WARTAPTM.ID, MANADO — Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA) ditegaskan memiliki peran strategis sebagai pilar kemajuan bangsa melalui penguatan sinergi dan transformasi berkelanjutan.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Moh. Mudzakkir, dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Periode IX Universitas Muhammadiyah Manado (UMMA), Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, kemajuan institusi pendidikan di lingkungan Persyarikatan tidak terlepas dari semangat kolektif untuk terus melakukan pembaruan dan peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.
“PTMA harus terus bergerak melakukan transformasi agar mampu menjawab kebutuhan zaman sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mudzakkir memaparkan kekuatan jejaring pendidikan tinggi Muhammadiyah yang kini telah berkembang secara luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hingga saat ini, Muhammadiyah mengelola 165 perguruan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan telah berekspansi ke tingkat global melalui Muhammadiyah University di Malaysia.
Ia menyebutkan bahwa kontribusi PTMA terhadap pengembangan sumber daya manusia nasional sangat signifikan. Lebih dari 700.000 mahasiswa menempuh pendidikan di lingkungan PTMA atau sekitar 7 persen dari total mahasiswa di Indonesia.
“Ini merupakan bukti bahwa Muhammadiyah hadir memberikan layanan pendidikan tinggi yang luas bagi masyarakat. Bahkan, sekitar 4 persen profesor di Indonesia berasal dari perguruan tinggi Muhammadiyah,” jelasnya.
Di sektor kesehatan, lanjutnya, PTMA juga memiliki peran penting melalui keberadaan 23 fakultas kedokteran yang berkontribusi sekitar 16 persen dari total Fakultas Kedokteran di Indonesia. Hal ini menunjukkan komitmen Muhammadiyah dalam menyiapkan tenaga medis yang kompeten dan berdaya saing.
Mudzakkir turut mengapresiasi transformasi yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Manado. Ia menilai sinergi antara pimpinan universitas, Badan Pembina Harian (BPH), serta Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Utara menjadi kunci dalam mendorong capaian akreditasi “Baik Sekali” dan menuju predikat “Unggul”.
Menurutnya, keberhasilan Muhammadiyah dalam mengembangkan pendidikan tinggi tidak lepas dari prinsip taawun atau gotong royong lintas sektor yang terus dijaga.
“Taawun menjadi kekuatan utama Muhammadiyah. Dengan kolaborasi yang kuat, PTMA mampu berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat dan bangsa,” tegasnya.
Ia juga mengajak sivitas akademika dan alumni untuk terus memperkuat kolaborasi dalam jejaring Muhammadiyah University Network sebagai bagian dari upaya memperluas dampak keilmuan dan pengabdian.
Kepada para wisudawan, Mudzakkir berpesan agar menjadikan kelulusan sebagai awal dari perjalanan pengabdian yang lebih luas, bukan sebagai akhir dari proses belajar.
“Tuntutlah ilmu sepanjang hayat. Jadikan ilmu yang dimiliki bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan almamater,” pungkasnya.
The post Kampus Muhammadiyah Harus Jadi Pilar Kemajuan Bangsa melalui Semangat Transformasi Berkelanjutan appeared first on Warta PTM.




