• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Kamis, Juni 18, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu
    RAKER II LPCR-PM PWM Sumatera Utara Resmi Dibuka di UMMAS

    RAKER II LPCR-PM PWM Sumatera Utara Resmi Dibuka di UMMAS

    Aisyiyah Klaten Launching Hotel, Ketum PP Aisyiyah: Aisyi Tower Harus Jadi Amal Usaha yang Profit dan Berdampak

    Ini 10 Terbaik Peserta Baitul Arqom Muhammadiyah Serbelawan

    Melintasi Tahun, Meneguhkan Perjuangan: Baitul Arqam, Hijrah, dan Kaderisasi yang Tak Pernah Berhenti

    Bachtiar Nasir Gagas Syarikat Jurnalis Islam

    Majelis Dikdas & Pauddasmen Aisyiyah Medan, Gelar Syukuran Kelulusan 111 Siswa TPQ

    Majelis Dikdas & Pauddasmen Aisyiyah Medan, Gelar Syukuran Kelulusan 111 Siswa TPQ

    Trending Tags

    • Kabar PTMA
      RAKER II LPCR-PM PWM Sumatera Utara Resmi Dibuka di UMMAS

      RAKER II LPCR-PM PWM Sumatera Utara Resmi Dibuka di UMMAS

      Aisyiyah Klaten Launching Hotel, Ketum PP Aisyiyah: Aisyi Tower Harus Jadi Amal Usaha yang Profit dan Berdampak

      Ini 10 Terbaik Peserta Baitul Arqom Muhammadiyah Serbelawan

      Melintasi Tahun, Meneguhkan Perjuangan: Baitul Arqam, Hijrah, dan Kaderisasi yang Tak Pernah Berhenti

      Bachtiar Nasir Gagas Syarikat Jurnalis Islam

      Majelis Dikdas & Pauddasmen Aisyiyah Medan, Gelar Syukuran Kelulusan 111 Siswa TPQ

      Majelis Dikdas & Pauddasmen Aisyiyah Medan, Gelar Syukuran Kelulusan 111 Siswa TPQ

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Gdzie wpisać kod promocyjny Energy Casino – kroki i metody

        Pinco Online Kazino 2026 – Bonuslar və Aksiyalar (Пинко Казино Онлайн)

        Cricket Road Slot – przegląd i dostępne opcje gry

        क्रिकेट रोड रजिस्ट्रेशन गाइड: शुरुआती लोगों के लिए पूरी जानकारी और बोनस टिप्स

        Boomerang Willkommensbonus – Dein kompletter Guide für österreichische Spieler

        Cricket Road Game in Bangladesh: Play Guide, Bonuses & Secure Banking

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu
          RAKER II LPCR-PM PWM Sumatera Utara Resmi Dibuka di UMMAS

          RAKER II LPCR-PM PWM Sumatera Utara Resmi Dibuka di UMMAS

          Aisyiyah Klaten Launching Hotel, Ketum PP Aisyiyah: Aisyi Tower Harus Jadi Amal Usaha yang Profit dan Berdampak

          Ini 10 Terbaik Peserta Baitul Arqom Muhammadiyah Serbelawan

          Melintasi Tahun, Meneguhkan Perjuangan: Baitul Arqam, Hijrah, dan Kaderisasi yang Tak Pernah Berhenti

          Bachtiar Nasir Gagas Syarikat Jurnalis Islam

          Majelis Dikdas & Pauddasmen Aisyiyah Medan, Gelar Syukuran Kelulusan 111 Siswa TPQ

          Majelis Dikdas & Pauddasmen Aisyiyah Medan, Gelar Syukuran Kelulusan 111 Siswa TPQ

          Trending Tags

          • Kabar PTMA
            RAKER II LPCR-PM PWM Sumatera Utara Resmi Dibuka di UMMAS

            RAKER II LPCR-PM PWM Sumatera Utara Resmi Dibuka di UMMAS

            Aisyiyah Klaten Launching Hotel, Ketum PP Aisyiyah: Aisyi Tower Harus Jadi Amal Usaha yang Profit dan Berdampak

            Ini 10 Terbaik Peserta Baitul Arqom Muhammadiyah Serbelawan

            Melintasi Tahun, Meneguhkan Perjuangan: Baitul Arqam, Hijrah, dan Kaderisasi yang Tak Pernah Berhenti

            Bachtiar Nasir Gagas Syarikat Jurnalis Islam

            Majelis Dikdas & Pauddasmen Aisyiyah Medan, Gelar Syukuran Kelulusan 111 Siswa TPQ

            Majelis Dikdas & Pauddasmen Aisyiyah Medan, Gelar Syukuran Kelulusan 111 Siswa TPQ

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Gdzie wpisać kod promocyjny Energy Casino – kroki i metody

              Pinco Online Kazino 2026 – Bonuslar və Aksiyalar (Пинко Казино Онлайн)

              Cricket Road Slot – przegląd i dostępne opcje gry

              क्रिकेट रोड रजिस्ट्रेशन गाइड: शुरुआती लोगों के लिए पूरी जानकारी और बोनस टिप्स

              Boomerang Willkommensbonus – Dein kompletter Guide für österreichische Spieler

              Cricket Road Game in Bangladesh: Play Guide, Bonuses & Secure Banking

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Mengapa Nabi Terakhir harus dari Arab?

              admin by admin
              25/09/2025
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              Mengapa Nabi Terakhir harus dari Arab?

              Untuk memahami mengapa Nabi terakhir lahir di Arab, kita harus membayangkan kembali panggung sejarah abad ke-6 M. Jazirah Arab bukanlah tanah subur penuh kerajaan megah, melainkan padang pasir luas yang nyaris gersang. Air hanya ditemukan di oasis atau sumur-sumur kecil. Kehidupan bergantung pada kafilah dagang yang menembus gurun. Di malam hari, langit penuh bintang menjadi peta jalan para pengembara.

              WartaTerkait

              RAKER II LPCR-PM PWM Sumatera Utara Resmi Dibuka di UMMAS

              Aisyiyah Klaten Launching Hotel, Ketum PP Aisyiyah: Aisyi Tower Harus Jadi Amal Usaha yang Profit dan Berdampak

              Ini 10 Terbaik Peserta Baitul Arqom Muhammadiyah Serbelawan

              Melintasi Tahun, Meneguhkan Perjuangan: Baitul Arqam, Hijrah, dan Kaderisasi yang Tak Pernah Berhenti

              Secara geografis, Arab terletak di antara dua raksasa peradaban, yakni Romawi Timur (Bizantium) di barat dan Persia (Sassaniyah) di timur. Dua kekaisaran ini memiliki birokrasi yang rumit, tentara yang kuat, dan tradisi intelektual yang panjang. Namun justru di tanah yang kosong dari istana megah dan perpustakaan besar inilah agama terakhir lahir.

              Mengapa bisa terjadi demikian? Menurut Yasir Qadhi, salah satu alasannya adalah karena Arab memiliki keunggulan yang jarang kita sadari, yaitu kebebasan dari dominasi asing. Tidak ada penjajah yang menanamkan institusi atau ideologi permanen. Kosongnya struktur politik itu justru memberi ruang bagi agama baru untuk tumbuh tanpa harus bertabrakan dengan kekuasaan mapan.

              Bayangkan sejenak jika Islam lahir di Bizantium. Sebuah risalah monoteisme baru akan segera dicap bid‘ah. Kaisar dan gereja memiliki hubungan erat; kekuasaan politik justru bergantung pada legitimasi agama resmi. Ajaran baru yang menantang tatanan itu hampir pasti akan dikejar, diadili, bahkan dimusnahkan. Sejarah Kekristenan awal memberi contoh nyata bahwa kelompok-kelompok yang dianggap menyimpang dari doktrin resmi sering diburu hingga punah.

              Sekarang bayangkan jika Islam muncul di Persia. Kekaisaran Sassaniyah berdiri di atas fondasi Zoroastrianisme. Birokrasi negara, ritual kenegaraan, hingga hak istimewa kelas bangsawan semuanya bertumpu pada agama itu. Ajaran baru yang tidak mengakui dominasi Zoroastrianisme akan dipandang sebagai ancaman langsung terhadap struktur politik. Bukan hanya ditolak, kemungkinan besar ia akan ditumpas sebelum sempat bernapas.

              Dengan kata lain, justru “kehampaan politik” di Arab seperti ketiadaan kerajaan mapan, birokrasi kokoh, dan institusi agama resmi inilah yang justru memberi Islam ruang lahir dan bertumbuh. Gurun yang sepi istana itulah yang menjadi panggung awal bagi risalah universal.

              Orang Arab sendiri adalah masyarakat sederhana. Mereka hidup keras di gurun yang memaksa setiap individu untuk tahan banting, baik fisik maupun mental. Mereka menjunjung tinggi keberanian, kesetiaan, dan kehormatan. Satu lagi kelebihan penting yaitu daya ingat. Di dunia tanpa buku, kebanyakan syair, silsilah, dan cerita diwariskan lewat hafalan. Keterampilan ini kelak menjadi kunci dalam menjaga keaslian Al-Qur’an.

              Namun kita juga harus lebih rendah hati. Tradisi menghafal, keberanian, atau kejujuran bukanlah milik Arab semata. Bangsa-bangsa lain pun memilikinya. Menurut Thomas A. Hale, suku-suku Afrika Barat, misalnya, memiliki para griot yang berfungsi sebagai arsip hidup. Mereka menyimpan sejarah, silsilah, dan pengetahuan kolektif melalui ingatan yang diwariskan lintas generasi.

              Pun demikian dengan di India kuno yang memiliki tradisi memori yang baik. Menurut Rajendra Nath Sharma, para brahmana menjaga Weda dengan cara yang hampir mustahil bagi kita bayangkan hari ini. Mereka melatih lidah dan telinga agar mampu mengulang ribuan bait tanpa satu pun meleset, selama berabad-abad dari generasi ke generasi.

              Semua ini menunjukkan satu hal bahwa tradisi hafalan kolektif bukanlah sesuatu yang unik bagi Arab. Di Afrika Barat ada para griot dan di India ada para brahmana. Karenanya, hampir di setiap peradaban besar ada sekelompok manusia yang ditugasi menjadi “hard disk” masyarakatnya.

              Tetapi tidak semua tempat mendapatkan restu teologis. Kehendak Tuhan tidak bisa dipisahkan dari perjalanan sejarah. Arab dipilih bukan semata-mata karena kemampuan manusianya, melainkan juga karena panggung sejarah dan kehendak ilahi bertemu di satu titik.

              Dan di titik inilah dimensi spiritual dan restu teologis muncul. Ka‘bah di Makkah diyakini sebagai rumah ibadah pertama yang dibangun untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa. Nabi Ibrahim pernah berdoa agar di antara keturunannya lahir seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Tuhan, mengajarkan kitab dan hikmah, serta menyucikan manusia (QS Al-Baqarah: 129).

              Doa itu bergema melewati berabad-abad sejarah, dari gurun tandus hingga kota-kota besar, hingga akhirnya menemukan wujudnya dalam sosok seorang anak yatim dari Makkah. Muhammad sebagai keturunan Ismail menjadi jawaban doa itu. Nabi sendiri mengaku bahwa dirinya adalah jawaban doa Ibrahim, dan kabar gembira yang disampaikan Isa.

              Namun penting digarisbawahi bahwa paparan ini tidak berarti bangsa Arab lebih unggul dibanding bangsa lain. Islam tidak mengenal rasisme. Dalam Islam, semua manusia setara; yang membedakan hanyalah iman dan takwa. Islam tidak datang hanya untuk komunitas Arab, melainkan untuk seluruh umat manusia.

              Jika nabi-nabi sebelumnya terbatas pada bangsa tertentu, itu barangkali karena keterbatasan zaman, bisa jadi karena transportasi sulit, komunikasi lambat, dunia masih terfragmentasi. Tetapi pada abad ke-7, dunia mulai terkoneksi lewat jalur perdagangan yang menghubungkan tiga benua. Saat itulah sebuah risalah global mungkin untuk pertama kalinya benar-benar diaktifkan.

              Al-Qur’an menegaskan bahwa Muhammad bukan sekadar rasul bagi Arab: “Dan tiadalah Kami mengutus engkau, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” (QS Al-Anbiya: 107). Dalam ayat lain ditegaskan: “Katakanlah: Wahai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah untuk kalian semua” (QS Al-A‘raf: 158). Dengan kata lain, posisi Muhammad bukan nabi lokal, tetapi nabi universal.

              Sejarah Islam juga membuktikan bahwa sejak awal, non-Arab memainkan peran besar. Salman al-Farisi (orang Persia), Bilal (dari Afrika), dan Shuhaib (dari Romawi) adalah sahabat Nabi yang sangat penting. Setelah Nabi wafat, banyak ulama besar Islam justru bukan Arab, dari Bukhari di Asia Tengah, al-Ghazali di Persia, hingga Ibnu Rusyd di Andalusia. Bahkan kekuatan politik Islam kemudian dipimpin oleh dinasti non-Arab, seperti Turki Usmani.

              Hari ini, Arab hanyalah minoritas dalam dunia Islam. Mereka hanya sekitar 20 persen dari umat Muslim global. Mayoritas Muslim justru hidup di luar Arab seperti di Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Afrika. Fakta ini mempertegas satu hal bahwa Islam memang lahir di Arab, tetapi bukan agama orang Arab. Islam adalah agama umat manusia.

              Bayangkan ritual haji di Makkah. Setiap tahun, jutaan orang dari lebih 180 negara berkumpul di satu titik yang sama. Dari Jakarta, Lagos, Islamabad, hingga New York dan London, manusia datang dengan pakaian putih sederhana, tanpa identitas kebangsaan. Mereka mengelilingi Ka‘bah yang sama, membaca doa yang sama, dalam bahasa yang sama.

              Dalam prosesi haji itu, tidak ada raja atau rakyat jelata, tidak ada Arab atau non-Arab. Yang membedakan hanyalah kesadaran bahwa semua sedang berdiri di hadapan Tuhan yang satu. Ritual ini adalah bukti paling konkret bahwa Islam adalah agama universal yang memang lahir di Arab, tetapi hidup di seluruh dunia.

              Sejarah kadang memilih panggung yang mengejutkan. Alih-alih di Bizantium yang mewah atau Persia yang canggih, agama terakhir justru lahir di gurun gersang. Tetapi gurun itu memberi sesuatu yang tak dimiliki kekaisaran mana pun yaitu ruang kosong untuk menanam benih peradaban baru. (muhammadiyah.or.id)

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Muhammadiyah dan Dakwah Berbasis Bukti, Kritik Konstruktif atas Model Pelayanan Umat Modern

              Next Post

              Memuhammadiyahkan Orang Muhammadiyah

              admin

              admin

              InfoLain

              RAKER II LPCR-PM PWM Sumatera Utara Resmi Dibuka di UMMAS
              BeritaMu

              RAKER II LPCR-PM PWM Sumatera Utara Resmi Dibuka di UMMAS

              17/06/2026
              BeritaMu

              Aisyiyah Klaten Launching Hotel, Ketum PP Aisyiyah: Aisyi Tower Harus Jadi Amal Usaha yang Profit dan Berdampak

              17/06/2026
              BeritaMu

              Ini 10 Terbaik Peserta Baitul Arqom Muhammadiyah Serbelawan

              17/06/2026
              Next Post

              Memuhammadiyahkan Orang Muhammadiyah

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0
                RAKER II LPCR-PM PWM Sumatera Utara Resmi Dibuka di UMMAS

                RAKER II LPCR-PM PWM Sumatera Utara Resmi Dibuka di UMMAS

                17/06/2026

                Aisyiyah Klaten Launching Hotel, Ketum PP Aisyiyah: Aisyi Tower Harus Jadi Amal Usaha yang Profit dan Berdampak

                17/06/2026

                Ini 10 Terbaik Peserta Baitul Arqom Muhammadiyah Serbelawan

                17/06/2026

                Melintasi Tahun, Meneguhkan Perjuangan: Baitul Arqam, Hijrah, dan Kaderisasi yang Tak Pernah Berhenti

                17/06/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,451)
                • Hukum Islam (1,425)
                • Kabar PTMA (3,806)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                RAKER II LPCR-PM PWM Sumatera Utara Resmi Dibuka di UMMAS

                RAKER II LPCR-PM PWM Sumatera Utara Resmi Dibuka di UMMAS

                17/06/2026

                Aisyiyah Klaten Launching Hotel, Ketum PP Aisyiyah: Aisyi Tower Harus Jadi Amal Usaha yang Profit dan Berdampak

                17/06/2026

                Ini 10 Terbaik Peserta Baitul Arqom Muhammadiyah Serbelawan

                17/06/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In