PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membuat langkah nyata untuk menyelamatkan masa depan para mahasiswanya. Mereka mengumpulkan ratusan mahasiswa untuk membedah hambatan kelulusan dari sisi psikologis. Oleh karena itu, institusi ini menggelar Workshop Peningkatan Penyelesaian Masa Studi bertajuk “Bring Your Future” pada Rabu (20/5).
Pada awalnya, ruangan Gedung Graha 58 UMS mendadak penuh oleh kehadiran hampir 300 mahasiswa angkatan 2022 hingga 2024. Seketika itu juga, antusiasme peserta langsung memuncak saat pemateri mulai mengupas akar masalah keterlambatan studi. Pihak kampus sengaja memadukan penguatan aspek akademik, mental, dan profesional agar mahasiswa mampu mengesekusi Strategi Kelulusan Tepat Waktu.
Berdasarkan cetak biru kurikulum, dosen Arsitektur UMS, Fadhilla Tri Nugrahaini, S.T., M.Sc., bertindak sebagai pembicara pertama. Dalam paparannya, Fadhilla membekali para peserta dengan langkah sistematis untuk memanajemen prosedur birokrasi tugas akhir. Panduan teknis tersebut berfungsi sebagai peta jalan agar mahasiswa tidak tersesat saat menyusun draf rancangan arsitektur mereka.
Akar Masalah Utama Keterlambatan Tugas Akhir
Meskipun bekal teknis sudah tersedia, kesiapan mental mahasiswa tetap memegang peranan yang sangat krusial. Sebab, pakar psikologi pendidikan, Aad Satria Permadi, S.Psi., M.A., Ph.D., membawa temuan mengejutkan mengenai hambatan non-akademik. Aad menjelaskan bahwa kemandekan skripsi sering kali berakar dari adanya trauma akademik mahasiswa yang tidak disadari.
Kenyataannya, luka psikologis tersebut sering kali memicu tumpukan emosi negatif seperti rasa takut, sedih, malu, hingga perasaan tidak berharga. Dampaknya, mahasiswa secara tidak sadar memilih untuk menghindar dan menjauh dari meja bimbingan dosen. “Mahasiswa yang lama menyelesaikan tugas akhir biasanya bukan karena malas,” tegas Aad Satria secara gamblang.
Untuk memulihkan kondisi emosional tersebut, Aad membagikan resep praktis untuk mendongkrak kembali kepercayaan diri yang sempat luntur. Para peserta belajar cara mengikis kebiasaan menunda pekerjaan, mengelola mood harian, serta memaksimalkan fungsi kelompok pendukung (support system). Selanjutnya, sesi interaktif ini berkembang menjadi ruang diskusi kelompok dan tanya jawab yang sangat cair.
Kesiapan Menghadapi Ekosistem Dunia Kerja Nyata
Sementara itu, alumni Arsitektur UMS, Ihsanudin Yusuf N.H., S.Ars., turut hadir melengkapi perspektif dari sudut pandang praktisi. Melalui pengalaman pribadinya, Ihsanudin membagikan taktik jitu untuk menaklukkan tekanan berat selama masa tugas akhir arsitektur. Beliau menekankan bahwa konsistensi harian merupakan kunci utama untuk menjembatani dunia perkuliahan menuju industri profesional.
Lebih lanjut, panitia menjelaskan bahwa pemilihan tema “Bring Your Future” mengandung pesan yang mendalam. Pihak pengelola prodi menuntut mahasiswa untuk mengambil peran aktif dalam merancang masa depan mereka sendiri sejak dini. Dengan demikian, lulusan Arsitektur UMS nantinya tidak sekadar mengantongi ijazah, melainkan matang secara mental dan siap pakai di industri kerja.
Sebagai penutup rangkaian acara, pihak fakultas berharap kegiatan ini memicu lonjakan angka kelulusan tepat waktu pada semester ini. Bahkan, pengelola laboratorium kini tengah menyiapkan sistem pemantauan kemajuan skripsi digital yang lebih ramah mahasiswa. Langkah taktis ini bergulir sebagai bentuk komitmen berkelanjutan dalam mengawal implementasi Strategi Kelulusan Tepat Waktu.
ributor: Fika
Editor: ayma
The post Bukan Malas, Arsitektur UMS Bedah Trauma Skripsi demi Strategi Kelulusan Tepat Waktu appeared first on Muhammadiyah Jateng.



