TEMANGGUNG — MI Muhammadiyah Danurejo sukses menghadirkan inovasi kurikulum kreatif yang ramah anak. Mereka memboyong ratusan siswa kelas 1 untuk keluar dari rutinitas ruang kelas yang monoton. Oleh karena itu, madrasah tersebut memilih menerapkan Metode Pembelajaran Terpadu secara langsung melalui kunjungan edukatif ke Kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Temanggung pada Kamis (21/5/2026).
Pada awalnya, suasana halaman kantor penyelamatan bencana tersebut mendadak berubah menjadi riuh dan penuh tawa ceria. Para siswa dari kelas 1 A, 1 B, dan 1 C tampak berbaris rapi dengan tatapan mata yang berbinar penuh rasa ingin tahu. Seketika itu juga, para instruktur menyambut mereka dengan mengenalkan atribut lengkap seragam pemadam kebakaran (firefighter).
Sebab, pihak sekolah sengaja merancang kegiatan outing class ini untuk menghubungkan teks teori buku dengan dunia nyata. Guru kelas mengemas materi lintas mata pelajaran secara simultan agar ingatan visual anak melekat lebih kuat. Melalui kedekatan emosional inilah, esensi materi pembelajaran dasar dapat terserap secara organik tanpa membuat anak merasa terbebani.
Integrasi Unik Lintas Mata Pelajaran di Lapangan
“Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang berbeda karena para siswa diajak belajar langsung di lapangan,” tulis perwakilan guru dalam laporan pers sabtu (23/5). Terkait teknis pelaksanaan, tim pendidik mengaitkan ekosistem kerja pemadam kebakaran ke dalam berbagai silabus materi ujian nasional.
Mula-mula, anak-anak memperkaya kosakata Bahasa Inggris dengan melafalkan aneka jenis hewan penyelamat serta profesi penjinak api. Selanjutnya, mereka mendalami materi Pendidikan Pancasila melalui pengamatan nilai gotong royong dan kerja sama tim para petugas saat melayani warga. Tidak hanya berhenti di situ, para guru juga menyelipkan pembelajaran Matematika kontekstual lewat permainan berhitung angka kendaraan darurat.
Kenyataannya, pendekatan kurikulum luar kelas ini juga efektif memicu perkembangan fisik anak. Pada sesi olahraga, instruktur menantang siswa melakukan gerakan motorik kasar seperti berlari cepat dan latihan ketangkasan kinestetik. Dampaknya, simulasi fisik tersebut berhasil mengasah tingkat keberanian, melatih keseimbangan, serta memperkuat koordinasi tubuh anak secara optimal.
Pembekalan Dini Kesiapsiagaan Menghadapi Kebakaran
Melihat antusiasme yang begitu tinggi, pihak petugas Damkar Temanggung turut memberikan materi khusus mengenai edukasi keselamatan diri. Para petugas lapangan memperagakan cara menghindari titik api, mengenali sumber bahaya listrik, hingga membagikan tips langkah dasar penanganan situasi darurat sejak usia dini. Alhasil, para murid mendapatkan bekal proteksi diri yang sangat berharga untuk kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, kemanfaatan program literasi lapangan ini juga menyasar pada penguatan aspek kebahasaan siswa. Oleh karena itu, sekembalinya dari kantor damkar, para guru menugaskan anak-anak untuk menulis dan menceritakan kembali pengalaman seru mereka. Skema mandiri ini terbukti ampuh melatih kemampuan menyimak, berbicara, serta menyusun struktur kalimat sederhana secara runut.
Sebagai langkah jangka panjang, MI Muhammadiyah Danurejo berkomitmen untuk mematenkan Metode Pembelajaran Terpadu berbasis lapangan ini sebagai agenda rutin per semester. Bahkan, mereka tengah merancang kolaborasi lanjutan dengan lembaga penyelamat daerah lainnya. Langkah taktis tersebut diambil demi memastikan seluruh peserta didik tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara akademik, tangguh secara fisik, dan peka terhadap keselamatan lingkungan sekitar.
Kontributor: Re
Editor: ayma
The post Seru, MI Muhammadiyah Danurejo Terapkan Metode Pembelajaran Terpadu di Markas Damkar appeared first on Muhammadiyah Jateng.



