PWMJATENG.COM, PEMALANG – Semangat menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H terpancar kuat di Gedung Serbaguna Pemalang, Ahad (8/2/2026). Ribuan warga Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pemalang berkumpul dalam Pengajian Jelang Ramadhan yang menghadirkan tokoh nasional, Prof. Alimatul Qibtiyah, Ph.D.
Acara ini diawali dengan prosesi khidmat pembacaan ikrar kelulusan 42 peserta Kuliah Tarjih PDM Pemalang Angkatan I. Para lulusan ini merupakan representasi PCM dan PCA yang telah menempuh pendidikan intensif selama dua bulan untuk memperdalam literasi keagamaan persyarikatan.
Dalam tausiyahnya, Prof. Alimatul Qibtiyah menggunakan perumpamaan gawai (smartphone) untuk menggambarkan persiapan Ramadhan. Ia menekankan bahwa manusia perlu melakukan “Reset” untuk membersihkan virus hati seperti iri dan dengki, serta “Recharge” untuk mengisi ulang iman melalui amal saleh.
“Ramadhan adalah momentum tajdid. Gunakan pendekatan Bayani (tekstual), Burhani (rasional), dan Irfani (spiritual) agar puasa kita berkualitas dan berdampak pada kesalehan sosial,” jelas Sekretaris LPP PP Aisyiyah tersebut.

Prof. Alimatul juga menyoroti pentingnya pengarusutamaan kesetaraan gender merujuk pada dokumen Adabul Mar’ah fil Islam. Beliau berharap kedepannya muncul lebih banyak penceramah perempuan yang mampu mewarnai mimbar dakwah Muhammadiyah.
Selain itu, isu kesejahteraan lansia menjadi poin penutup yang menyentuh. “Lansia sering merasa tidak berdaya. Pendamping lansia perlu memvalidasi perasaan mereka agar di usia senja, mereka tetap merasa berharga dan memiliki integritas,” tambahnya.
Ketua PDM Pemalang, Sapto Suhendro, menyampaikan apresiasi atas sinergi Ortom dalam menyukseskan acara ini. Ia berpesan agar momentum Ramadhan tahun ini menjadi sarana untuk meningkatkan keintiman dan soliditas antar-pengurus di semua level kepemimpinan guna memperkuat dakwah Muhammadiyah di Bumi Ikhlas.
Kontributor: Kamal Hayat | Humas
Editor: Al-Afasy
The post Reset Hati, Recharge Iman: Ribuan Warga Muhammadiyah Pemalang Sambut Ramadhan appeared first on Muhammadiyah Jateng.







