PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Seminar Inspirasi Keperempuanan pada Ahad (12/4/2026) di Auditorium Moh. Djazman Kampus 1 UMS. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Milad IMM ke-62.
Seminar tersebut mengangkat tema “Healing the Nation: Perempuan, Empati, dan Transformasi Peradaban di Tengah Arus Globalisasi” dengan menghadirkan narasumber utama drg. Hanum Salsabiela Rais, M.B.A.
Ketua Panitia, Nur Azizi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara. Menurutnya, Milad IMM ke-62 menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antaranggota.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang menyelenggarakan dan membantu terselenggaranya acara ini. Acara ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga mempererat tali silaturahmi. Semoga bermanfaat dan memberikan kesan baik bagi kita semua,” ujarnya.
Ketua Umum PK IMM FIK UMS, Faizal Aulia Ramadhani, menegaskan bahwa tema seminar ini relevan dengan kondisi sosial saat ini. Ia menilai persoalan budaya patriarki masih menjadi tantangan yang perlu disikapi bersama.
“Tema ini juga bermanfaat untuk laki-laki, karena masih banyak ditemukan di Indonesia laki-laki yang memiliki sifat patriarki. Juga banyak perempuan yang belum bisa menyalurkan suaranya, dan itu perlu diselesaikan saat ini,” ungkapnya.
Peran Strategis Perempuan dalam Peradaban
Wakil Dekan III FIK UMS, Noor Alis Setiyadi, S.K.M., M.K.M., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan pandangan mengenai peran strategis perempuan dalam kehidupan masyarakat.
“Adanya perempuan memperkokoh suatu bangsa dan negara. Hebatnya negara sebagaimana hebatnya perempuan, hebatnya keluarga sebagaimana hebatnya perempuan,” ujarnya.
Ia menilai perempuan memiliki posisi penting dalam membangun keluarga, masyarakat, hingga bangsa. Karena itu, seminar seperti ini dinilai penting untuk menumbuhkan kesadaran bersama mengenai peran perempuan dalam perubahan sosial.
Hanum Rais Tekankan Kompetensi dan Kemanfaatan
Dalam materinya, drg. Hanum Salsabiela Rais, M.B.A. menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan dan menjaga identitas di tengah arus globalisasi.
Ia mengingatkan bahwa perempuan perlu terus mengembangkan kompetensi agar mampu bersaing dan memberi kontribusi nyata dalam kehidupan sosial.
“Paspor global sekarang bukanlah dari hijab atau dari keturunan manakah kita berasal, melainkan dari kompetensi, dan saya sudah membuktikan,” tuturnya.
Hanum juga memotivasi peserta agar memandang keberhasilan tidak hanya dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.
“Menjadi fungsional bukan dilihat dari diri kita terhadap mimpi yang telah kita capai, tapi dilihat dari seberapa bermanfaat kita terhadap orang lain,” pungkasnya.
Melalui seminar ini, peserta didorong untuk tidak hanya menjadi pribadi yang adaptif terhadap perubahan, tetapi juga mampu menghadirkan nilai-nilai kebaikan, empati, dan karakter dalam kehidupan sosial.
Kegiatan ini diharapkan dapat membangun kesadaran dan menginspirasi peserta agar menjadi pribadi yang cerdas, berempati, berkarakter, serta siap berkontribusi dalam memajukan peradaban.
Kontributor: Zahfa
Editor: Al-Afasy
The post Seminar IMM FIK UMS Soroti Pemberdayaan Perempuan di Tengah Arus Globalisasi appeared first on Muhammadiyah Jateng.







