• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Minggu, Mei 31, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Cara Mengajar Guru PAUD Masa Kini: Ubah Kata Menjadi Karakter Lewat Growth Mindset

    Internasionalisasi Pendidikan Muhammadiyah: UMS Kepakkan Sayap Bangun Sekolah Islam di Selandia Baru

    Bertahun-tahun Tak Pernah Kurban, Warga Pesisir Tugu Kini Rasakan Keajaiban Iduladha

    Bukan Sekadar Sekolah, SMAMCO Manokwari Jadi Simbol Toleransi dan Harapan Baru di Tanah Papua

    Kisah Mahasiswa UNIMUGO Jadi Duta Inspirasi Indonesia: Bukti Mahasiswa Daerah Bisa Bersaing di Kancah Nasional

    Cara Menerapkan Green Kurban: Solusi Masjid di Semarang Atasi Sampah Plastik dan Jaga Kualitas Daging

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Cara Mengajar Guru PAUD Masa Kini: Ubah Kata Menjadi Karakter Lewat Growth Mindset

      Internasionalisasi Pendidikan Muhammadiyah: UMS Kepakkan Sayap Bangun Sekolah Islam di Selandia Baru

      Bertahun-tahun Tak Pernah Kurban, Warga Pesisir Tugu Kini Rasakan Keajaiban Iduladha

      Bukan Sekadar Sekolah, SMAMCO Manokwari Jadi Simbol Toleransi dan Harapan Baru di Tanah Papua

      Kisah Mahasiswa UNIMUGO Jadi Duta Inspirasi Indonesia: Bukti Mahasiswa Daerah Bisa Bersaing di Kancah Nasional

      Cara Menerapkan Green Kurban: Solusi Masjid di Semarang Atasi Sampah Plastik dan Jaga Kualitas Daging

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Cara Mengajar Guru PAUD Masa Kini: Ubah Kata Menjadi Karakter Lewat Growth Mindset

          Internasionalisasi Pendidikan Muhammadiyah: UMS Kepakkan Sayap Bangun Sekolah Islam di Selandia Baru

          Bertahun-tahun Tak Pernah Kurban, Warga Pesisir Tugu Kini Rasakan Keajaiban Iduladha

          Bukan Sekadar Sekolah, SMAMCO Manokwari Jadi Simbol Toleransi dan Harapan Baru di Tanah Papua

          Kisah Mahasiswa UNIMUGO Jadi Duta Inspirasi Indonesia: Bukti Mahasiswa Daerah Bisa Bersaing di Kancah Nasional

          Cara Menerapkan Green Kurban: Solusi Masjid di Semarang Atasi Sampah Plastik dan Jaga Kualitas Daging

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Cara Mengajar Guru PAUD Masa Kini: Ubah Kata Menjadi Karakter Lewat Growth Mindset

            Internasionalisasi Pendidikan Muhammadiyah: UMS Kepakkan Sayap Bangun Sekolah Islam di Selandia Baru

            Bertahun-tahun Tak Pernah Kurban, Warga Pesisir Tugu Kini Rasakan Keajaiban Iduladha

            Bukan Sekadar Sekolah, SMAMCO Manokwari Jadi Simbol Toleransi dan Harapan Baru di Tanah Papua

            Kisah Mahasiswa UNIMUGO Jadi Duta Inspirasi Indonesia: Bukti Mahasiswa Daerah Bisa Bersaing di Kancah Nasional

            Cara Menerapkan Green Kurban: Solusi Masjid di Semarang Atasi Sampah Plastik dan Jaga Kualitas Daging

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Kalender Islam Global Unifikatif: Implementasi Praktis Internasionalisasi Muhammadiyah dan RIB

              by
              08/05/2023
              in BeritaMu
              0
              Kalender Islam Global Unifikatif: Implementasi Praktis Internasionalisasi Muhammadiyah dan RIB
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              muhammadiyah.or.id –

              Kalender Islam Global Unifikatif sebagai Implementasi Praktis Internasionalisasi Muhammadiyah dan Risalah Islam Berkemajuan

              WartaTerkait

              Cara Mengajar Guru PAUD Masa Kini: Ubah Kata Menjadi Karakter Lewat Growth Mindset

              Internasionalisasi Pendidikan Muhammadiyah: UMS Kepakkan Sayap Bangun Sekolah Islam di Selandia Baru

              Bertahun-tahun Tak Pernah Kurban, Warga Pesisir Tugu Kini Rasakan Keajaiban Iduladha

              Bukan Sekadar Sekolah, SMAMCO Manokwari Jadi Simbol Toleransi dan Harapan Baru di Tanah Papua

              Oleh: M Arif Wijayanto

              Terdapat setidaknya tiga tema besar Muhammadiyah di abad kedua Persyarikatan ini antara lain adalah Kalender Islam Global Unifikatif (KIGU), Internasionalisasi Muhammadiyah dan Risalah Islam Berkemajuan (RIB). Ketiganya saling berkaitan. Namun bagaimana hal ini dapat diimplementasikan secara praktis di level akar rumput adalah menjadi pekerjaan rumah kita semua. Internasionalisasi Muhammadiyah memiliki berbagai bentuk baik dari pemikiran, pendidikan dan  amal usaha lainnya. RIB pun kaya akan misi-misi besar perkhidmatan keumatan, kebangsaaan dan kemanusiaan universal, serta perkhidmatan global dan perkhidmatan masa depan. Hal tersebut perlu diejawantahkan oleh berbagai pihak dan tingkatan baik dari level Pimpinan Pusat hingga Cabang-Ranting Istimewa di manca negara.

              Tulisan ini dimaksudkan untuk berbagi pengalaman kami dari Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Kansai Jepang pada level akar rumput dengan secara praktis mengambil yang mudah diterapkan dalam rangka berkontribusi dalam internasionaliasi Muhammadiyah di Jepang dan implementasi RIB dimana Gerakan Islam Berkemajuan adalah Gerakan Dakwah, Tajdid, Ilmu dan Amal. Satu yang kami praktikkan adalah penerapan KIGU yang diterbitkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk penentuan hari besar Islam di Jepang. Mengapa hal ini kami pilih? Karena KIGU memiliki berbagai dimensi seperti dimensi tajdid, dimensi internasionalisasi Muhammadiyah, dan dimensi Islam Berkemajuan itu sendiri.

              Awal Mula Implementasi KIGU di Jepang

              Setelah MTT PP Muhammadiyah pada tahun 2020 merilis KIGU untuk 1442H, bagaikan bejana mendapatkan tutupnya, tanpa berpikir panjang kamipun segera menggunakannya sebagai petunjuk waktu hijriah dalam melakukan kegiatan ibadah dan pengajian di ranting kami. Mulai dari kegiatan perayaan hari besar Islam seperti Isra’ Mi’raj, Maulid Nabi Muhammad SAW, permulaan puasa Ramadhan, dengan segera dapat mempersiapkan jadwal kegiatan bulan Ramadhan 1442H mulai dari Tarhib Ramadhan, Nuzulul Qur’an, dan kegiatan utama yaitu Tadarrus & Tasmi’ “ONE NIGHT ONE JUZ” khatam 30 Juz selama Ramadhan, serta pelaksanaan Shalat Idul Fitri dan Idul Adha 1442H. Selain itu KIGU ini juga menjadi patokan kami dalam menjalankan ibadah sunnah lainnya seperti puasa Ayyamul Bidh pada setiap pertengahan bulan hijriah.

              Penerbitan KIGU oleh MTT PP Muhammadiyah tersebut sangat membantu sebagai petunjuk praktis amal ibadah warga dan kader di Jepang yang berada di level akar rumput sebagai ujung tombak dakwah secara langsung di masyarakat. Hal ini mengingat maklumat awal bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah yang biasa diterbitkan oleh PP Muhammadiyah hanya berlaku untuk wilayatul hukmi Indonesia. Metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal yang digunakan dalam maklumat tersebut pun hanya berlaku untuk wilayah Indonesia. Apabila kami hendak menerapkan Metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal di Jepang tentunya kami harus melakukan hisab sendiri dengan titik markaz di Jepang. Hal ini membutuhkan sumber daya manusia yang ahli dalam hisab yang tidak semua Cabang-Ranting Istimewa memilikinya. Oleh karena itu, KIGU yang diterbitkan oleh MTT PP Muhammadiyah yang didasarkan pada prinsip-prinsip Kalender Islam Global hasil Kongres Penyatuan Kalender Hijriah Internasional di Istanbul 2016 dapat diandalkan karena berlaku untuk seluruh dunia.

              Shalat Id Pertama Muhammadiyah di Jepang dan Perkembangannya

              Sepanjang sejarah berdirinya Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jepang selama kurang lebih 15 tahun, menurut catatan kami pertama kali Shalat Id didirikan secara mandiri atas nama Muhammadiyah beserta tata caranya adalah Shalat Idul Fitri 1442H/13 Mei 2021M di Osaka yang dilaksanakan oleh PRIM Kansai, yang kemudian dilanjutkan dengan Shalat Idul Adha 1442H/20 Juli 2021, Shalat Idul Fitri 1443H/2 Mei 2022, Shalat Idul Adha 1443H/9 Juli 2022 dan terakhir Shalat Idul Fitri 1444H/21 April tahun 2023 ini. Tentu saja ini merupakan wujud ghirah bagi pengembangan dan kemajuan Muhammadiyah di Jepang yang dilakukan oleh para warga PCIM Jepang yang berdomisili di wilayah Kansai. Meskipun dalam komunitas Indonesia seolah-olah PRIM Kansai sendirian melaksanakan Shalat Id berdasar hisab, namun sesungguhnya kami tidaklah sendiri. Ada juga Masjid Tokyo Camii Turki di Tokyo (berdiri tahun 1938) yang juga mempraktekkan kalender berdasar hisab sejak lama.

              PRIM Kansai Jepang terbentuk pada tanggal 31 Oktober 2020 sebagai wujud ghirah dari warga Muhammadiyah wilayah Kansai Jepang yang sangat ingin berdakwah dengan cara Muhammadiyah sebagai “Islam Berkemajuan” di Negeri Matahari Terbit. Pertama kali kami menerapkan KIGU adalah pada Idul Fitri 1442H/2021M. Kala itu Jepang masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Sehingga awalnya kami agak ragu untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri 1442H sebagai penyempurna bulan suci Ramadhan 1442H. Namun karena ada sedikit relaksasi pembatasan sosial, akhirnya kami memutuskan untuk melakukan Shalat Idul Fitri secara terbatas dengan protokol kesehatan ketat yang dihadiri oleh sekitar 25 orang. Berhubung kondisi pandemi Covid-19 yang tidak memungkinkan untuk mengundang Ustadz dari luar kota Osaka atau dari Indonesia sebagai imam dan khatib, dalam Idul Fitri kali pertama ini Ketua PRIM Kansai Jepang, Ustadz HM. Arif Wijayanto bertindak sebagai Imam dan Khatib pada Shalat Idul Fitri 1442H di Tsuruya Building Honmachi, Osaka. Kemudian pada Idul Adha 1442H yang menjadi Imam dan Khatibnya adalah Ustadz H. Hananto yang dihadiri sekitar 50 orang jamaah yang bertempat di Hanamizuki Hall, Osaka. Beliau adalah Ketua Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional (LHKI) PCIM Jepang periode 2020-2022 yang kami undang dari Tokyo ke Osaka.  Begitu pula pada Shalat Idul Fitri 1443H yang dihadiri oleh sekitar 100 orang jamaah yang bertempat di Naniwa Kumin Center, Osaka. Lalu pada Shalat Idul Adha 1443H yang bertindak sebagai Imam dan Khatibnya adalah Ustadz Tohir Mabruri, Lc Direktur Representatif Muhammadiyah Japan yang juga merupakan kader PRIM Kansai lulusan Universitas Al-Azhar Kairo Mesir dengan dihadiri oleh jamaah sekitar 150 orang dan bertempat di Asahi Kumin Center, Osaka.

              Kemudian pada Shalat Idul Fitri 1444H/2023M kali ini yang bertindak kembali selaku Imam dan Khatib adalah Ustadz HM. Arif Wijayanto Ketua PRIM Kansai Jepang yang bertempat di Tennoji Kumin Center, Osaka.  Pada Idul Fitri 1444H kali ini pendaftar mencapai sekitar 225 orang dari berbagai prefektur di wilayah Kansai yaitu Osaka, Kyoto, Nara, Hyogo dan lain-lain. Bahkan ada pula jamaah dari luar wilayah Kansai. Dilihat dari statistik jamaah dari waktu ke waktu tersebut, terlihat bahwa makin hari semakin bertambah jamaah yang hadir pada Shalat Id yang dilaksanakan oleh PRIM Kansai. Bila dibanding Sholat Id pertama, jamaah Sholat Id kali ini meningkat sekitar 900%. Bahkan tak kurang jamaah baru mengatakan tidak menyangka ada Muhammadiyah di Jepang. Mereka menunjukkan kegembiraannya dengan adanya pelaksanaan Shalat Id tersebut. Pelaksanaan Shalat Id ini kami maksudkan sebagai upaya pelayanan terhadap umat pada umumnya maupun warga Muhammadiyah dan pengamal hisab pada khususnya, mengingat pengamal hisab bukan hanya warga Muhammadiyah. Hal ini pun kami pandang efektif dalam menambah simpatisan dan warga PRIM Kansai, yang kedepannya dapat berkontribusi menghidup-hidupkan Muhammadiyah di Jepang.

              Dinamika Implementasi Kalender Islam Global Unifikatif (KIGU)

              Implementasi KIGU yang dilakukan oleh PRIM Kansai telah memberikan warna dalam komunitas muslim khususnya di wilayah Kansai. Dalam pelaksanaan KIGU terutama untuk Shalat Id kami membuat pengumuman dan registrasi jamaah Shalat Id kepada seluruh komunitas muslim khususnya di wilayah Kansai Jepang sambil mensosialisasikan KIGU. Selain itu kami membuat pengumuman pelaksanaannya secara terbuka, serta menyampaikan undangan. Bahkan di tahun ini pemberitahuan kami buat dalam tiga bahasa yaitu Bahasa Indonesia, Inggris dan Jepang.  Dari implementasi ini timbul banyak dinamika, mulai dari pertanyaan mengapa Muhammadiyah melaksanakan puasa Ramadhan atau Shalat Id lebih dulu dan berbeda hari dibanding yang lain? Mengapa tidak mengikuti jumhur ulama yang berada di Jepang? Bahkan ada selentingan yang kami dengar sendiri bahwa Muhammadiyah di Kansai telah memecah belah umat Islam di Jepang.

              Semua itu sudah kami sadari dan maklumi sejak awal bahwa perbedaan/khilafiyah terkait perbedaan metode hisab dan rukyat yang menyebabkan perbedaan awal Ramadhan dan Syawal telah terjadi sejak berabad lalu. Bahkan di Jepang pun sudah terjadi setidaknya sejak tahun 80an sebelum ada Muhammadiyah di Jepang. Sehingga bagi kami reaksi apapun dari komunitas muslim Kansai adalah respon baik yang menunjukkan adanya perhatian dari komunitas terhadap metode hisab dengan KIGU yang berbeda dengan ru’yatul hilal selama ini di Jepang. Dan justru ini adalah permulaan yang tepat di Jepang untuk menyatukan umat Islam Jepang dengan menggunakan KIGU yang dapat menjadi andil besar dalam dakwah Islam berkemajuan kepada masyarakat asli Jepang. Perlu diketahui oleh kita semua bahwa justru KIGU adalah satu-satunya cara menyatukan kalender hijriah sedunia karena KIGU menganut suatu prinsip yaitu satu hari satu tanggal di seluruh dunia. Prinsip ini justru disetujui jumhur ulama dan ahli falak dunia yaitu 80 dari 127 orang yang hadir dari 50 negara pada International Hijri Calendar Unity Congress di Istanbul 2016.

              Dinamika di Kansai tersebut terjadi pada tahun 2022 lalu pada Idul Fitri 1443H. Untuk mengantisipasi hal tersebut, kami mengundang Ketua Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional (LHKI) PCIM Jepang 2020-2022 Hananto untuk membantu menjelaskan KIGU kepada warga di Kansai sekaligus meminta beliau menjadi Imam Khatib pada Idul Fitri 1443H. Hal ini mengingat tugas pokok LHKI ada 4 (empat) dimana tugas pokok nomor 4 adalah: “Mengefektifkan kerjasama dengan berbagai kalangan, baik dalam maupun luar negeri, guna meningkatkan peran Muhammadiyah dan umat Islam secara lebih luas sekaligus mengantisipasi segala bentuk pemojokan yang merugikan Muhammadiyah dan umat Islam.” Hal ini ditindaklanjuti oleh Ketua LHKI PCIM Jepang 2020-2022 dengan kesediaan menjadi Imam dan Khatib dengan mengangkat tema “Idul Fitri dan Kalender Islam Global sebagai Kemajuan Peradaban Islam” yang naskahnya dapat dibaca di laman Suara Muhammadiyah 5 Mei 2022 pada link berikut. https://suaramuhammadiyah.id/2022/05/05/idul-fitri-dan-kalender-islam-global-sebagai-kemajuan-peradaban-islam/

              Selain itu Ketua LHKI Jepang 2020-2022 kami ajak menemui beberapa pihak untuk membantu menjelaskan mengapa PRIM Kansai mengunakan KIGU. Selepas safari ke Kansai, Ketua LHKI PCIM Jepang 2020-2022 juga menuliskan dinamika di Kansai tersebut untuk menambah wawasan semua pihak baik internal maupun eksternal dengan artikel berjudul “Bijak dalam Perbedaan Metode Penentuan Awal Ramadhan dan Syawal: Dinamika di Kansai Jepang.“ Tulisan tersebut juga dimuat di laman Suara Muhammadiyah 18 Mei 2022 yang dapat dibaca pada link berikut. https://suaramuhammadiyah.id/2022/05/18/bijak-dalam-perbedaan-awal-ramadhan-dan-syawal-dinamika-di-kansai-jepang/

              Dengan penjelasan langsung lisan dan tulisan melalui khutbah, diskusi, dan artikel oleh Ketua LHKI PCIM Jepang 2020-2022 pada tahun lalu tersebut cukup berdampak positif terhadap pemahaman warga dan komunitas di Kansai. Sehingga pada perayaan Idul Fitri tahun 1444H ini sejauh kami amati tidak terdapat lagi respon negatif terhadap kami PRIM Kansai Jepang. Alhamdulillah saling menghargai perbedaan dalam hari raya makin terbina dalam komunitas yang majemuk tersebut. Dalam rangka membina toleransi dan ukhuwah Islamiyah terhadap perbedaan ini, pada Shalat Idul Fitri 1444H Imam dan Khatib Ustadz HM. Arif Wijayanto selaku Ketua PRIM Kansai mengangkat tema khutbah “Hari Raya, Wasatiyyat Islam dan Ukhuwah Islamiyah” yang naskahnya dapat dibaca pada laman Suara Muhammadiyah 23 April 2023 pada link berikut. https://suaramuhammadiyah.id/2023/04/23/hari-raya-wasatiyat-islam-dan-ukhuwah-islamiyah/. Dengan upaya-upaya ini diharapkan makin terbina saling pengertian diantara sesama umat Islam.

              Urgensi KIGU

              Beberapa alasan mengapa kami di Jepang sangat perlu menggunakan KIGU sebagai petunjuk waktu Hari Raya dan ibadah dalam kehidupan sehari-hari yaitu:

              Melaksanakan amanat Muktamar ke-47 tahun 2015 dimana dalam muktamar tersebut KIGU diamanatkan dan menjadi bagian dari perjuangan Muhammadiyah. Sebagai kader Muhammadiyah sudah seyogianya kita melaksanakan amanat muktamar kapanpun dan dimanapun kita berada. Dan ini adalah wujud dari internasionalisasi Muhammadiyah di Jepang.
              Melaksanakan Perkhidmatan Global dalam Risalah Islam Berkemajuan yang merupakan hasil Muktamar ke-48 tahun 2022 dimana KIGU sebagai salah satu wujud Islam berkemajuan yang tercantum di dalam dokumen tersebut (lihat RIB Bab IV.4. tentang Perkhidmatan Global halaman 68).
              Menyatukan umat dengan Maqasid Syariah (aspek Bayani). KIGU dilatarbelakangi maqasid syariah bahwa hendaknya kita berpuasa ketika semua kita berpuasa, beridul fitri ketika semua kita beridul fitri, dan beridul adha ketika semua kita beridul adha. Hal ini sesuai hadits berikut:

              عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَالأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ

              [رواه الترمذي والبيهقي والدارقطني وأبو داود].

              Dari Abū Hurairah [diriwayatkan] bahwa Nabi saw bersabda: Puasa itu pada hari seluruh kamu berpuasa, Idulfitri itu pada hari kamu beridulfitri dan Iduladha itu pada hari kamu beriduladha [HR at-Tirmiżī, al-Baihaqī, ad-Dāraquṭnī, dan Abū Dāwūd].

              Selain itu kehadiran KIGU akan semakin menguatkan Islam sebagai umat yang satu padu atau ummah wahidah sebagaimana dimaksud dalam QS Al Mu’minun 52 dan Al-Anbiya 92, dengan catatan bahwa “seluruh kamu“ dalam hadits diatas adalah seluruh umat Islam di dunia sebagai umat yang satu dan bukan di negara tertentu saja. Hal ini bisa dilihat bahwa mayoritas belahan bumi telah beridul fitri pada Jumat 21 April 2023M yang semestinya dapat diikuti oleh seluruh umat Islam sedunia bila KIGU dianut.

              Menyatukan umat dengan Science (aspek Burhani). Mengingat kondisi Jepang yang secara geografis terletak di belahan bumi timur tidak menguntungkan untuk dapat melihat hilal dengan rukyat, seharusnya dapat menyadarkan umat Islam di Jepang bahwa hanya dengan metode hisablah kalendar hijriah dapat disusun. Apalagi di negeri Jepang yang sangat terkenal dengan kemajuan teknologinya yang sangat akurat.
              Dengan aspek Bayani dan Burhani tersebut, seyogianya kita mampu menggunakan hati nurani (aspek Irfani) untuk dapat menerima dengan kelegaan hati untuk beridul fitri bersama mayoritas belahan bumi melalui upaya penyatuan kalender hijriah internasional dengan KIGU yang merupakan satu-satunya jalan penyatuan kalender Islam.
              KIGU berlaku seluruh dunia dan lebih praktis dalam pelaksanaannya dibanding melakukan hisab sendiri dengan matlak Jepang. Dengan KIGU ini maka semua mudah direncanakan dan dilaksanakan tanpa ada perbedaan. Para pekerja migran dapat merencanakan cuti jauh-jauh hari sebelumnya kepada perusahaan Jepang tempatnya bekerja. Budaya kerja Jepang juga menuntut perencanaan yang pasti dan terjadwal. KIGU ini sangat membantu para pekerja migran di Jepang dalam merencanakan kegiatan dan berkoordinasi dengan pihak perusahaan ataupun bagi mahasiswa dalam aktifitas kampusnya.

              Pelaksanaan Shalat Id berdasar KIGU ini diharapkan dapat diperluas pada wilayah-wilayah lain sehingga upaya sosialisasi KIGU sebagai pemersatu umat dalam penentuan awal bulan hijriah semakin difahami masyarakat internasional dan sebagai jalan membayar hutang peradaban Islam. Hal ini tergantung pada tekad para kader Muhammadiyah dalam mengimplementasikan KIGU sebagai amanat Muktamar ke-47 tahun 2015 dan sebagai salah satu bentuk internasionalisasi Muhammadiyah dan realisasi RIB sebagai amanat Muktamar ke-48 tahun 2022.

              Adanya KIGU ini sangat membantu para kader dan warga di Kansai dalam berbagai hal. Sehingga terdapat antusiasme dan komitmen dari warga bahwa pelaksanaan Shalat Id berdasarkan KIGU tetap harus dilaksanakan untuk melayani umat, walaupun yang hadir hanya sepuluh orang. Begitulah kalimat yang meluncur dari salah seorang Kader ‘Aisyiyah di Kansai. Semangat dan keyakinan warga inilah yang menjadi motivasi pengurus untuk tetap terus mensosialisasikan KIGU dengan pelaksanaan Shalat Id dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

              Seluruh pelaksanaan Shalat Id tersebut masih menggunakan tempat yang kami sewa karena memang kami belum memiliki tempat sendiri. Mungkin ke depannya PRIM Kansai perlu memiliki tempat aktifitas sendiri mengingat semakin banyaknya kader yang berkumpul merapat di sini. Internasionalisasi Muhammadiyah dapat diaplikasikan dengan banyak cara seperti membuat sekolah, masjid, dan pusat keunggulan lainnya. Tapi walaupun belum memiliki tempat sendiri, kegiatan bisa dilaksanakan dengan menyewa tempat untuk pelaksanaan Shalat Id. Dan ternyata para jamaah juga mendukungnya dengan memberi infak yang memadai untuk pelaksanaan Shalat Id tersebut. Pelaksanaan Shalat Id berdasar KIGU yang merupakan amanat Muktamar perlu tetap dipelihara terus menerus. Semoga dengan berbagi pengalaman ini dapat memberikan sumbangsih inspirasi positif bagi para kader Cabang-Ranting Istimewa dan warga Muhammadiyah dimanapun berada, khususnya yang bermukim di luar negeri dan juga bagi warga Muhammadiyah di tanah air agar mengetahui perkembangan Muhammadiyah di manca negara. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

               

              Osaka, 15 Syawal 1444H/5 Mei 2023M

              M Arif Wijayanto, Ketua PRIM Kansai Jepang

              –Read Moremuhammadiyah.or.id

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Wisuda UMC ke-30 Panen Prestasi

              Next Post

              Kompetisi Debat, Mahasiswa UNAMIN Siap Wakili Papua Barat di Tingkat Nasional

              InfoLain

              BeritaMu

              Cara Mengajar Guru PAUD Masa Kini: Ubah Kata Menjadi Karakter Lewat Growth Mindset

              31/05/2026
              BeritaMu

              Internasionalisasi Pendidikan Muhammadiyah: UMS Kepakkan Sayap Bangun Sekolah Islam di Selandia Baru

              31/05/2026
              BeritaMu

              Bertahun-tahun Tak Pernah Kurban, Warga Pesisir Tugu Kini Rasakan Keajaiban Iduladha

              30/05/2026
              Next Post
              Kompetisi Debat, Mahasiswa UNAMIN Siap Wakili Papua Barat di Tingkat Nasional

              Kompetisi Debat, Mahasiswa UNAMIN Siap Wakili Papua Barat di Tingkat Nasional

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Cara Mengajar Guru PAUD Masa Kini: Ubah Kata Menjadi Karakter Lewat Growth Mindset

                31/05/2026

                Internasionalisasi Pendidikan Muhammadiyah: UMS Kepakkan Sayap Bangun Sekolah Islam di Selandia Baru

                31/05/2026

                Bertahun-tahun Tak Pernah Kurban, Warga Pesisir Tugu Kini Rasakan Keajaiban Iduladha

                30/05/2026

                Kisah Mahasiswa UNIMUGO Jadi Duta Inspirasi Indonesia: Bukti Mahasiswa Daerah Bisa Bersaing di Kancah Nasional

                30/05/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,262)
                • Hukum Islam (1,416)
                • Kabar PTMA (3,749)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Cara Mengajar Guru PAUD Masa Kini: Ubah Kata Menjadi Karakter Lewat Growth Mindset

                31/05/2026

                Internasionalisasi Pendidikan Muhammadiyah: UMS Kepakkan Sayap Bangun Sekolah Islam di Selandia Baru

                31/05/2026

                Bertahun-tahun Tak Pernah Kurban, Warga Pesisir Tugu Kini Rasakan Keajaiban Iduladha

                30/05/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In