PWMJATENG.COM, BANTUL — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Parakan melakukan kunjungan edukatif ke Desa Wisata Jamu Kiringan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (11/4/2026), untuk mempelajari pengelolaan tanaman obat keluarga (TOGA) serta praktik pembuatan jamu tradisional.
Sebanyak delapan perwakilan PCM Parakan mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mendapat pendampingan langsung dari praktisi herbal setempat, Sutrisno.
Dalam kunjungan itu, peserta diajak mengenal sekitar 150 jenis tanaman herbal yang dibudidayakan di kawasan desa wisata. Mereka mempelajari karakteristik tanaman, mulai dari bentuk, aroma, hingga teknik perawatan yang sesuai dengan kondisi lingkungan.
Sutrisno menjelaskan bahwa pemahaman terhadap karakter tanaman menjadi kunci untuk memaksimalkan manfaat herbal bagi kesehatan.
“Setiap tanaman memiliki fungsi dan kebutuhan yang berbeda. Jika dirawat dengan tepat, manfaatnya juga akan optimal,” ujarnya.
Selain pengenalan tanaman, peserta juga mengikuti praktik pembuatan jamu tradisional. Proses yang dipelajari meliputi pencucian bahan, penumbukan, hingga teknik perebusan agar kandungan zat aktif tetap terjaga.
Salah seorang peserta menilai kegiatan tersebut memberi wawasan baru tentang pengolahan jamu yang sederhana, tetapi tetap memperhatikan kaidah yang benar.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan potensi TOGA di wilayah Parakan, Temanggung. Dengan kondisi geografis yang mendukung, PCM Parakan menilai budidaya tanaman herbal memiliki peluang besar untuk dikembangkan.
Melalui kegiatan ini, PCM Parakan berupaya mendorong masyarakat agar lebih mandiri dalam menjaga kesehatan dengan memanfaatkan tanaman obat di lingkungan sekitar.
Ke depan, pengetahuan yang diperoleh dari kunjungan ini diharapkan dapat diadaptasi menjadi program berbasis herbal yang bermanfaat bagi masyarakat di wilayah Parakan.
Editor: Al-Afasy
The post PCM Parakan Pelajari Pengolahan Herbal di Desa Wisata Jamu Kiringan Bantul appeared first on Muhammadiyah Jateng.







