WARTAPTM.ID, YOGYAKARTA — Keluarga besar Muhammadiyah tengah berduka atas wafatnya Hamim Ilyas, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Almarhum berpulang pada Sabtu, 23 Mei 2026 sekitar pukul 01.40 WIB di RSA UGM, Yogyakarta.
Kepergian ulama sekaligus cendekiawan Muslim tersebut meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi Muhammadiyah, tetapi juga bagi umat Islam di Indonesia.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengenang almarhum sebagai sosok ulama yang alim, rendah hati dan penuh keteduhan dalam sikap maupun pemikiran.
Menurutnya, salah satu kontribusi penting almarhum adalah gagasan tentang Tauhid Rahamutiyah dalam pengembangan perspektif Islam Berkemajuan di Persyarikatan Muhammadiyah.
“Gagasan Tauhid Rahamutiyah yang dikembangkan Prof Hamim Ilyas menempatkan kasih sayang transformatif sebagai inti keimanan dan amal saleh,” ujar Haedar.
Konsep tersebut menegaskan bahwa ajaran tauhid tidak hanya berhenti pada aspek keyakinan dan ritual, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang menghadirkan kemaslahatan, keadilan sosial, dan kesejahteraan bagi umat manusia.
Sebelum wafat, Prof. Hamim Ilyas sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama beberapa waktu. Kondisinya sempat membaik, namun kembali menurun hingga akhirnya dirawat kembali beberapa hari sebelum berpulang.
Haedar Nashir bersama sejumlah pimpinan Muhammadiyah diketahui sempat menjenguk almarhum. Namun pada saat itu, kondisi beliau sudah tidak memungkinkan untuk berkomunikasi.
“Semua sudah berikhtiar, tetapi Allah telah menentukan ajalnya. Kita mesti melepas beliau dengan ikhlas,” pungkas Haedar.
Selain itu, keluarga yang ditinggalkan diharapkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini.
Kepergian Prof. Hamim Ilyas menjadi kehilangan besar, namun pemikiran dan keteladanannya akan terus hidup sebagai inspirasi dalam mengembangkan nilai-nilai Islam yang berkemajuan, berkeadilan, dan penuh kasih sayang.
“Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum. Semoga Allah Swt. menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkannya di jannatun na’im,” ucap Haedar.
The post Prof Hamim Ilyas Tutup Usia, Muhammadiyah Kehilangan Ulama Teduh dan Rendah Hati appeared first on Warta PTM.



