• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sabtu, Oktober 3, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Mahasiswa S2 Pendidikan Islam UMSU Populerkan Budaya Indonesia di London Lewat Qasidah

    Kapolri Baru Wajib Lanjutkan Agenda Reformasi Polri

    Kepemimpinan Baru PPNA 2026–2030, Gerakan Perempuan Muda Berkemajuan

    Cyberbullying Muncul dalam Beragam Bentuk, dari Flaming hingga Doxing

    Kekuasaan dan Hukum Waktu: Kesetiaan, Pengkhianatan dan Karma

    SMP Muhammadiyah 01 Medan Gelar Market Day, Bentuk Karakter Siswa Menuju Sekolah Unggul

    SMP Muhammadiyah 01 Medan Gelar Market Day, Bentuk Karakter Siswa Menuju Sekolah Unggul

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Mahasiswa S2 Pendidikan Islam UMSU Populerkan Budaya Indonesia di London Lewat Qasidah

      Kapolri Baru Wajib Lanjutkan Agenda Reformasi Polri

      Kepemimpinan Baru PPNA 2026–2030, Gerakan Perempuan Muda Berkemajuan

      Cyberbullying Muncul dalam Beragam Bentuk, dari Flaming hingga Doxing

      Kekuasaan dan Hukum Waktu: Kesetiaan, Pengkhianatan dan Karma

      SMP Muhammadiyah 01 Medan Gelar Market Day, Bentuk Karakter Siswa Menuju Sekolah Unggul

      SMP Muhammadiyah 01 Medan Gelar Market Day, Bentuk Karakter Siswa Menuju Sekolah Unggul

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

        Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

        Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

        SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

        5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

        Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Mahasiswa S2 Pendidikan Islam UMSU Populerkan Budaya Indonesia di London Lewat Qasidah

          Kapolri Baru Wajib Lanjutkan Agenda Reformasi Polri

          Kepemimpinan Baru PPNA 2026–2030, Gerakan Perempuan Muda Berkemajuan

          Cyberbullying Muncul dalam Beragam Bentuk, dari Flaming hingga Doxing

          Kekuasaan dan Hukum Waktu: Kesetiaan, Pengkhianatan dan Karma

          SMP Muhammadiyah 01 Medan Gelar Market Day, Bentuk Karakter Siswa Menuju Sekolah Unggul

          SMP Muhammadiyah 01 Medan Gelar Market Day, Bentuk Karakter Siswa Menuju Sekolah Unggul

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Mahasiswa S2 Pendidikan Islam UMSU Populerkan Budaya Indonesia di London Lewat Qasidah

            Kapolri Baru Wajib Lanjutkan Agenda Reformasi Polri

            Kepemimpinan Baru PPNA 2026–2030, Gerakan Perempuan Muda Berkemajuan

            Cyberbullying Muncul dalam Beragam Bentuk, dari Flaming hingga Doxing

            Kekuasaan dan Hukum Waktu: Kesetiaan, Pengkhianatan dan Karma

            SMP Muhammadiyah 01 Medan Gelar Market Day, Bentuk Karakter Siswa Menuju Sekolah Unggul

            SMP Muhammadiyah 01 Medan Gelar Market Day, Bentuk Karakter Siswa Menuju Sekolah Unggul

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

              Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

              Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

              SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

              5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

              Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Filosofi Lebah Hidup untuk Menghasilkan Madu, Bukan Racun

              admin by admin
              28/07/2026
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              Filosofi Lebah: Hidup untuk Menghasilkan Madu, Bukan Racun

              (Tulisan ke-66 dari Beberapa Tulisan Bertemakan Kader)

              WartaTerkait

              Mahasiswa S2 Pendidikan Islam UMSU Populerkan Budaya Indonesia di London Lewat Qasidah

              Kapolri Baru Wajib Lanjutkan Agenda Reformasi Polri

              Kepemimpinan Baru PPNA 2026–2030, Gerakan Perempuan Muda Berkemajuan

              Cyberbullying Muncul dalam Beragam Bentuk, dari Flaming hingga Doxing

              Oleh: Amrizal, S.Si., M.Pd. – Wakil Ketua MPKSDI PWM Sumatera Utara / Dosen Universitas Negeri Medan

               

              Mengapa Allah memilih lebah?

              Di hutan yang sama hidup harimau yang gagah. Ada gajah yang perkasa. Ada elang yang terbang tinggi. Ada singa yang disebut raja hutan. Namun tidak satu pun dari mereka diabadikan menjadi nama sebuah surah dalam Al-Qur’an. Allah justru memilih seekor makhluk kecil yang sering luput dari perhatian manusia. Lebah. Makhluk yang tubuhnya hanya beberapa sentimeter itu ternyata memperoleh kemuliaan yang tidak dimiliki banyak makhluk lainnya. Barangkali Allah ingin mengajarkan kepada manusia bahwa kemuliaan tidak diukur oleh besarnya tubuh, tingginya jabatan, atau kerasnya suara. Kemuliaan diukur oleh sebesar apa manfaat yang diberikan.

              Allah berfirman,

              “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia. Kemudian makanlah dari segala macam buah-buahan, lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan bagimu.’ Dari perutnya keluar minuman yang bermacam-macam warnanya; di dalamnya terdapat obat bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berpikir.” (QS. An-Nahl: 68–69)

              Perhatikan bagaimana ayat itu ditutup.

              “Tanda-tanda bagi orang-orang yang berpikir.”

              Artinya, lebah bukan sekadar makhluk.

              Ia adalah guru. Guru kehidupan. Guru kepemimpinan. Guru kaderisasi.

               

              Lebah Hanya Hinggap pada Bunga yang Baik

              Lebah memiliki kemampuan memilih. Ia tidak hinggap di tempat yang busuk. Ia mencari bunga yang sehat. Ia memilih nektar terbaik. Yang lebih mengagumkan, ketika hinggap pada bunga, lebah tidak merusaknya. Ia mengambil secukupnya. Lalu pergi.

              Bahkan tanpa disadari, ia membantu penyerbukan sehingga bunga itu justru menghasilkan buah.

              Begitulah seorang kader Muhammadiyah. Ke mana pun ia datang, kehadirannya tidak menjadi beban. Ia tidak membawa konflik. Tidak memperkeruh suasana. Tidak mengambil keuntungan dengan merugikan orang lain. Ia meninggalkan tempat yang dikunjunginya dalam keadaan lebih baik daripada sebelumnya. Ia datang membawa ilmu. Pulang meninggalkan manfaat.

               

              Dari Yang Manis, Lahirlah Yang Menyembuhkan

              Lebah hanya mengumpulkan sari bunga. Yang keluar dari tubuhnya bukan racun.

              Tetapi madu. Allah menyebut madu sebagai obat bagi manusia. Betapa indah pelajaran itu.

              Apa yang keluar dari diri seseorang bergantung pada apa yang ia konsumsi setiap hari. Jika hati dipenuhi Al-Qur’an, ilmu, zikir, dan pengajian, yang keluar adalah kebijaksanaan. Jika pikiran dipenuhi prasangka, iri hati, fitnah, dan kebencian, yang keluar adalah racun. Lisan seorang kader seharusnya seperti madu. Menguatkan. Menenangkan. Menyembuhkan. Bukan memperkeruh keadaan. Bukan memperbesar masalah. Bukan memecah ukhuwah. Muhammadiyah membutuhkan kader yang setiap perkataannya menghadirkan harapan. Bukan keresahan.

               

              Lebah Tidak Pernah Bekerja Sendirian

              Seekor lebah mungkin tampak kecil. Namun ribuan lebah mampu membangun sarang yang luar biasa. Tidak ada perebutan panggung. Tidak ada perlombaan mencari pujian. Tidak ada saling menjatuhkan. Masing-masing memahami tugasnya. Masing-masing bekerja dengan penuh tanggung jawab. Tidak ada satu lebah pun yang berkata, “Aku lebih penting daripada yang lain.” Bukankah inilah hakikat berjamaah? Muhammadiyah tidak dibangun oleh tokoh-tokoh besar semata. Ia dibangun oleh ribuan kader yang bekerja dalam diam. Guru yang mengajar. Dokter yang melayani. Dosen yang meneliti. Relawan yang membantu korban bencana. Takmir yang memakmurkan masjid. Pengurus ranting yang menghidupkan pengajian. Mereka mungkin tidak pernah tampil di panggung. Namun justru merekalah yang menjaga denyut kehidupan persyarikatan.

               

              Lebah Tidak Mengumpulkan Madu untuk Dirinya Sendiri

              Inilah pelajaran yang paling menyentuh. Lebah menghabiskan hidupnya mengumpulkan madu.

              Namun madu itu bukan untuk dirinya. Ia menjadi obat bagi manusia. Begitulah hakikat dakwah.

              Seorang kader sejati tidak hidup untuk mengumpulkan kehormatan bagi dirinya. Ia mengumpulkan manfaat bagi umat. Ilmu yang dipelajarinya menjadi cahaya bagi orang lain. Rezeki yang diperolehnya menjadi jalan berbagi. Jabatan yang diembannya menjadi amanah pelayanan. Seluruh hidupnya berubah menjadi madu. Bukan untuk dirinya. Tetapi untuk sesama.

               

              Ketika Kader Berubah Menjadi Tawon

              Alam juga mengajarkan pelajaran melalui kebalikannya. Ada serangga yang lebih sibuk menyengat daripada menghasilkan madu. Kehadirannya lebih sering menimbulkan ketakutan daripada manfaat. Barangkali dalam kehidupan organisasi pun demikian. Ada orang yang merasa bangga karena kritiknya paling keras. Status medianya paling pedas. Komentarnya paling tajam. Namun setelah semua kegaduhan itu berlalu, organisasi tidak menjadi lebih baik. Tidak ada kader baru yang lahir. Tidak ada pengajian yang bertambah. Tidak ada amal usaha yang berkembang. Yang tersisa hanyalah luka. Muhammadiyah tidak dibangun dengan kemarahan. Muhammadiyah dibangun oleh ilmu, akhlak, dan kerja nyata. Kritik tetap diperlukan. Namun kritik seorang kader harus seperti madu. Menyembuhkan. Bukan meracuni. Memperbaiki. Bukan mempermalukan.

              Menjadi Lebah yang Dicintai Langit

              Kelak, manusia tidak akan diingat karena kerasnya suaranya. Tetapi karena manisnya manfaat yang ditinggalkan. Lebah tidak pernah meminta bunga mengingat namanya. Ia cukup memastikan bunga itu menjadi buah. Begitulah kader Muhammadiyah. Ia tidak sibuk menghitung berapa kali disebut. Ia tidak resah ketika orang lain memperoleh penghargaan. Ia tidak kecewa ketika amalnya tidak diketahui manusia. Karena ia memahami bahwa Allah mengetahui setiap tetes madu yang dihasilkannya. Barangkali inilah sebabnya Allah mengabadikan lebah dalam Al-Qur’an. Bukan karena tubuhnya yang kecil. Melainkan karena hidupnya yang seluruhnya menjadi manfaat. Maka jadilah seperti lebah. Datang membawa ketenangan. Bergaul tanpa merusak. Bekerja tanpa mencari tepuk tangan. Menghasilkan madu, bukan racun.

              Sebab kader Muhammadiyah yang sejati bukanlah mereka yang paling sering terdengar suaranya.

              Melainkan mereka yang kehadirannya membuat umat menjadi lebih sehat, lebih kuat, dan lebih tercerahkan. Seperti madu yang mengalir dari seekor lebah kecil, manfaat seorang kader yang ikhlas dapat menjadi obat bagi sebuah peradaban.

               Wallāhu a’lam bi al-shawāb.

               

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Strategi BNN Cegah Peningkatan Pengguna Narkoba di Usia Muda

              Next Post

              Ketika Pohon Kelapa Tumbang, Katak Pun Ikut Memanjat

              admin

              admin

              InfoLain

              BeritaMu

              Mahasiswa S2 Pendidikan Islam UMSU Populerkan Budaya Indonesia di London Lewat Qasidah

              03/10/2026
              BeritaMu

              Kapolri Baru Wajib Lanjutkan Agenda Reformasi Polri

              03/10/2026
              BeritaMu

              Kepemimpinan Baru PPNA 2026–2030, Gerakan Perempuan Muda Berkemajuan

              03/10/2026
              Next Post

              Ketika Pohon Kelapa Tumbang, Katak Pun Ikut Memanjat

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Enam Hari di Sumut akibat IOD Negatif

                26/11/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Mahasiswa S2 Pendidikan Islam UMSU Populerkan Budaya Indonesia di London Lewat Qasidah

                03/10/2026

                Kapolri Baru Wajib Lanjutkan Agenda Reformasi Polri

                03/10/2026

                Kepemimpinan Baru PPNA 2026–2030, Gerakan Perempuan Muda Berkemajuan

                03/10/2026

                Cyberbullying Muncul dalam Beragam Bentuk, dari Flaming hingga Doxing

                03/10/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (29,677)
                • Hukum Islam (1,633)
                • Kabar PTMA (4,272)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Mahasiswa S2 Pendidikan Islam UMSU Populerkan Budaya Indonesia di London Lewat Qasidah

                03/10/2026

                Kapolri Baru Wajib Lanjutkan Agenda Reformasi Polri

                03/10/2026

                Kepemimpinan Baru PPNA 2026–2030, Gerakan Perempuan Muda Berkemajuan

                03/10/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In