WARATPTM.ID, SIDOARJO – Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menerima kunjungan studi banding dari Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi, dan Sentra Kekayaan Intelektual Universitas Muhammadiyah Surakarta (DRPPS UMS), Rabu (2/7/2026). Pertemuan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antar Perguruan Tinggi Muhammadiyah ’Aisyiyah (PTMA), khususnya dalam pengelolaan riset, publikasi ilmiah, dan hilirisasi inovasi.
Kegiatan yang berlangsung di Kampus 1 Umsida tersebut membahas berbagai aspek pengembangan riset, mulai dari tata kelola penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, hingga strategi branding dan hilirisasi hasil inovasi dosen. Turut hadir dalam pertemuan ini Direktorat Pengembangan Bisnis dan Investasi (DPBI) Umsida yang berperan dalam mengakselerasi proses hilirisasi.
Wakil Rektor I Umsida, Hana Catur Wahyuni, menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan bahwa hubungan akademik antara Umsida dan UMS telah terjalin erat.
“UMS merupakan salah satu kampus rujukan yang banyak memberikan inspirasi bagi perkembangan Umsida, khususnya dalam penguatan riset dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Umsida masih terus menyempurnakan tata kelola riset sehingga membutuhkan masukan dari berbagai pihak. Menurutnya, kolaborasi antar-PTMA menjadi kunci dalam mendorong kemajuan bersama.
Hana juga menjelaskan bahwa struktur pengelolaan riset di Umsida memiliki pembagian peran yang spesifik, di mana riset dan pengabdian dikelola oleh Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), publikasi ilmiah oleh Direktorat Perpustakaan, serta hilirisasi inovasi oleh DPBI.
“Kami berharap melalui dialog ini, kita dapat saling bertukar praktik baik dan berkembang bersama ke depannya,” tuturnya.
Sementara itu, Deputi Riset dan Inovasi DRPPS UMS, Rois Fatoni, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran kelembagaan pasca perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) di lingkungan UMS.
“Tujuan kami ke sini adalah ngangsu kawruh. Mudah-mudahan dari dialog interaktif ini kita bisa saling menukar praktik baik sehingga bisa maju bersama sebagai PTMA,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa UMS ingin mempelajari strategi Umsida dalam mengembangkan pusat studi multidisiplin, memperkuat kapasitas peneliti, serta membangun ekosistem riset yang terintegrasi dengan publikasi dan hilirisasi inovasi.
Dalam sesi diskusi, Direktur DRPM Umsida, Sigit Hermawan, memaparkan berbagai program unggulan pengabdian masyarakat yang telah dijalankan, termasuk inovasi pengolahan sampah menggunakan teknologi pembakaran tanpa asap yang mampu mengurangi pencemaran sekaligus menghasilkan cairan yang bermanfaat sebagai pupuk.
Selain itu, Umsida juga mengembangkan program pengabdian berbasis pendanaan multiyears guna memastikan keberlanjutan pemberdayaan masyarakat.
Salah satu implementasinya terlihat di Desa Plintahan, Pandaan, melalui pengembangan pasar rakyat yang hingga kini terus berjalan sebagai bagian dari pendampingan ekonomi masyarakat.
“Dalam mengembangkan inovasi, kami menggandeng banyak pihak agar hasil riset benar-benar siap dihilirisasi dan memberikan dampak nyata,” jelasnya.
Melalui pendekatan tersebut, Umsida berhasil meraih penghargaan Gold Winner dari Kemdiktisaintek pada tahun 2025.
The post Umsida Terima Kunjungan DRPPS UMS, Perkuat Sinergi Hilirisasi dan Publikasi Riset appeared first on Warta PTM.




