PWMJATENG.COM, SEMARANG — Penantian panjang warga pesisir Mangunharjo, Mangkang Wetan, akhirnya terjawab. Lazismu Kota Semarang hadir mendobrak ketimpangan melalui aksi nyata pemerataan kurban di wilayah 3T tersebut.
Aksi Nyata di Titik Terluar
Kegiatan kemanusiaan ini mengusung tema “Berbagi Qurban Berbagi Kebahagiaan”. Lazismu memilih sekitar Musala An-Nur, Desa Mangunharjo, sebagai lokasi utama. Kawasan pesisir ini termasuk dalam peta wilayah 3T (tertinggal, terluar, dan terdalam) di Kota Semarang.
Agus Alwi Mashuri, Badan Pengurus Harian (BPH) Lazismu Kota Semarang, memaparkan alasan pemilihan lokasi tersebut. Data lapangan menunjukkan minimnya aktivitas kurban di sana selama bertahun-tahun. “Hari ini kita pilih masyarakat daerah terluar Kecamatan Tugu. Setiap tahunnya tidak ada kurban di sekitar Musala An-Nur ini,” ujar Agus Alwi Mashuri.
Lazismu memotong rantai ketimpangan tersebut dengan menyembelih dua ekor sapi dan satu ekor kambing dam. Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tugu kemudian memimpin distribusi logistik. Bantuan tersalurkan secara merata kepada warga yang membutuhkan.
Sinergi dan Pelayanan Kesehatan Gratis
Kehadiran pimpinan persyarikatan memberi motivasi besar bagi para relawan. Sekretaris PDM Kota Semarang, Suparno BM, S.Ag., M.Si., turun langsung mengawal distribusi daging serta paket sembako.
Masyarakat Mangkang Wetan juga menikmati fasilitas pengobatan massal gratis. Tim medis Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah memberikan layanan prima bagi para nelayan setempat. Agus Alwi berterima kasih atas dukungan kolaboratif dari IDX Kantor Perwakilan Semarang, RS Roemani, serta Artha Surya Barokah.
Harapan dan Keberlanjutan Dakwah
Ketua PRM Mangkang Wetan, Marodi, sangat bersyukur atas bantuan yang baru pertama kali menyentuh lingkungannya. “Kami, sebagai perwakilan warga sekaligus takmir Mushola An-Nur, merasa sangat beruntung. Baru kali ini ada hewan kurban dari Lazismu Kota Semarang,” tutur Marodi.
Ketua PCM Tugu, Zainal, berharap program ini berlanjut sebagai intervensi sosial yang konsisten. “Kami sangat mengharapkan program ini berlanjut. Ini daerah pesisir, di mana masyarakat sangat membutuhkan uluran tangan,” kata Zainal.
Suparno BM menambahkan, pemberdayaan di wilayah pesisir pantai utara adalah langkah strategis. Ia mendorong PCM Tugu untuk terus membina kawasan ini secara berkala. Langkah ini penting guna memperkuat basis ekonomi serta spiritual masyarakat.
Kontributor : Adib Abyan Alb
Editor: Al-Afasy
The post Bertahun-tahun Tak Pernah Kurban, Warga Pesisir Tugu Kini Rasakan Keajaiban Iduladha appeared first on Muhammadiyah Jateng.




