PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui SDGs Center menggelar kompetisi bertajuk UMS Berkelanjutan untuk mendorong kesadaran dan kontribusi mahasiswa terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Kompetisi ini berfokus pada tiga isu utama, yakni energi listrik, plastik, dan sampah. Program tersebut menjadi bagian dari upaya kampus dalam membangun kepedulian sivitas akademika terhadap isu keberlanjutan.
Program UMS Berkelanjutan dikemas dalam empat kategori, yaitu Video Challenge, Student Action Grant Application, Impact Award, dan Student Achievement Award. Kompetisi ini akan berlangsung hingga 8 Mei 2026 dan mendukung 17 indikator SDGs, dengan fokus utama pada isu energi listrik, plastik, dan sampah.
Ketua SDGs Center UMS, Rama Rizana, S.T., M.Sc., mengatakan bahwa tujuan utama kompetisi ini adalah meningkatkan kesadaran sivitas akademika, khususnya mahasiswa, tentang pentingnya SDGs.
“Jadi kita harapannya mahasiswa lebih aware lagi, lebih sadar lagi, lebih tahu lagi apa itu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Menurut Rama, kompetisi ini juga bertujuan memotivasi mahasiswa untuk berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing, baik secara individu, kelompok, maupun melalui organisasi mahasiswa. Secara lebih luas, kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi UMS dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
Empat Kategori Kompetisi
Pada kategori Video Challenge, peserta diminta membuat video berdurasi 1 hingga 3 menit tentang isu energi listrik, plastik, dan sampah. Konten yang dibuat dapat berupa dokumentasi praktik baik di lingkungan UMS terkait penghematan energi, pengurangan penggunaan botol plastik, maupun pengelolaan sampah dan limbah.
Sementara itu, kategori Student Action Grant Application memberikan hibah kepada organisasi mahasiswa di tingkat program studi, fakultas, hingga universitas. Peserta diminta mengajukan proposal kegiatan, seperti webinar, pelatihan, atau kampanye media sosial yang berkaitan dengan isu keberlanjutan.
Selain itu, peserta juga dapat menawarkan solusi inovatif yang dapat diterapkan di lingkungan UMS terkait tiga isu utama tersebut. Lima proposal terbaik akan dipilih untuk mendapatkan apresiasi sekaligus kesempatan melaksanakan program yang diusulkan.
Kategori Impact Award merupakan bentuk apresiasi bagi organisasi mahasiswa yang telah dan terus mendukung isu keberlanjutan. Sebanyak lima portofolio terbaik akan mendapat penghargaan atas praktik baik dan implementasi kegiatan yang mendukung SDGs.
Adapun Student Achievement Award ditujukan bagi mahasiswa yang memiliki prestasi terkait SDGs atau isu keberlanjutan di tingkat nasional maupun internasional. Lima portofolio terbaik dalam kategori ini juga akan mendapatkan apresiasi dari SDGs Center UMS.
Masih Banyak Tantangan SDGs
Rama menyebut capaian SDGs secara global masih menyisakan banyak pekerjaan rumah. Menurutnya, tantangan tersebut juga relevan dengan fokus pengembangan UMS.
“Secara umum tiap tahun di tingkat global ada laporannya. Kita masih banyak banget PR-nya. Terutama bisa dibilang tiga SDGs utama yang menjadi rohnya UMS, yakni SDG 1 tentang No Poverty, SDG 3 tentang kesehatan (Good Health and Well-being), dan SDG 4 tentang kualitas pendidikan (Quality Education),” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tantangan masih besar, terutama dalam pemerataan kualitas pendidikan.
“Nah itu sebenarnya masih banyak PR-nya. Apalagi kalau dari segi pendidikan, pemerataan kualitas pendidikan itu jadi catatan,” katanya.
Melalui kompetisi UMS Berkelanjutan, kampus berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep SDGs, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi nyata yang mendukung keberlanjutan di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Kontributor: Maysali
Editor: Al-Afasy
The post UMS Gelar Kompetisi “UMS Berkelanjutan”, Dorong Kesadaran Mahasiswa terhadap SDGs appeared first on Muhammadiyah Jateng.







