WARTAPTM.ID, MANADO — Universitas Muhammadiyah Manado (UMMA) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul melalui penyelenggaraan Rapat Senat Terbuka Wisuda Periode IX yang diikuti 199 lulusan program Diploma, Sarjana, dan Profesi, Kamis (2/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Sintesa Peninsula tersebut tidak hanya menjadi momentum perayaan akademik, tetapi juga memperlihatkan kuatnya sinergi UMMA dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional.
Rektor UMMA, Nazaruddin Malik, dalam pidatonya menekankan pentingnya transformasi struktural dan kultural agar perguruan tinggi mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di Sulawesi Utara.
“Pendidikan tinggi tidak boleh teralienasi, melainkan harus tumbuh dan memberikan solusi bagi pembangunan bangsa,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan rencana penyelesaian gedung serbaguna (auditorium) yang ditargetkan rampung pada awal tahun mendatang sebagai bagian dari penguatan infrastruktur kampus.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Utara, J. Victor Mailangkai, yang membacakan sambutan Gubernur Julius Selvanus, mengingatkan para lulusan untuk siap menghadapi tantangan era transformasi digital dan perkembangan Artificial Intelligence (AI).
Menurutnya, gelar akademik harus menjadi instrumen hidup yang dapat diimplementasikan secara nyata di tengah masyarakat.
“Manfaatkan teknologi sebagai alat bantu, namun empati dan integritas moral tidak akan pernah tergantikan oleh mesin,” pesannya.
Kehadiran Bupati Halmahera Tengah, Ikram M. Sangaji, turut memperkuat pesan pentingnya investasi pendidikan. Ia menyampaikan komitmen pemerintah daerah melalui alokasi anggaran beasiswa sebesar Rp31,5 miliar pada tahun 2026, termasuk bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di UMMA.
Ia juga mendorong para lulusan untuk berani memperluas pengalaman dengan berkarier di berbagai daerah agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dari unsur Persyarikatan, Wakil Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Moh. Mudzakkir, mengapresiasi perkembangan UMMA yang dinilai menunjukkan transformasi yang progresif. Ia menegaskan peran strategis Muhammadiyah dalam pendidikan tinggi dengan ratusan perguruan tinggi yang dikelola serta kontribusinya terhadap pengembangan sumber daya manusia di Indonesia.
Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMMA, Katungkang, menambahkan bahwa sinergi antara Persyarikatan, BPH, dan rektorat menjadi fondasi kuat dalam mendorong UMMA meraih akreditasi unggul serta pengembangan program strategis, termasuk rencana pembukaan Fakultas Kedokteran.
Mewakili para lulusan, Nadya Rinial Naung mengajak seluruh wisudawan untuk tidak melupakan proses perjuangan selama masa studi, mulai dari tantangan akademik hingga hambatan pribadi.
“Hari ini kita membuktikan bahwa kita mampu bertahan. Dunia di luar sana menunggu kontribusi nyata kita,” ungkapnya.
Sebagai bentuk penguatan jejaring, kegiatan wisuda juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara UMMA dengan sejumlah pemerintah daerah dan institusi, di antaranya Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Bawaslu Sulawesi Utara, serta rumah sakit di Kota Bitung.
Melalui momentum ini, UMMA menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mencetak lulusan yang adaptif, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan global di era digital.
The post Wisuda Ke-9 UMMA Tegaskan Sinergi Lintas Sektor dan Kesiapan Lulusan Hadapi Era AI appeared first on Warta PTM.




