SatuMu PWM Sumut Hadir di Daerah Pesisir, Sibolga dan Tapteng Jadi Target Percepatan Digitalisasi Muhammadiyah
Sibolga, INFOMU.CO – Upaya transformasi digital Muhammadiyah di Sumatera Utara terus berjalan melalui program SatuMu (Satu Data Muhammadiyah) yang digagas Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kali ini, Tim SatuMu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara (PWM Sumut) menyasar wilayah pesisir dengan menggelar sosialisasi dan implementasi program di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
Hingga saat ini, sebagian besar daerah di Sumatera Utara telah mendapatkan sosialisasi dan pendampingan implementasi SatuMu, mulai dari tingkat Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), hingga Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM). Program ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola organisasi yang modern, terintegrasi, dan berbasis data.
Perjalanan sosialisasi SatuMu bukanlah hal yang mudah. Tim harus menempuh perjalanan jauh untuk menjangkau berbagai daerah di Sumatera Utara. Untuk mencapai Kota Sibolga, misalnya, tim harus menempuh perjalanan sekitar delapan jam dari Medan.
Kehadiran Tim SatuMu PWM Sumut di Sibolga masih membawa misi yang sama, yakni mempercepat proses migrasi menuju E-KTAM (Elektronik Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah) melalui pendampingan agen dan verifikator di tingkat daerah, cabang, hingga ranting.
Kegiatan sosialisasi dan implementasi SatuMu tersebut digelar di Aula K.H. Ahmad Dahlan yang berada di komplek Perguruan Muhammadiyah Sibolga. Acara ini diikuti oleh peserta dari dua daerah, yaitu PDM Kota Sibolga dan PDM Kabupaten Tapanuli Tengah.
Dalam kegiatan tersebut hadir Ketua Tim SatuMu PWM Sumut Drs. Mutholib, MM yang diwakili oleh Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PWM Sumut Syaiful Hadi JL. Turut hadir Sekretaris MPI PWM Sumut Ivansyah Aly, serta jajaran Sekretariat PWM Sumut yakni Muslim Siagian, Rahmat Bakti Siregar, dan Amat Idris Lubis.
Kegiatan ini juga didampingi oleh tim manajemen Bank Danamon Syariah yang dipimpin Anas Nasution beserta jajaran. Sementara dari daerah hadir Ketua PDM Sibolga Yusran, Ketua PDM Tapanuli Tengah Yusri, serta para pimpinan daerah dan cabang Muhammadiyah dari Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah.

Dalam laporannya, Ketua MPI PWM Sumut Syaiful Hadi menyampaikan optimisme bahwa Sumatera Utara mampu meraih posisi tiga besar nasional dalam proses digitalisasi Muhammadiyah melalui migrasi E-KTAM.
Ia juga meyakini bahwa PDM Sibolga dan PDM Tapanuli Tengah dapat menyelesaikan proses migrasi para agen dan verifikator hingga mencapai 100 persen dalam waktu satu bulan.
Menurutnya, seluruh unsur pimpinan daerah, cabang, dan ranting harus memberikan perhatian serius terhadap program ini. Keberhasilan implementasi SatuMu akan menjadi bukti bahwa Muhammadiyah Sumatera Utara mampu menjadi wilayah yang maju dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Semangat peserta semakin meningkat ketika jargon khas SatuMu PWM Sumut kembali digaungkan bersama-sama, yaitu “Cerdas Bangsa, Semesta Bercahaya. SatuMu, Satu Data Muhammadiyah. SatuMu, Muhammadiyah Berkemajuan. SatuMu, Sukseskan Muktamar. SatuMu, Yes, Yes, Yes.”
Ketua PDM Sibolga, Yusran, mengapresiasi langkah PWM Sumut yang menghadirkan langsung Tim SatuMu ke daerah. Menurutnya, kehadiran tim memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada warga persyarikatan mengenai proses migrasi E-KTAM serta tugas agen dan verifikator dalam mendukung digitalisasi data anggota Muhammadiyah.
Yusran optimis target penyelesaian migrasi dapat dicapai dalam waktu satu bulan karena tim yang telah dibentuk merupakan kader-kader yang memahami sistem digitalisasi dan mekanisme E-KTAM.
Ia juga mengungkapkan bahwa banyak pertanyaan dan kendala yang selama ini muncul di lapangan akhirnya dapat dijawab langsung oleh Tim SatuMu PWM Sumut. Berbagai persoalan teknis yang dihadapi peserta pun dapat diselesaikan saat kegiatan berlangsung.
Meski proses migrasi berjalan positif, sejumlah kendala masih ditemukan di lapangan. Salah satu isu yang paling sering muncul adalah persoalan tunggakan iuran anggota yang hampir selalu menjadi pertanyaan dalam setiap sosialisasi SatuMu di berbagai daerah.
Karena itu, Tim SatuMu terus memberikan penjelasan dan pendampingan agar proses migrasi data anggota dapat berjalan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Ketua PDM Tapanuli Tengah, Yusri, juga memberikan perhatian serius terhadap implementasi program ini. Dalam kegiatan tersebut, ia terlihat aktif memantau pimpinan cabang untuk mengaktifkan rekening Giro Wadiah yang merupakan hasil kerja sama antara Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Bank Danamon Syariah.
Menurut Yusri, program digitalisasi anggota melalui SatuMu sangat penting untuk memastikan keberadaan dan validitas data anggota Muhammadiyah hingga tingkat ranting.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti arahan yang diberikan Tim SatuMu sehingga proses migrasi E-KTAM di Sibolga dan Tapanuli Tengah dapat diselesaikan sesuai target.
Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi daerah ke-15 dan ke-16 yang telah mendapatkan sosialisasi dan implementasi SatuMu dari PWM Sumut.
Dari total 27 PDM yang ada di Sumatera Utara, kini tersisa 11 PDM lagi yang menjadi target sosialisasi program digitalisasi Muhammadiyah tersebut. Dalam waktu dekat, Tim SatuMu PWM Sumut dijadwalkan akan melakukan sosialisasi di PDM Dairi, PDM Pakpak Bharat, dan PDM Karo guna mempercepat implementasi SatuMu di seluruh wilayah Sumatera Utara.
Dengan semakin luasnya jangkauan sosialisasi dan pendampingan, PWM Sumut optimistis target percepatan migrasi E-KTAM serta digitalisasi data anggota Muhammadiyah dapat tercapai secara maksimal menjelang pelaksanaan Muktamar ke 49 Muhammadiyah ‘Aisyiyah, November 2027 mendatang. (bess)





