WARTAPTM.ID, PEKALONGAN — Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) kembali mencatatkan capaian positif melalui Program Studi Profesi Apoteker yang semakin diminati calon mahasiswa dari berbagai daerah.
Meski tergolong program studi yang relatif baru, prodi ini menunjukkan daya tarik tinggi dengan jumlah pendaftar yang jauh melampaui kuota yang tersedia.
Momentum tersebut tampak dalam prosesi pengambilan sumpah profesi apoteker angkatan kedua yang digelar di Gedung Rektorat UMPP, Kamis (21/5/2026). Sebanyak 39 lulusan resmi menyandang gelar apoteker setelah dinyatakan lulus Ujian Kompetensi Nasional.
Dekan Fikkes UMPP, Nurul Aktifah, menyampaikan bahwa seluruh lulusan angkatan kedua berhasil meraih kelulusan sempurna.
“Pengambilan sumpah ini menandai bahwa para lulusan telah memenuhi standar kompetensi sebagai apoteker. Alhamdulillah, angkatan kedua ini lulus 100 persen dalam Ujian Kompetensi Nasional,” ujarnya.
Tingginya kepercayaan masyarakat tercermin dari jumlah pendaftar yang mencapai hampir 200 orang setiap tahun, sementara kuota penerimaan dibatasi hanya 40 mahasiswa.
Menariknya, calon mahasiswa tidak hanya berasal dari Jawa Tengah, tetapi juga dari berbagai wilayah di Indonesia hingga luar negeri.
“Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Pendaftar datang dari luar Jawa bahkan internasional, ini menunjukkan kepercayaan terhadap kualitas prodi kami,” tambahnya.
Dengan rasio seleksi sekitar 1:4, UMPP menerapkan proses seleksi ketat melalui ujian tertulis dan wawancara guna memastikan kualitas calon mahasiswa.
Salah satu lulusan terbaik, Hendra Wahyudi, menjadi contoh nyata daya tarik nasional prodi ini. Ia rela merantau dari Kalimantan Timur demi menempuh pendidikan profesi apoteker di UMPP.
“Di daerah saya masih terbatas program profesi apoteker. Setelah melihat informasi di media sosial, saya tertarik ke UMPP dan ternyata fasilitasnya sangat mendukung,” ungkapnya.
Ia berhasil menyelesaikan studi dengan capaian akademik sempurna dan berencana kembali ke daerah asal untuk mengembangkan profesinya.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan kolegium apoteker, Maria Ulfa, menyoroti tantangan profesi apoteker di tengah dinamika regulasi, termasuk kebijakan terbaru dari Badan Pengawas Obat dan Makanan terkait distribusi obat.
Ia menilai, perluasan akses penjualan obat hingga ke berbagai platform dan kanal distribusi harus diimbangi dengan pengawasan profesional.
“Apoteker memiliki kompetensi dalam memahami farmakologi, efek samping, hingga interaksi obat. Peran ini sangat penting untuk menjamin keamanan pasien,” tegasnya.
Menurutnya, keterlibatan tenaga profesional menjadi kunci dalam mencegah risiko penyalahgunaan obat yang dapat berdampak luas bagi kesehatan masyarakat.
Capaian Program Studi Profesi Apoteker UMPP sekaligus meneguhkan peran strategis Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) dalam mencetak tenaga kesehatan yang kompeten dan berdaya saing.
Dengan kualitas lulusan yang terjaga serta minat masyarakat yang terus meningkat, UMPP optimistis dapat terus berkontribusi dalam penguatan sektor kesehatan nasional.
The post UMPP Cetak Apoteker Unggul, Peminat Semakin Bertambah appeared first on Warta PTM.



