PWMJATENG.COM, MAGELANG — Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Kota Magelang membuat gebrakan baru dalam dunia pendidikan anak usia dini. Mereka melatih para pendidik untuk mengubah cara mengajar guru PAUD melalui teknik komunikasi positif dan pola pikir berkembang (growth mindset).
Langkah strategis ini bertujuan untuk memaksimalkan masa emas pertumbuhan anak. Berdasarkan data ilmiah, sekitar 85 persen perkembangan otak manusia justru terjadi sebelum anak menginjak usia enam tahun. Oleh karena itu, perubahan pola komunikasi di kelas menjadi investasi sosial jangka panjang yang sangat bernilai.
Menanamkan Pola Pikir Berkembang di Kelas
Dalam pelatihan ini, para peserta mendalami konsep growth mindset yang bersumber dari pemikiran Carol Dweck. Konsep psikologi ini mengajarkan bahwa kecerdasan anak bukan sesuatu yang statis. Sebaliknya, kemampuan buah hati dapat terus berkembang melalui latihan, ketekunan, serta keberanian menghadapi tantangan.
Melalui pendekatan tersebut, guru pendamping belajar melihat kesalahan murid sebagai sebuah proses belajar yang wajar. Pengalihan perspektif ini membantu siswa membangun rasa percaya diri yang kuat sejak dini. Akhirnya, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan tidak mudah takut gagal saat menemui kesulitan.
Seni Berbicara Positif Berbasis Nilai Al-Qur’an
Selain pola pikir, aspek krusial lain yang menjadi sorotan adalah seni berbicara positif di lingkungan sekolah. Setiap patah kata dari pendidik terbukti memberikan dampak psikologis yang besar bagi emosi siswa. Mengingat efeknya yang masif, komunikasi penuh empati harus menjadi fondasi utama dalam cara mengajar guru PAUD.
Menariknya, materi pelatihan ini juga memadukan teknik modern dengan tuntunan literasi Islam universal. Para guru belajar menerapkan prinsip qaulan sadidan atau perkataan yang benar serta qaulan layyinan yang berarti lemah lembut. Kombinasi ini menghasilkan panduan komunikasi praktis yang sangat humanis bagi tumbuh kembang anak.
“Ubah kalimat larangan seperti ‘Jangan berisik!’ menjadi ajakan halus seperti ‘Mari kita simpan suara kita agar bisa saling mendengar,’” ujar narasumber saat memandu sesi simulasi peran.
Strategi Aksi Nyata di Sekolah
Tak hanya teori, para peserta juga langsung menyusun rencana aksi konkret untuk sekolah mereka masing-masing. Mereka merancang pembuatan poster kalimat motivasi hingga pembiasaan ucapan penyemangat setiap pagi hari. Seluruh program ini bertujuan menciptakan ekosistem belajar yang menyenangkan dan mendukung growth mindset anak.
Pelatihan inovatif ini menegaskan bahwa cara mengajar guru PAUD tidak boleh terjebak pada metode konvensional. Melalui penataan bahasa dan pikiran yang tepat, guru bisa menyentuh jiwa sekaligus menginspirasi masa depan anak. Komitmen bersama inilah yang nantinya akan melahirkan generasi emas yang berkarakter kuat dan siap menghadapi zaman.
Kontributor: Hendra
Editor: Ayma
The post Cara Mengajar Guru PAUD Masa Kini: Ubah Kata Menjadi Karakter Lewat Growth Mindset appeared first on Muhammadiyah Jateng.



