PWMJATENG.COM, Auckland — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus mempercepat langkah internasionalisasi pendidikan Muhammadiyah di kancah global. Kampus terkemuka ini resmi menggandeng Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Selandia Baru untuk membangun ekosistem pendidikan Islam bagi masyarakat diaspora di Auckland.
Kolaborasi strategis tersebut lahir setelah jajaran pimpinan UMS bersilaturahmi langsung ke Auckland. Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., memimpin langsung rombongan ini guna memperkuat program pengabdian masyarakat berskala internasional.
Kirim Hafiz Al-Qur’an untuk Anak-Anak Diaspora
Sebagai langkah awal yang konkret, UMS akan mengirimkan para alumni terbaik penerima Beasiswa Tahfidz UMS ke Auckland. Para penghafal Al-Qur’an ini bakal bertugas mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) PCIM Auckland secara bergilir setiap tiga bulan.
Langkah ini menjadi jawaban nyata atas kebutuhan mendesak para orang tua Indonesia di Selandia Baru. Selama ini, warga diaspora cukup kesulitan mendapatkan akses pendidikan agama berbasis nilai kebangsaan yang kuat untuk anak-anak mereka. Kehadiran para pengajar muda dari Surakarta tersebut diharapkan mampu menjaga identitas keislaman generasi muda sejak dini.
“Kami merancang program pengabdian ini secara berkelanjutan agar estafet dakwah dari satu angkatan ke angkatan berikutnya tidak terputus,” ujar Harun Joko Prayitno.
Menuju Pendirian Muhammadiyah Academy College
Rencana besar kerja sama global ini ternyata tidak hanya berhenti pada level pendidikan dasar dan TPQ saja. Universitas Muhammadiyah Surakarta bersama pengurus PCIM setempat kini tengah mematangkan cetak biru pembangunan lembaga yang lebih besar.
Kedua belah pihak sepakat untuk merintis pendirian Muhammadiyah Academy College di Auckland. Lembaga baru ini nantinya akan memosisikan diri sebagai pusat pendidikan berbasis nilai Islam modern. Keberadaan kampus ini tidak hanya menyasar warga Indonesia, melainkan juga terbuka lebar bagi komunitas internasional di Selandia Baru.
Komitmen Dakwah Lintas Negara
Ketua PCIM Auckland, Akmaloni, menyambut sangat baik realisasi program internasionalisasi pendidikan Muhammadiyah ini. Menurut Akmal, dukungan penuh dari universitas besar seperti UMS akan mempercepat perkembangan PCIM Selandia Baru yang baru berdiri sejak awal 2026.
Gerakan masif ini sekaligus membuktikan bahwa jejaring persyarikatan di luar negeri terus bergerak aktif menghadirkan solusi konkret. Melalui kolaborasi lintas negara tersebut, Muhammadiyah berkomitmen kuat membangun peradaban dunia yang mencerahkan sekaligus berkemajuan.
Kontributor: Maysali
Editor: Ayma
The post Internasionalisasi Pendidikan Muhammadiyah: UMS Kepakkan Sayap Bangun Sekolah Islam di Selandia Baru appeared first on Muhammadiyah Jateng.



