PWMJATENG.COM, PURBALINGGA — Lazismu Purbalingga menggelar Safari Dakwah Zakat Ramadan di Masjid Jami’ Nuurul Iman, Sumampir, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (14/3/2026), untuk mengajak jamaah memperkuat ketakwaan melalui zakat, infak, dan sedekah.
Dalam kajian tersebut, penceramah Ikhwanushoffa menegaskan bahwa keimanan tidak cukup diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam amal saleh. Ia mengutip Surah Al-Hasyr ayat 18 yang menyerukan orang beriman agar bertakwa kepada Allah.
Menurutnya, orang beriman belum tentu otomatis menjadi orang bertakwa. Ketakwaan, kata dia, tampak dari kesungguhan seorang muslim dalam mengevaluasi diri dan menyiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.
Ia menjelaskan bahwa ayat tersebut juga memerintahkan setiap manusia untuk memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok. Karena itu, seorang muslim semestinya berupaya menjadikan hari ini lebih baik dari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini.
Pentingnya Membiasakan Zakat Sejak Dini
Dalam ceramahnya, Ikhwanushoffa juga mengingatkan bahwa zakat merupakan bagian penting dari rukun Islam yang tidak boleh diabaikan. Namun, menurut dia, perhatian umat terhadap zakat masih belum sebesar perhatian pada ibadah haji.
Ia menilai pendidikan keislaman sejak dini sering lebih menonjolkan manasik haji, sementara zakat dan puasa belum diajarkan dengan porsi yang seimbang.
“Anak-anak setelah belajar salat langsung diajak manasik haji. Padahal dalam rukun Islam ada zakat dan puasa sebelum haji. Mengapa zakat dan puasa tidak dilatih dan diajarkan?” ujarnya.
Ia menambahkan, anak-anak perlu dibiasakan bersedekah sejak kecil agar tumbuh menjadi pribadi yang ringan tangan dan peduli terhadap sesama.
Menurutnya, kebiasaan berbagi merupakan salah satu ciri utama orang bertakwa, sebagaimana dijelaskan dalam Surah Ali Imran ayat 133–134, yaitu mereka yang tetap berinfak, baik dalam keadaan lapang maupun sempit.
Ajakan Mengubah Gaya Hidup
Selain menekankan pentingnya zakat, Ikhwanushoffa juga menyinggung kecenderungan sebagian masyarakat yang rela mengeluarkan biaya besar untuk kepentingan seremonial pribadi, seperti resepsi pernikahan dan pamitan haji, tetapi masih berat untuk bersedekah dalam jumlah yang sama.
“Kalau untuk resepsi atau pamitan haji orang bisa ikhlas mengeluarkan banyak biaya. Padahal, kalau itu dialihkan untuk sedekah, berapa banyak orang miskin yang terbantu,” katanya.
Melalui Safari Dakwah Zakat Ramadan di Purbalingga tersebut, Lazismu Purbalingga mengajak masyarakat mengubah pola hidup dari orientasi kemewahan pribadi menuju kepedulian sosial.
Jamaah didorong menjadi kaum muttaqin, yakni orang-orang yang ringan menunaikan zakat, berinfak, dan bersedekah sebagai wujud ketakwaan kepada Allah.
Kontributor: Rizky MAradona
Editor: Al-Afasy
The post Safari Dakwah Zakat Ramadan di Purbalingga, Lazismu Ajak Jamaah Perkuat Infak dan Sedekah appeared first on Muhammadiyah Jateng.





