WARTAPTM.ID, TANGERANG – Asosiasi Kantor Urusan Internasional (ASKUI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) mengambil peran strategis dalam ajang The 5th Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, pada 22–25 Juni 2026.
Di bawah koordinasi Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, ASKUI PTMA memfasilitasi keterlibatan 30 delegasi dari perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah untuk berpartisipasi dalam forum global tersebut.
GSDC merupakan kongres internasional yang diinisiasi oleh Times Higher Education (THE) dan mempertemukan sekitar 5.000 delegasi dari berbagai sektor, mulai dari akademisi, pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat sipil. Forum ini menjadi ruang kolaborasi strategis dalam merumuskan langkah konkret pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat global.
Ketua ASKUI PTMA, Aidil Syahputra, menyampaikan bahwa partisipasi PTMA dalam GSDC 2026 merupakan bagian dari upaya internasionalisasi sekaligus penguatan posisi perguruan tinggi Muhammadiyah di tingkat global.
“Agenda kami di sini adalah menyampaikan dan mempresentasikan hasil SDGs dari setiap perguruan tinggi serta mengikuti rangkaian seminar internasional untuk menjawab permasalahan SDGs di dunia,” ujarnya.
Sebanyak 30 PTMA tercatat mengirimkan delegasi dalam kegiatan ini. Selain mengikuti forum diskusi, PTMA juga menghadirkan booth interaktif sebagai sarana berbagi pengalaman dan praktik baik implementasi SDGs kepada komunitas global.
Melalui booth tersebut, para delegasi menampilkan berbagai inovasi unggulan yang relevan dengan indikator pembangunan berkelanjutan. Inovasi tersebut antara lain produk biji kopi dan madu, pengenalan budaya lokal seperti Reog, sistem pengolahan sampah, serta berbagai hasil riset terapan lainnya dari masing-masing perguruan tinggi.

Aidil menambahkan bahwa keikutsertaan dalam GSDC 2026 juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat jejaring internasional, khususnya dalam pengembangan riset kolaboratif lintas negara.
“Yang bisa diambil pertama itu adalah membangun kembali, merajut kembali mitra-mitra luar negeri sehingga dengan event ini kita sudah melihat ke mana kita akan bekerja sama, terutama dalam pengembangan riset di indikator SDGs,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Ahmad Muttaqin, mengapresiasi langkah ASKUI PTMA dalam memperluas keterlibatan global perguruan tinggi Muhammadiyah.
Ia menilai partisipasi tersebut menjadi dorongan bagi PTMA lainnya untuk lebih aktif menyiapkan inovasi yang berdampak dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat internasional.
Selain itu, Muttaqin juga mendorong percepatan keikutsertaan PTMA dalam sistem pemeringkatan global, termasuk melalui integrasi program SDGs ke dalam kebijakan dan program internal perguruan tinggi.
Menurutnya, langkah ini sejalan dengan upaya mendukung program pemerintah, khususnya dalam pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 6 terkait kerja sama program studi dengan mitra kelas dunia.
Partisipasi ASKUI PTMA dalam GSDC 2026 menjadi bagian dari strategi besar Muhammadiyah dalam memperkuat kontribusi pendidikan tinggi terhadap pembangunan global. Melalui kolaborasi, inovasi, dan penguatan riset berbasis SDGs, PTMA diharapkan semakin berperan aktif dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan di masa depan.
The post PTMA Perkuat Peran Global di GSDC 2026, Dorong Kolaborasi SDGs Internasional appeared first on Warta PTM.



