Gaung Syiar Muktamar 49 Dimulai, Panitia Gelar Rapat Koordinasi
- Prof. Dr. Agussani : Panitia Penerima Terus Melakukan Koordinasi dengan Panitia Pusat
- Prof Dr. Akrim : UMSU Terus Lakukan Sempurnakan Fasilitas Muktamar 49
- Prof. Dr. Hasyimsyah Nasution: Demam Muktamar 49 Akan Dimulai
INFOMU.CO | Medan – Menindaklanjuti arahan dari ketua Steering Committee (SC) Muktamar ke-49 sekaligus Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof.Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed yang hadir berkunjung ke Sumatera Utara, Panitia penyelenggara dan Penerima Muktamar ke-49 langsung menggelar rapat konsolidasi guna menyatukan visi dan langkah dalam pelaksanaan Muktamarke-49. Rapat Koordinasi ini berlangsung di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumatera Utara jalan Sisingamangaraja No. 136 Medan pada Sabtu (20/6).
Hadir dalam rapat konsolidasi ini Ketua PWM Sumatera Utara Prof.Dr. Hasyimsyah Nasution dan jajaran unsur pengurus harian yaitu Irwan Syahputra, Mutholib, Muhammad Qorib, Mahmud Yunus Daulay, Basir Hasibuan, Ali Imran Sinaga, Sulidar, Mario Kasduri dan Hasrat Efendi Samosir. Turut hadir Ketua Panitia Penyelenggara dan Penerima Muktamar ke-49 Prof. Dr. Agussani, tuan rumah Pelaksanaan Muktamar sekaligus Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, dan beberapa anggota kepanitian muktamar ke-49 lainnya.
Ketua Panitia Penyelenggara dan Penerima Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-49, Prof. Dr. Agussani, M.AP., menyampaikan bahwa rapat koordinasi yang digelar merupakan tindak lanjut dari arahan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., dalam pertemuan yang berlangsung pada 18 Juni lalu di Hotel Prima, Deli Serdang.
Pada kesempatan itu, Prof. Abdul Mu’ti memberikan berbagai arahan sekaligus berbagi pengalaman terkait penyelenggaraan muktamar-muktamar sebelumnya sebagai bekal bagi Sumatera Utara dalam menyukseskan agenda besar persyarikatan tersebut.
Agussani menjelaskan, rapat koordinasi ini merupakan pertemuan kedua panitia dan menjadi langkah awal yang sangat positif dalam rangka mematangkan persiapan muktamar. Ia juga mengungkapkan bahwa panitia pusat melalui Organizing Committee akan menggelar rapat koordinasi secara daring guna memberikan arahan terkait tugas dan tanggung jawab yang akan diemban oleh panitia daerah.
Lebih lanjut, ia optimistis arahan dari panitia pusat akan memudahkan penyusunan langkah-langkah strategis serta timeline kegiatan secara terstruktur, baik yang berkaitan dengan kesekretariatan di PWM Sumatera Utara maupun di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) sebagai tuan rumah pelaksanaan muktamar.

UMSU Terus Lakukan Persiapan Fasilitas Muktamar
Sementara itu Tuan rumah penyelenggara Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-49 sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Prof. Dr. Akrim, M.Pd., menyampaikan bahwa panitia penerima Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-49 Tahun 2027 terus melakukan berbagai persiapan melalui rapat koordinasi yang digelar untuk memastikan kesiapan pelaksanaan agenda besar Persyarikatan tersebut.
Dalam rapat tersebut, UMSU melaporkan kesiapan sejumlah venue yang akan digunakan untuk kegiatan Tanwir maupun Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
“Untuk Tanwir Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah akan dilaksanakan di Kampus Utama Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Tempatnya sudah siap dan insya Allah tinggal melengkapi beberapa kebutuhan tambahan untuk penyelenggaraan Tanwir dan pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah akan dipusatkan di Kampus IV UMSU yang berjarak sekitar 10 kilometer dari kampus utama dengan waktu tempuh maksimal 20 menit” ujarnya.
Prof. Akrim menjelaskan bahwa saat ini UMSU tengah membangun tiga gedung utama yang akan menjadi venue Muktamar. Ketiga gedung tersebut yakni Masjid KH Ahmad Dahlan yang berkapasitas 2.500 orang, Auditorium Berkemajuan berkapasitas 7.500 orang, serta Walidah Sport Hall yang mampu menampung 2.500 orang. Namun demikian, ia mengakui bahwa ketiga venue tersebut masih membutuhkan sejumlah infrastruktur pendukung, seperti pembangunan jalan, penerangan, drainase, dan berbagai fasilitas lainnya yang saat ini terus dikerjakan secara beriringan.
“Kami berharap seluruh venue Muktamar dapat benar-benar selesai pada April 2027. Adapun yang akan selesai lebih dahulu adalah Walidah Sport Hall dan insya Allah sudah bisa digunakan pada Oktober 2026,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan harapan agar Milad Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Tahun 2026 dapat diselenggarakan di lokasi Muktamar sebagai bagian dari semarak menuju Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-49 Tahun 2027.
Untuk itu, Prof. Akrim mengajak seluruh warga Persyarikatan untuk memberikan dukungan, doa, dan partisipasi dalam menyukseskan persiapan Muktamar yang akan dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Terkait lokasi pembukaan Muktamar, Prof. Akrim menegaskan bahwa UMSU mendukung sepenuhnya kebijakan Panitia Pusat dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Menurutnya, berbagai survei telah dilakukan terhadap sejumlah lokasi, termasuk Stadion Sumatera Utara dan Stadion Teladan.
“Ada banyak pertimbangan yang menjadi dasar, mulai dari aspek geografis, lokasi, hingga aksesibilitas. Kami yakin pertimbangan-pertimbangan tersebut akan menjadi dasar keputusan resmi mengenai lokasi pembukaan Muktamar,” ujar Akrim.

Stadion Teladan Strategis untuk Venue Pembukaan
Rektor UMSU itu juga menjelaskan seputar venue pembukaan Muktamar. Katanya, Stadion Teladan memiliki posisi yang sangat strategis untuk pelaksanaan pembukaan Muktamar. Meski berpotensi menimbulkan keramaian, kondisi tersebut justru diharapkan dapat menjadi sarana syiar Muhammadiyah kepada masyarakat luas.
“Kita ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah akan bermuktamar di Kota Medan. Kami berharap masyarakat dapat merasakan langsung kehadiran Muhammadiyah sehingga memberikan dampak positif, baik bagi sektor pariwisata maupun citra Kota Medan dan Sumatera Utara hingga ke tingkat internasional,” ungkapnya.
Ia meyakini Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Tahun 2027 akan dihadiri tamu-tamu dari berbagai negara serta perwakilan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah yang akan datang ke Medan dan Sumatera Utara.
Selain itu, salah satu pertimbangan penting pemilihan Stadion Teladan adalah karena banyak warga Muhammadiyah berada di kawasan sekitar stadion tersebut sehingga memudahkan akses ke lokasi kegiatan.
“Warga Persyarikatan maupun masyarakat umum nantinya bisa datang langsung ke Stadion Teladan dengan mudah, bahkan bisa berjalan kaki dari rumah atau menggunakan becak maupun transportasi lainnya yang memudahkan masyarakat untuk hadir dalam pembukaan Muktamar,” pungkasnya.

Demam Muktamar Mulai Disiapkan
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara, Prof. Dr. Hasyimsyah Nasution, M.A., menegaskan komitmen panitia dalam menyukseskan penyelenggaraan Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-49. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan rapat silaturahim dan konsolidasi panitia penerima Muktamar ke-49 yang digelar pada 18 Juni 2026.
Menurut Hasyimsyah, rapat tersebut merupakan rapat konsolidasi kedua yang membahas berbagai persiapan sekaligus memperkuat komitmen panitia untuk mewujudkan tiga target utama Muktamar, yakni sukses penyelenggaraan, sukses peserta, dan sukses syiar.
“Sukses penyelenggaraan diawali dengan berbagai persiapan yang dilakukan baik oleh panitia pusat maupun panitia penyelenggara PWM Sumatera Utara. Kemudian sukses peserta, di mana orang-orang yang datang merasa senang dan gembira sesuai dengan tujuan Muktamar,” ujarnya.
Ia menambahkan, target yang paling menuntut perhatian adalah sukses syiar. Menurutnya, keberhasilan syiar sangat bergantung pada kesungguhan seluruh panitia yang telah ditetapkan sebagai panitia inti. Sukses syiar berkaitan dengan kesungguhan panitia. Sebanyak 31 orang yang ditetapkan sebagai panitia inti merupakan kader-kader yang telah berpengalaman menyelenggarakan berbagai kegiatan karena mereka adalah aktivis Muhammadiyah. Karena itu, infak waktu yang diberikan hendaknya dipahami tidak hanya sebagai amanah persyarikatan, tetapi juga sebagai bagian dari ibadah,” jelasnya.
Terkait tema besar atau risalah yang akan lahir dari Muktamar ke-49, Hasyimsyah mengatakan hingga saat ini masih dalam proses perumusan oleh panitia pusat dan panitia pengarah yang dipimpin oleh Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.
“Masih digodok. Bisa saja merupakan lanjutan dari konsep berkemajuan, apakah menuju sejahtera atau makmur, kita belum tahu. Nanti akan diproses melalui berbagai pertemuan akademis di perguruan tinggi yang ditetapkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” katanya.
Lebih lanjut, Hasyimsyah berharap gaung dan semangat Muktamar sesuai dengan ciri khas masyarakat Sumatera Utara yang multi etnis. “Ini saatnya kita membangun kebangsaan yang tidak disekat oleh perbedaan, baik muslim maupun nonmuslim. Seperti yang pernah terjadi di beberapa daerah Indonesia Timur, rumah-rumah warga nonmuslim dengan kerelaannya digunakan untuk mendukung kegiatan acara, baik untuk tempat menginap peserta maupun bentuk partisipasi lainnya,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa semangat toleransi beragama dan ukhuwah wathaniyah perlu terus ditunjukkan kepada masyarakat luas. Menurutnya, Muhammadiyah harus tampil sebagai kekuatan yang mendukung persatuan, kebersamaan, dan kehidupan kebangsaan yang harmonis.
Ia menambahkan, banyak pimpinan wilayah Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia mulai menanyakan perkembangan persiapan Muktamar ke-49. Karena itu, panitia akan segera memperkuat sistem koordinasi dan informasi agar seluruh proses persiapan dapat berjalan lebih efektif. Dengan dukungan dan kerja sama seluruh unsur panitia, Agussani berharap Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-49 Tahun 2027 dapat terlaksana dengan lancer dan sukses, pungkasnya. (AH)





