Etika dan Sistem Nilai Serta Hukum dan Keadilan sosial jadi tema besar pada gelaran Webinar Kapita Selekta Engineering Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta (FT UMJ) berkolaborasi dengan Persatuan Insinyur Indonesia Pimpinan Cabang (PII PC) DKI Jakarta dan PII Pimpinan Wilayah DKI Jakarta secara daring via Zoom Meeting, Sabtu (10/06/2023).
Dihadiri lebih dari 300 peserta, webinar Kapita Selekta Egineering menghadirkan beberapa narasumber dan penanggap seperti Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, MT.,IPU.,ASEAN.ENG., Dr. Ir. Aswin Sasongko Sastrosubroto, M.Sc., Dr. Mohammad Immanuddin, dan Prof.Dr. Ir. Zakir Sabara H.W., M.T., IPM.,ASEAN.ENG.
Baca juga: Pameran Teknologi FT UMJ Ramaikan Hari Bermuhammadiyah V
Dekan FT UMJ Irfan Purnawan, S.T. M.Chem.Eng. sekaligus ketua PII PC DKI Jakarta menyampaikan webinar kapita selekta engineering ini merupakan kolaborasi antara PII PC dan PII PW DKI Jakarta dengan FT UMJ sehingga diharapkan kepada calon lulusan insinyur dapat memahami etika dan sistem nilai hukum serta keadilan sosial yang sesuai pada materi yang akan disampaikan.
“Harapannya untuk para calon insinyur yang nantinya akan membangun pembangunan nasional maupun internasional memiliki identitas yang baik sehingga hasilnya Insyaallah akan berkah dan memberikan manfaat untuk para pengguna tentunya pada bangsa Indonesia,” ungkap Irfan.
Ketua umum PII PW DKI Jakarta Ir. Priyatno Bambang Hernowo, ST., MM., IPU. ASEAN.ENG mengatakan etika dan sistem nilai serta hukum dan keadilan sosial diyakini memiliki proses kerja untuk memberikan solusi atas dinamika persoalan berkelanjutan.
Maka dari itu, Priyatno menegaskan bahwa persoalan etika selalu berkaitan dengan Nilai hukum dan keadilan sosial terkait dengan berbagai tindakan yang akan diambil atas pilihan bebas berdasarkan pada pilihan sebagai insan merdeka.
“Tidak hanya ilmu tapi juga etika atau adab lebih lama dari pada ilmu dalam melakukan pembelajaran. Alhamdulillah hari ini kita bisa mendengarkan narasumber yang insyaallah akan memberikan acuan bagaimana adab calon insinyur akan menjadi pedoman dalam mengambil keputusan,” jelas Priyatno.
Ketua Majelis Profesi dan Etik MTI Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, MT.,IPU.,ASEAN.ENG. sekaligus Komite Jalan Raya BK Teknik Sipil PII memaparkan materi etika dan sistem nilai proses engineering dalam praktik keinsinyuran.
Dalam pemaparannya Agus menyampaikan bahwa kompleksitas problem jebakan batman pemicu kegagalan praktik keinsinyuran disebabkan oleh dua hal yakni pemicu eksternal dan internal.
Dimana pemicu eksternal disebabkan diluar kemampuan diri namun memiliki pengaruh besar terhadap kinerja yang akan diaksanakan, sedangkan pemicu internal disebabkan atas kesalahan diri sendiri. Sehingga akar masalah penyebab ketidak tepatan proses engineering dalam praktik engineering ke insyinyuran adalah kehilangan kepercayaan publik dan kepuasan publik.
Singkatnya adalah bagaimana menjadi seorang engineer yang amah untuk mencapai hasil tujuannya sebagai insinyur yang smart, berbudaya, beradab, berkeadilan, berkelanjutan, dan humanitas.
Disamping itu, tanggapan atas penyampaian materi Prof. Agus pun disampaikan oleh Dosen Teknik Sipil FT UMJ Dr. Mohammad Immanuddin terkait beberapa hal permasalah pemicu kegagalan praktik keinsinyuran yang disebabkan oleh eksternal dan internal. Dimana etika moral yang harus dikedepankan oleh calon insinyur adalah berketuhanan bahwa pada dasarnya manusia memiliki sifat yang sudah diturunkan oleh Allah SWT.
Lebih lanjut, Ketua Research Center for ICT Public and Business Policy, Telkom University Dr. Ir. Aswin Sasongko Sastrosubroto, M.Sc. menyampaikan materi terkait tata kelola, Hukum, dan Keadilan sebagai basis pengembangan engineering. Dimana tata kelola kebijakan publik merupakan hukum UU dari berbagai regulasi keadilan.
Tidak hanya itu berbagai aspek dalam pembentukkan kebijakan publik secara umum pun disampaikan Aswin bahwa etika serta budaya yang sudah terbentuk merupakan pembentukkan atas kebijakan, hukum, dan regulasi antara agama dan budaya.
Selain itu, pengembangan etika pun disampaikan Aswin terkait perkembangan IPTEK seperti pengetahuan dan teknologi, baik ilmu sosial maupun teknik termasuk perkembangan TIK hingga pembahasan UU ITE yang akan digunakan oleh calon insinyur.
Diakhiri dengan pemberian tanggapan oleh guru besar bidang ilmu teknik kimia FT UMJ Prof. Dr. Ir. Zakir Sabara H.W. M.T., IPM. ASEAN.Eng. sekaligus ketika komite hukum dan advokasi PII terkait tata kelola, Hukum, dan Keadilan sebagai basis pengembangan engineering untuk menciptakan calon insinyur yang berkompeten dan memiliki etika serta adab baik kepada masyarakat, umat dan bangsa.
Kode etik profesi keinsinyuran yang dikeluarkan oleh Persatuan Insinyur Indonesia ini sangat relevan dengan cita-cita Pancasila dan UUD 1945, bahwa keinsinyuran merupakan kegiatan penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan peradaban dan meningkatkan kesejahteraan umat manusia.
Editor : Budiman
Artikel Etika Engineering Jadi Landasan Calon Insinyur pertama kali tampil pada Universitas Muhammadiyah Jakarta.







