akhlak, dan dimuliakan oleh nilai-nilai Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam.
Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni






