• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jumat, Juni 12, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Cerdas Bangsa Semesta Bercahaya: Menyelamatkan Generasi dari Politik Tanpa Adab

    Kader Muhammadiyah Raih Kalpataru 2026, Gerakan Sedekah Sampah Berbasis Masjid Diakui Nasional

    Salat Sambil Membaca Mushaf, Bolehkah?

    MUI Desak Adanya Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT

    Menyempurnakan Amal di Penghujung Tahun Hijriah

    Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus untuk Perkuat Ekosistem Ekonomi dan Kesehatan

    Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus untuk Perkuat Ekosistem Ekonomi dan Kesehatan

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Cerdas Bangsa Semesta Bercahaya: Menyelamatkan Generasi dari Politik Tanpa Adab

      Kader Muhammadiyah Raih Kalpataru 2026, Gerakan Sedekah Sampah Berbasis Masjid Diakui Nasional

      Salat Sambil Membaca Mushaf, Bolehkah?

      MUI Desak Adanya Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT

      Menyempurnakan Amal di Penghujung Tahun Hijriah

      Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus untuk Perkuat Ekosistem Ekonomi dan Kesehatan

      Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus untuk Perkuat Ekosistem Ekonomi dan Kesehatan

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Cricket Road Slot – przegląd i dostępne opcje gry

        क्रिकेट रोड रजिस्ट्रेशन गाइड: शुरुआती लोगों के लिए पूरी जानकारी और बोनस टिप्स

        Boomerang Willkommensbonus – Dein kompletter Guide für österreichische Spieler

        Cricket Road Game in Bangladesh: Play Guide, Bonuses & Secure Banking

        Cricket Road in Bangladesh: Complete Guide for Players

        Vavada online kazino Latvijā – galvenās priekšrocības un iespējamie trūkumi

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Cerdas Bangsa Semesta Bercahaya: Menyelamatkan Generasi dari Politik Tanpa Adab

          Kader Muhammadiyah Raih Kalpataru 2026, Gerakan Sedekah Sampah Berbasis Masjid Diakui Nasional

          Salat Sambil Membaca Mushaf, Bolehkah?

          MUI Desak Adanya Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT

          Menyempurnakan Amal di Penghujung Tahun Hijriah

          Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus untuk Perkuat Ekosistem Ekonomi dan Kesehatan

          Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus untuk Perkuat Ekosistem Ekonomi dan Kesehatan

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Cerdas Bangsa Semesta Bercahaya: Menyelamatkan Generasi dari Politik Tanpa Adab

            Kader Muhammadiyah Raih Kalpataru 2026, Gerakan Sedekah Sampah Berbasis Masjid Diakui Nasional

            Salat Sambil Membaca Mushaf, Bolehkah?

            MUI Desak Adanya Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT

            Menyempurnakan Amal di Penghujung Tahun Hijriah

            Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus untuk Perkuat Ekosistem Ekonomi dan Kesehatan

            Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus untuk Perkuat Ekosistem Ekonomi dan Kesehatan

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Cricket Road Slot – przegląd i dostępne opcje gry

              क्रिकेट रोड रजिस्ट्रेशन गाइड: शुरुआती लोगों के लिए पूरी जानकारी और बोनस टिप्स

              Boomerang Willkommensbonus – Dein kompletter Guide für österreichische Spieler

              Cricket Road Game in Bangladesh: Play Guide, Bonuses & Secure Banking

              Cricket Road in Bangladesh: Complete Guide for Players

              Vavada online kazino Latvijā – galvenās priekšrocības un iespējamie trūkumi

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Cerdas Bangsa Semesta Bercahaya: Menyelamatkan Generasi dari Politik Tanpa Adab

              admin by admin
              12/06/2026
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA
              Cerdas Bangsa Semesta Bercahaya: Menyelamatkan Generasi dari Politik Tanpa Adab
              Oleh : Jufri 
              Di tengah hiruk-pikuk politik Indonesia hari ini, saya sering bertanya dalam hati: ke mana arah pendidikan politik bangsa ini sedang berjalan?
              Pertanyaan itu muncul ketika melihat ruang publik yang semakin ramai oleh budaya menjilat dan menghujat. Sebagian orang memuji kekuasaan secara berlebihan seolah tidak ada ruang untuk kritik, sementara sebagian lainnya menyerang tanpa batas seakan tidak ada lagi ruang untuk menghargai perbedaan. Akibatnya, politik lebih sering tampil sebagai pertunjukan emosi daripada arena pertukaran gagasan.
              Yang lebih memprihatinkan, pemandangan itu disaksikan setiap hari oleh generasi muda. Mereka tumbuh dalam suasana di mana yang viral sering dianggap benar, yang keras dianggap berani, dan yang paling setia kepada tokoh dianggap paling berjasa. Padahal demokrasi yang sehat justru membutuhkan kemampuan berpikir kritis, keberanian menyampaikan kebenaran, dan kesediaan mendengarkan pandangan yang berbeda.
              Kadang saya merasa ngeri melihat cara sebagian anak muda berpolitik. Bukan karena mereka memiliki semangat yang tinggi. Semangat itu justru diperlukan untuk membangun bangsa. Yang membuat khawatir adalah ketika semangat itu kehilangan arah dan tidak lagi dibimbing oleh etika. Dalam banyak kesempatan terlihat adanya gejala kehilangan kehalusan etika politik. Perbedaan pandangan sering disikapi secara berlebihan, kritik mudah berubah menjadi permusuhan, dan persaingan kerap menggeser persaudaraan. Namun jika direnungkan lebih dalam, mereka sebenarnya sedang belajar dari apa yang mereka lihat dan saksikan dari generasi sebelumnya.
              Anak muda belajar dari apa yang mereka lihat. Mereka meniru bahasa yang digunakan para elit. Mereka mengamati bagaimana tokoh-tokoh publik memperlakukan lawan politiknya. Mereka menyaksikan bagaimana kekuasaan diperebutkan dan bagaimana jabatan dipertahankan. Jika yang dipertontonkan adalah keteladanan, maka keteladanan itulah yang akan diwarisi. Tetapi jika yang dipertontonkan adalah kebencian, fitnah, permusuhan, dan politik yang menghalalkan segala cara, maka itulah pula yang akan dianggap sebagai sesuatu yang normal.
              Akibatnya, perlahan lahirlah generasi yang minus adab tetapi plus ambisi. Mereka ingin cepat dikenal tetapi kurang suka belajar. Mereka ingin cepat memimpin tetapi kurang terlatih melayani. Mereka ingin segera berada di puncak, tetapi tidak sabar menapaki proses. Ambisi tumbuh subur, sementara adab sering tertinggal. Padahal dalam tradisi keilmuan dan peradaban yang besar, adab selalu ditempatkan lebih dahulu daripada ilmu, dan ilmu selalu ditempatkan lebih dahulu daripada kekuasaan.
              Di sisi lain, ada fenomena yang juga patut disayangkan. Ketika anak-anak muda mencoba mengkritisi pemerintah, pemimpin, atau para seniornya, sering kali mereka tidak dijawab dengan argumentasi yang sehat, melainkan dijatuhkan secara psikologis. Tidak jarang muncul ungkapan, “Nanti kalau kalian berkuasa, kalian bisa lebih jahat dari saya.” Kalimat seperti ini sekilas terdengar bijaksana, padahal sering digunakan untuk melemahkan keberanian berpikir kritis. Kritik akhirnya tidak dibahas substansinya, melainkan dialihkan kepada dugaan tentang masa depan pengkritiknya.
              Tentu tidak ada jaminan bahwa generasi muda akan lebih baik ketika berkuasa. Namun tidak ada pula alasan untuk mengabaikan kritik yang benar hanya karena kemungkinan kesalahan yang belum tentu terjadi. Dalam kehidupan demokrasi, yang harus diuji adalah gagasan, kebijakan, dan tindakan yang sedang berlangsung hari ini, bukan prasangka terhadap apa yang mungkin terjadi di masa depan. Kritik tidak harus selalu benar, tetapi hak untuk mengkritik adalah salah satu tanda bahwa demokrasi masih hidup.
              Di sinilah letak tugas besar kita semua, termasuk Muhammadiyah. Mencerdaskan kehidupan bangsa bukan pekerjaan yang mudah. Bahkan terkadang kecerdasan itu tidak disukai. Rakyat yang cerdas lebih sulit dipengaruhi. Mereka lebih kritis terhadap janji politik. Mereka tidak mudah terpesona oleh pencitraan. Mereka tidak mudah menjual hak pilihnya demi keuntungan sesaat. Mereka berani bertanya dan menuntut pertanggungjawaban.
              Sebaliknya, kemiskinan dan rendahnya pendidikan sering menjadi lahan subur bagi politik transaksional. Rakyat yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari lebih mudah menjadi sasaran janji sesaat. Karena itu, memberantas kebodohan dan kemiskinan bukan hanya agenda sosial dan ekonomi, tetapi juga agenda demokrasi.
              Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa ada pihak-pihak yang lebih nyaman ketika rakyat tidak cukup cerdas untuk mempertanyakan keadaan. Sebab rakyat yang cerdas akan lebih sulit dimanipulasi. Mereka akan memilih berdasarkan pertimbangan rasional, bukan karena tekanan, ketakutan, atau pemberian sesaat. Artinya, mencerdaskan rakyat sesungguhnya adalah jalan untuk mencerdaskan bangsa.
              Hal itu sejalan dengan amanat Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan tujuan negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Amanat tersebut tidak hanya berbicara tentang sekolah, kampus, atau gelar akademik. Mencerdaskan kehidupan bangsa berarti membangun manusia yang mampu membedakan antara fakta dan propaganda, antara kritik dan kebencian, antara pengabdian dan pencitraan.
              Pancasila pun memberikan arah yang sangat jelas. Sila kedua mengajarkan kemanusiaan yang adil dan beradab. Sila keempat mengajarkan hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan. Kedua sila itu mengingatkan bahwa politik seharusnya dijalankan dengan akal sehat, etika, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Politik tidak boleh berubah menjadi arena penghinaan, fitnah, dan permusuhan yang tidak berkesudahan.
              Dalam konteks itulah tema Muktamar Muhammadiyah, “Cerdas Bangsa Semesta Bercahaya”, menemukan relevansinya. Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan panggilan peradaban. Sebab bangsa yang bercahaya tidak lahir dari rakyat yang mudah diadu domba. Bangsa yang bercahaya tidak lahir dari generasi yang kehilangan adab. Bangsa yang bercahaya lahir dari manusia-manusia yang tercerahkan oleh ilmu, dipandu oleh akhlak, dan digerakkan oleh semangat pengabdian.
              Muhammadiyah sejak awal memahami bahwa perubahan bangsa harus dimulai dari pendidikan. Karena itulah sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, panti asuhan, dan berbagai amal usaha didirikan. Semua itu bukan semata-mata institusi pelayanan, melainkan instrumen pencerahan untuk melahirkan manusia yang merdeka dalam berpikir dan bertanggung jawab dalam bertindak.
              Hari ini tantangannya semakin besar. Teknologi berkembang sangat cepat, tetapi kedewasaan tidak selalu tumbuh secepat perkembangan teknologi. Informasi tersedia tanpa batas, tetapi kebijaksanaan tetap harus dipelajari. Karena itu, generasi muda membutuhkan lebih dari sekadar akses pengetahuan. Mereka membutuhkan teladan, karakter, dan lingkungan yang sehat untuk bertumbuh.
              Bangsa yang besar bukanlah bangsa yang tidak memiliki pengkritik, melainkan bangsa yang mampu mendengar kritik tanpa kehilangan kewibawaan. Sebab sejarah menunjukkan bahwa kemajuan sering lahir dari keberanian mempertanyakan keadaan, bukan dari kebiasaan membenarkan segala sesuatu. Karena itu, tugas kita bukan mematikan daya kritis generasi muda, melainkan membimbingnya agar tumbuh bersama adab, ilmu, dan tanggung jawab.
              Pada akhirnya, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh siapa yang berkuasa hari ini. Masa depan Indonesia ditentukan oleh nilai-nilai apa yang diwariskan kepada generasi mudanya. Jika yang diwariskan adalah budaya menjilat dan menghujat, maka demokrasi akan terus berjalan seperti sinetron yang melelahkan. Namun jika yang diwariskan adalah adab, ilmu, integritas, dan keberanian berpikir, maka akan lahir generasi yang mampu membawa bangsa ini menuju peradaban yang lebih maju.
              Cerdas Bangsa Semesta Bercahaya adalah cita-cita untuk melahirkan generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga berkarakter. Generasi yang tidak hanya memiliki ambisi, tetapi juga adab. Generasi yang tidak hanya mampu meraih kekuasaan, tetapi juga mampu menggunakan kekuasaan untuk melayani. Sebab ketika rakyat menjadi cerdas, demokrasi akan menjadi sehat. Ketika demokrasi sehat, pemimpin yang lahir akan semakin berkualitas. Dan ketika ilmu, adab, serta kepemimpinan bertemu dalam satu jalan perjuangan, Indonesia akan benar-benar menjadi bangsa semesta yang bercahaya.
              Mungkin inilah pekerjaan besar yang harus terus dilakukan oleh kita semua. Mencerdaskan rakyat agar tidak mudah dibeli, tidak mudah dibohongi, dan tidak mudah dipecah-belah. Sebab rakyat yang cerdas akan melahirkan bangsa yang cerdas. Dan bangsa yang cerdas pada akhirnya akan melahirkan peradaban yang bercahaya, sebagaimana dicita-citakan oleh para pendiri bangsa dan terus diperjuangkan oleh Muhammadiyah melalui dakwah pencerahan dan pendidikan yang berkemajuan.
              Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

              WartaTerkait

              Kader Muhammadiyah Raih Kalpataru 2026, Gerakan Sedekah Sampah Berbasis Masjid Diakui Nasional

              Salat Sambil Membaca Mushaf, Bolehkah?

              MUI Desak Adanya Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT

              Menyempurnakan Amal di Penghujung Tahun Hijriah

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Kader Muhammadiyah Raih Kalpataru 2026, Gerakan Sedekah Sampah Berbasis Masjid Diakui Nasional

              admin

              admin

              InfoLain

              BeritaMu

              Kader Muhammadiyah Raih Kalpataru 2026, Gerakan Sedekah Sampah Berbasis Masjid Diakui Nasional

              12/06/2026
              BeritaMu

              Salat Sambil Membaca Mushaf, Bolehkah?

              12/06/2026
              BeritaMu

              MUI Desak Adanya Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT

              12/06/2026

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Cerdas Bangsa Semesta Bercahaya: Menyelamatkan Generasi dari Politik Tanpa Adab

                12/06/2026

                Kader Muhammadiyah Raih Kalpataru 2026, Gerakan Sedekah Sampah Berbasis Masjid Diakui Nasional

                12/06/2026

                Salat Sambil Membaca Mushaf, Bolehkah?

                12/06/2026

                MUI Desak Adanya Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT

                12/06/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,396)
                • Hukum Islam (1,423)
                • Kabar PTMA (3,796)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Cerdas Bangsa Semesta Bercahaya: Menyelamatkan Generasi dari Politik Tanpa Adab

                12/06/2026

                Kader Muhammadiyah Raih Kalpataru 2026, Gerakan Sedekah Sampah Berbasis Masjid Diakui Nasional

                12/06/2026

                Salat Sambil Membaca Mushaf, Bolehkah?

                12/06/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In