Aisyiyah Klaten Launching Hotel, Ketum PP Aisyiyah: Aisyi Tower Harus Jadi Amal Usaha yang Profit dan Berdampak
INFOMU.CO | Klaten – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Klaten resmi melakukan soft launching hotel pertama yang dimiliki dan dikelola oleh ‘Aisyiyah yakni Aisyi Tower Klaten. Dalam acara yang digelar pada Ahad (16/6/2026) ini, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah mengapresiasi keberanian PDA Kab. Klaten yang berhasil menghadirkan terobosan baru dalam pengembangan ekonomi organisasi.
“Ini adalah amal usaha pertama ‘Aisyiyah di bidang perhotelan. Saya merasa bangga dan berterima kasih karena PDA Klaten berani melakukan lompatan yang luar biasa dalam amal usaha bidang ekonomi,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut Salmah menyampaikan bahwa seluruh amal usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah pada hakikatnya didirikan untuk mendukung terwujudnya tujuan persyarikatan. “Amal usaha harus profit, tidak boleh rugi. Tetapi seluruh keuntungan itu harus dikembalikan dan diinvestasikan untuk mewujudkan tujuan organisasi,” ujar Salmah.
Salmah menilai momentum soft opening yang bertepatan dengan 1 Muharam 1448 Hijriah menjadi pengingat semangat hijrah untuk terus melakukan kemajuan dan pembaruan. Ia berharap Aisyi Tower dapat menjadi langkah awal yang mendorong lahirnya amal usaha serupa di lingkungan ‘Aisyiyah.
Selain menjaga kualitas akomodasi, ia berpesan agar Aisyi Tower menghadirkan pelayanan terbaik, mengembangkan berbagai layanan sesuai kebutuhan masyarakat, serta menerapkan prinsip ramah lingkungan melalui pengelolaan energi dan sampah yang baik.
ia menegaskan bahwa hotel ini tidak boleh hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga harus menjadi sarana dakwah yang menghadirkan nilai-nilai Islam Berkemajuan dalam pelayanan sehari-hari.
“Hotel yang bersih, nyaman, dan dikelola dengan baik adalah bagian dari dakwah. Gedung yang bagus juga bisa menjadi dakwah, apalagi jika didukung pelayanan karyawan yang sopan, santun, amanah, dan mampu menjaga kepercayaan pelanggan,” tuturnya.
Ketua PDA Klaten, Sri Mulyani Rahayuningsih, mengatakan bahwa Aisyi Tower merupakan hasil ikhtiar panjang untuk memperkuat kemandirian ekonomi organisasi sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Menurut Sri, keberadaan hotel tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan akomodasi dan pertemuan, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan berbagai potensi yang ada di Klaten.
“Kami berharap Aisyi Tower mampu memberikan dampak positif di bidang sosial dan ekonomi. Sebanyak 85 persen tenaga kerja berasal dari warga Klaten. Di bidang keamanan kami memberdayakan kader Muhammadiyah dari Kokam, sementara kebutuhan konsumsi hotel juga melibatkan pelaku usaha lokal,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media, Deni Asy’ari, selaku mitra pengembang dan pengelola menyebut Aisyi Tower sebagai wajah baru bisnis perempuan Muhammadiyah yang lahir dari semangat kemandirian dan gotong royong warga ‘Aisyiyah.
Menurutnya, hotel ini menjadi bukti bahwa organisasi mampu menghadirkan amal usaha strategis melalui konsolidasi internal tanpa bergantung pada pembiayaan eksternal.
“Aisyi Tower murni didirikan dengan finansial internal ‘Aisyiyah. Kita ingin menunjukkan bahwa selama ikhtiar dan konsolidasi internal itu ada, kita mampu menghadirkan amal usaha besar tanpa bergantung pada hutang perbankan,” kata Deni.
Ia menambahkan bahwa Aisyi Tower tidak hanya hadir sebagai tempat menginap, tetapi juga mengusung konsep hotel literasi yang menyediakan berbagai bahan bacaan dan ruang edukatif bagi para tamu. Konsep tersebut diharapkan menjadi pembeda sekaligus memperkuat identitas hotel sebagai bagian dari gerakan dakwah dan pencerahan.
Melalui kehadiran Aisyi Tower, para pimpinan berharap amal usaha baru ini tidak hanya berkembang secara bisnis, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi, penguatan dakwah, dan pelayanan bagi masyarakat luas. (Suri)







