Embarkasi Medan Terapkan Skema Baru, Jamaah Kloter 1 Terbang Rabu 03.05 WIB
INFOMU.CO | Medan – Embarkasi Medan mulai memberangkatkan jamaah haji tahun 1447 H/2026 M dengan skema baru. Kloter 1 dijadwalkan terbang pada Rabu, 22 April 2026 dini hari pukul 03.05 WIB dari Bandara Kualanamu.
Selain menjadi awal rangkaian pemberangkatan, tahun ini pemerintah juga menerapkan sejumlah inovasi layanan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan jemaah, khususnya saat proses di bandara.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Utara, Zulkifli Sitorus, mengatakan peningkatan layanan difokuskan pada alur keberangkatan yang lebih aman dan efisien.
“Meningkatkan layanan lah, inovasi baru ya untuk kenyamanan dan keamanan para jemaah. Intinya itu saja, makanya kartu nusuk dibagi di embarkasi, jemaah diberangkatkan melalui garbarata, supaya mengurangi risiko dan tentu meningkatkan rasa aman, nyaman pada jemaah kita,” ujarnya usai menyambut kedatangan calon jemaah haji Kloter 1 di Asrama Haji Medan, Selasa (21/4/2026).
Dengan skema tersebut, jemaah tidak lagi melalui jalur kargo, melainkan langsung masuk ke terminal internasional Bandara Kualanamu.
“Tidak, tapi lewat langsung masuk ke terminal internasional,” tegasnya.
Untuk Kloter 1, jamaah berasal dari Kota Binjai dan sebagian Kota Medan. Total jemaah berjumlah 360 orang, terdiri dari 354 jemaah dan enam petugas pendamping.
Zulkifli berharap seluruh proses pemberangkatan berjalan lancar dan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk.
“Harapan kita tentu ini semua berjalan dengan baik, jemaah bisa beribadah dengan husuk, aman, nyaman, sehingga bisa mencapai menggapai haji mabrur sesuai dengan cita-cita mereka,” katanya.
Ia menambahkan pemerintah terus berupaya memberikan pelayanan maksimal selama proses keberangkatan.
“Tentu sebagai pemerintah berupaya semaksimal mungkin memfasilitasi, memberikan layanan yang terbaik,” ujarnya.
Tahun ini, total jemaah haji Sumatera Utara mencapai 5.922 orang, bertambah sembilan dari kuota awal 5.913. Seluruh kuota dipastikan terisi tanpa ada pembatalan.
“Alhamdulillah full, tidak ada yang batal. Mudah-mudahan nanti setelah diperiksa kesehatan juga tidak ada yang tidak layak terbang, semua bisa layak terbang,” ungkapnya (***)







