5 Cara Terapkan 200 Menit Tanpa Gawai dari Kemendikdasmen, Anak Jadi Lebih Aktif
INFOMU.CO, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengingatkan orang tua agar memperhatikan durasi penggunaan gawai pada anak. Kebiasaan terlalu lama menatap layar ponsel atau perangkat elektronik dapat berdampak terhadap proses tumbuh kembang anak.
Kemendikdasmen menyebut terdapat sejumlah risiko yang perlu menjadi perhatian ketika anak terlalu sering menggunakan gawai. Salah satunya adalah potensi keterlambatan kemampuan berbicara atau speech delay.
Berdasarkan penelitian yang dikutip Kemendikdasmen melalui akun Instagram resminya, anak usia dini yang menggunakan gawai lebih dari dua jam setiap hari memiliki risiko lebih tinggi mengalami keterlambatan bicara. Risikonya disebut mencapai enam kali lebih besar dibandingkan anak dengan durasi penggunaan gawai yang lebih rendah.
Selain kemampuan berbicara, penggunaan gawai secara berlebihan juga dikaitkan dengan masalah konsentrasi. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pada 2023 yang dikutip Kemendikdasmen menunjukkan sekitar 42 persen anak usia 5-9 tahun di perkotaan mengalami kesulitan berkonsentrasi yang dikaitkan dengan penggunaan gawai secara berlebihan.
Dampak lainnya berkaitan dengan kualitas tidur. Data dari University of Alberta, Kanada, menunjukkan balita yang memiliki kebiasaan menggunakan layar secara berlebihan berpotensi mengalami gangguan tidur hingga 60 persen.
Gerakan 200 Menit Tanpa Gawai
Untuk mendorong penggunaan gawai yang lebih sehat pada anak, Kemendikdasmen memperkenalkan Gerakan 200 Menit Tanpa Gawai. Program ini mengajak keluarga menyediakan sedikitnya 200 menit atau lebih dari tiga jam setiap hari tanpa penggunaan gawai.
Waktu tersebut dapat dimanfaatkan anak untuk melakukan berbagai kegiatan yang mendukung perkembangan fisik, sosial, emosional, dan kemampuan berkomunikasi.
“Sisihkan setidaknya 200 menit setiap hari untuk menjauhkan gawai dari si kecil dan ajak mereka untuk melakukan aktivitas yang lebih bermakna,” demikian imbauan Kemendikdasmen.
5 Tips Menerapkan Gerakan 200 Menit Tanpa Gawai
Kemendikdasmen memberikan sejumlah cara yang dapat dilakukan orang tua agar penerapan Gerakan 200 Menit Tanpa Gawai lebih mudah diterapkan di rumah.
1. Tentukan waktu khusus
Orang tua dapat menetapkan waktu bebas gawai selama 200 menit setiap hari. Durasi tersebut tidak harus dilakukan sekaligus, tetapi dapat dibagi menjadi beberapa sesi sesuai aktivitas dan rutinitas anak.
2. Buat area bebas gawai
Orang tua dapat menciptakan ruang atau waktu tertentu yang tidak diperbolehkan menggunakan gawai. Matikan notifikasi dan simpan ponsel ketika sedang menghabiskan waktu bersama anak agar perhatian tidak teralihkan.
3. Ajak bermain dan melakukan aktivitas fisik
Alihkan perhatian anak dari layar dengan kegiatan yang menyenangkan. Orang tua dapat mengajak anak membaca buku, bermain permainan tradisional, bercerita, menggambar, atau melakukan aktivitas fisik sederhana.
4. Berikan contoh kepada anak
Orang tua menjadi salah satu panutan utama bagi anak. Karena itu, penerapan bebas gawai sebaiknya tidak hanya ditujukan kepada anak. Orang tua juga perlu mengurangi penggunaan ponsel ketika sedang berinteraksi dengan anak.
5. Tingkatkan komunikasi secara langsung
Manfaatkan waktu tanpa gawai untuk membangun komunikasi tatap muka. Orang tua dapat mengajak anak berbincang mengenai kegiatan sehari-hari, minat, hobi, cita-cita, hingga hal-hal sederhana yang mereka sukai.
Gerakan 200 Menit Tanpa Gawai diharapkan dapat menjadi langkah sederhana bagi keluarga untuk menciptakan keseimbangan antara penggunaan teknologi dan aktivitas nyata. Dengan mengurangi waktu di depan layar, anak memiliki lebih banyak kesempatan untuk bermain, bergerak, berkomunikasi, dan berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitarnya.
Sumber : detik.com






