PWMJATENG.COM, Purworejo — Kajian Pagi Ramadhan di Masjid Darussalam Kutoarjo kembali digelar selama 1–27 Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan yang diselenggarakan Pelaksana Teknis Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kutoarjo ini menjadi wadah pencerahan umat, penguatan iman, dan ajakan peduli lingkungan.
Mengusung tema “Menebar Inspirasi, Menguatkan Iman”, kajian rutin tersebut dimulai setiap pukul 06.00 WIB dan diikuti jamaah, simpatisan, serta masyarakat umum. Sejumlah narasumber dari lingkungan Muhammadiyah, mulai tingkat cabang hingga pusat, dihadirkan untuk menyampaikan materi keislaman.
Koordinator Kajian, Akhmad Maulidin Musdani, mengatakan kegiatan ini tidak sekadar agenda tahunan, tetapi juga sarana pembelajaran umat selama Ramadhan.
“Kajian Pagi Ramadhan Masjid Darussalam Kutoarjo merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang diadakan pada 1 hingga 27 Ramadhan, dengan pemateri berasal dari mubaligh PCM, PDM, PWM, hingga Pimpinan Pusat,” ujarnya.
Menurut dia, kajian tersebut bertujuan meningkatkan kualitas ibadah, memperluas wawasan keislaman, dan mendorong semangat beramal saleh selama bulan suci.
Selain memperkuat sisi spiritual, kegiatan ini juga menjadi ruang membangun ukhuwah Islamiah antarjamaah. Interaksi dalam majelis ilmu dinilai mampu mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat muhasabah diri.
“Kegiatan ini juga membangun ukhuwah Islamiah antarjamaah melalui majelis ilmu yang mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan kesadaran muhasabah diri untuk mengevaluasi amal dan memperbaiki kualitas kehidupan spiritual,” tambahnya.
Doorprize dan Kampanye Lingkungan
Panitia turut menyediakan doorprize bagi jamaah. Hadiah tersebut berasal dari berbagai Amal Usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di wilayah Kutoarjo. Langkah ini menjadi bentuk sinergi antarlembaga sekaligus upaya meningkatkan antusiasme peserta.
Pembawa acara dalam kajian ini juga melibatkan unsur dari berbagai Amal Usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah secara bergantian. Keterlibatan itu menjadi sarana memperkenalkan unit usaha dan kegiatan persyarikatan kepada masyarakat.
Pada akhir rangkaian kegiatan, panitia membagikan tote bag kepada jamaah sebagai bagian dari kampanye pengurangan plastik sekali pakai.
“Di akhir pelaksanaan, masing-masing jamaah diberikan tote bag yang menarik sebagai bentuk kepedulian lingkungan. Kami ingin mendorong jamaah untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai,” jelas Akhmad.
Apresiasi dari PWM Jawa Tengah
Salah satu narasumber yang hadir dalam kajian tersebut ialah Dr. H. Tafsir, M.Ag., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya pemahaman agama yang moderat dan sikap toleran dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia juga mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan kajian pagi selama Ramadhan di Kutoarjo.
“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PCM Kutoarjo yang telah menyelenggarakan pengajian pagi setiap hari selama bulan Ramadhan ini,” ujarnya.
Tafsir menegaskan, pengajian merupakan ruh gerakan Muhammadiyah yang harus terus dijaga dan dikembangkan agar tetap mencerahkan umat.
“Ini adalah ruhnya Muhammadiyah, adanya pengajian. Maka jangan sampai pengajian ini redup, tetapi justru semakin menyala dan mencerahkan umat di tengah masyarakat luas,” tegasnya.
Ruang Pembinaan Umat
Antusiasme jamaah terlihat dari kehadiran peserta yang konsisten setiap hari. Bagi banyak jamaah, kajian ini menjadi kesempatan memperdalam ilmu agama sekaligus mempererat hubungan sosial di lingkungan sekitar.
Kajian Pagi Ramadhan di Masjid Darussalam Kutoarjo pun tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga ruang pembinaan umat yang memadukan aspek spiritual, sosial, dan edukasi. Ke depan, kegiatan ini diharapkan terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam memperkuat iman, meningkatkan kualitas ibadah, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Kontributor: Wasis
Editor: Al-Afasy
The post Kajian Pagi Ramadhan Kutoarjo Perkuat Iman dan Kepedulian Lingkungan appeared first on Muhammadiyah Jateng.






