• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sabtu, Mei 30, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Bertahun-tahun Tak Pernah Kurban, Warga Pesisir Tugu Kini Rasakan Keajaiban Iduladha

    Bukan Sekadar Sekolah, SMAMCO Manokwari Jadi Simbol Toleransi dan Harapan Baru di Tanah Papua

    Kisah Mahasiswa UNIMUGO Jadi Duta Inspirasi Indonesia: Bukti Mahasiswa Daerah Bisa Bersaing di Kancah Nasional

    Cara Menerapkan Green Kurban: Solusi Masjid di Semarang Atasi Sampah Plastik dan Jaga Kualitas Daging

    Mengenal Konsep TITAH: Hikmah Idul Adha yang Jadi Kunci Pengikis Sifat Egois

    Inovasi Kurban PCIM Malaysia: Hadirkan “Kids Corner” dan Dukungan Penuh KBRI Kuala Lumpur

    Inovasi Kurban PCIM Malaysia: Hadirkan “Kids Corner” dan Dukungan Penuh KBRI Kuala Lumpur

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Bertahun-tahun Tak Pernah Kurban, Warga Pesisir Tugu Kini Rasakan Keajaiban Iduladha

      Bukan Sekadar Sekolah, SMAMCO Manokwari Jadi Simbol Toleransi dan Harapan Baru di Tanah Papua

      Kisah Mahasiswa UNIMUGO Jadi Duta Inspirasi Indonesia: Bukti Mahasiswa Daerah Bisa Bersaing di Kancah Nasional

      Cara Menerapkan Green Kurban: Solusi Masjid di Semarang Atasi Sampah Plastik dan Jaga Kualitas Daging

      Mengenal Konsep TITAH: Hikmah Idul Adha yang Jadi Kunci Pengikis Sifat Egois

      Inovasi Kurban PCIM Malaysia: Hadirkan “Kids Corner” dan Dukungan Penuh KBRI Kuala Lumpur

      Inovasi Kurban PCIM Malaysia: Hadirkan “Kids Corner” dan Dukungan Penuh KBRI Kuala Lumpur

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Bertahun-tahun Tak Pernah Kurban, Warga Pesisir Tugu Kini Rasakan Keajaiban Iduladha

          Bukan Sekadar Sekolah, SMAMCO Manokwari Jadi Simbol Toleransi dan Harapan Baru di Tanah Papua

          Kisah Mahasiswa UNIMUGO Jadi Duta Inspirasi Indonesia: Bukti Mahasiswa Daerah Bisa Bersaing di Kancah Nasional

          Cara Menerapkan Green Kurban: Solusi Masjid di Semarang Atasi Sampah Plastik dan Jaga Kualitas Daging

          Mengenal Konsep TITAH: Hikmah Idul Adha yang Jadi Kunci Pengikis Sifat Egois

          Inovasi Kurban PCIM Malaysia: Hadirkan “Kids Corner” dan Dukungan Penuh KBRI Kuala Lumpur

          Inovasi Kurban PCIM Malaysia: Hadirkan “Kids Corner” dan Dukungan Penuh KBRI Kuala Lumpur

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Bertahun-tahun Tak Pernah Kurban, Warga Pesisir Tugu Kini Rasakan Keajaiban Iduladha

            Bukan Sekadar Sekolah, SMAMCO Manokwari Jadi Simbol Toleransi dan Harapan Baru di Tanah Papua

            Kisah Mahasiswa UNIMUGO Jadi Duta Inspirasi Indonesia: Bukti Mahasiswa Daerah Bisa Bersaing di Kancah Nasional

            Cara Menerapkan Green Kurban: Solusi Masjid di Semarang Atasi Sampah Plastik dan Jaga Kualitas Daging

            Mengenal Konsep TITAH: Hikmah Idul Adha yang Jadi Kunci Pengikis Sifat Egois

            Inovasi Kurban PCIM Malaysia: Hadirkan “Kids Corner” dan Dukungan Penuh KBRI Kuala Lumpur

            Inovasi Kurban PCIM Malaysia: Hadirkan “Kids Corner” dan Dukungan Penuh KBRI Kuala Lumpur

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home Kabar PTMA

              MILAD KE-42 UMY, Menjaga Semangat Lintas Generasi

              by
              10/03/2023
              in Kabar PTMA
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              Read More,

              Yogyakarta, medio 1981. Beberapa alumni Madrasah Muallimin Muhammadiyah berkumpul. Mereka sedang prihatin. Almamater tercinta dalam kondisi terpuruk. Jumlah siswa dari kelas satu sampai enam tidak lebih dari seratus siswa. Untuk itu mereka berniat mendirikan Pesantren Luhur, sebuah ide lama dari tokoh Muhammadiyah K.H. Mas Mansur. Tetapi pada suatu sore dua dari alumni ini dalam perjalanan. Karena hujan lebat mereka berhenti di kantor PP Muhammadiyah Jalan. KHA. Dahlan. Tanpa mereka sadari di sana sedang berlangsung rapat pleno menentukan rektor sebuah Universitas Muhammadiyah (UM) yaitu UM Jakarta. Lalu mereka berpikir, mengapa mereka tidak mendirikan universitas Muhammadiyah juga di Jogja. Mereka lalu menyampaikan ide itu pada pimpinan Mapendappu, semacam Majelis Dikti kini. Tanpa diduga ide mereka didukung Pak Projokusumo ketua dan Pak Haiban sekretaris Mapendappu PP Muhammadiyah kala itu.

              WartaTerkait

              Umsida Laksanakan Kurban Iduladha 1447 H, Distribusikan hingga SLB dan Wilayah Pelosok

              PHRI Sumut Siap Dukung Muktamar Muhammadiyah 2027​Peny Eriska

              UMSU Terima Empat Ekor Sapi Hewan Kurban dari PT Telkom Indonesia​Peny Eriska

              PCIM Jerman Raya dan GIZ Luncurkan MAGMA, Dorong Migrasi Kerja Terampil yang Aman

              Ide spontan mendirikan universitas dari alumni Muallimin ini terus bergulir. Meski mereka tidak pernah menjadi dosen sebelumnya. Mereka umumnya guru saja. Pak Alfian Darmawan adalah salah satunya dan menceritakan kisah ini pada acara Refleksi Milad ke-42 UMY, Selasa, 27 Februari 2023. Pada masa itu sebenarnya ada dua anak muda Muhammadiyah yang menjadi orang kampus. Tapi mereka belum pulang. Pak Dasron Hamid masih di Australia dan Pak Amien Rais masih di Amerika. Para alumni Muallimin founding father ini lalu mengunjungi Brigjen Bakri Syahid, alumni Muallimin lainnya, rektor IAIN Sunan Kalijaga. Pada masa itu juga sedang berlangsung Musywil PMW DIY. Maka ide mendirikan UMY menemukan momentumnya. Jadi secara ide UMY dimunculkan para alumni Muallimin. Secara legal formal UMY diresmikan PWM DIY melalui salah satu keputusan Musyawarah Wilayah pada 1 Maret 1981.

              Gedung SPG Muhammadiyah 1 yang dipinjam oleh UMY di masa awal berdisinya untuk melakukan kegiatan perkuliahan

              Setelah berdiri, UMY dipimpin Pak Bakri Syahid sebagai Rektor. Beliau didampingi Pembantu Rektor (PR)-1 Pak Dasron Hamid, PR-2 Pak Mustofa Kamal, PR-3 Pak Amien Rais, Sekretaris Pak Alfian, dan Bendahara Pak Daim. Lalu kapan mulai membuka pendaftaran mahasiswa baru? Masalahnya UMY masih serba terbatas. Belum memiliki satupun gedung dan tidak ada uang sama sekali. Rapat-rapat banyak diselenggarakan di rumah Pak Dasron. Mereka yang lebih tua cenderung menunda penerimaan mahasiswa baru. Sedangkan yang lebih muda menginginkan segera. Pak Muchlas Abror ketua PWM DIY ternyata setuju dengan anak muda. Maka dimulailah penerimaan mahasiswa baru. UMY lalu mengontrak sebuah ruang kecil, sebuah toko yang kini menjadi jadi toko parfum di dekat PP Muhammadiyah Jln. KHA Dahlan. Mahasiswa baru masuk sejumlah 211 orang. Untuk perkuliahan dipinjam gedung SPG Muhammadiyah-1, kini SMA Muhammadiyah 7 di simpang empat Wirobrajan.

              Kampus pertama UMY di jalan HOS Cokroaminoto Wirobrajan, saat ini gedung ini menjadi Rumah Sakit Asri Medical Center (RS AMC) dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) milik UMY

              Sebagaimana Muallimin, UMY adalah sebuah gagasan besar untuk melahirkan calon pemimpin Muhammadiyah masa depan. Tetapi harus diawali dengan tertatih-tatih. Pada masa awal, perkuliahan dilaksanakan nomaden, berpindah-pindah. Sehingga mahasiswa protes, kapan UMY memiliki kampus sendiri. Maka dengan segala keterbatasan pada 1985 didirikan gedung mungil satu lantai. Ukuran 6×10 m2 di ujung lapangan ASRI Jalan HOS Cokroaminoto. Ruang sederhana ini menjadi ruang pimpinan sekaligus ruang kuliah. Pada masa ini penulis sebagai aktivis IPM Kota Jogja beberapa kali berkegiatan di lapangan ASRI. Kami menggunakan lapangan ini untuk mengumpulkan siswa sekolah Muhammadiyah se kota Jogja. Kami mengenal gedung perdana UMY itu sebagai SD Inpres. Kurang menarik minat kami lulusan sekolah menengah Muhammadiyah untuk kuliah di sini. Apalagi bagi kami alumni SMA Muhi. (SMA Muhammadiyah Satu Yogyakarta, red).

              Pada suatu titik UMY tidak lagi punya dana untuk membangun. Tandas setelah membangun ruang SD Inpres itu. Tetapi Allah sayang pada UMY. Datanglah “malaikat” bernama Mulyoto Joyomartono. Pak Mul, panggilan akrabnya, anak Pak Mulyadi Joyomartono tokoh Muhammadiyah mantan Menteri Sosial. Sebagai petinggi Bank Exim, Pak Mul datang dengan uang kontan. Ini menjadi modal UMY membangun gedung pertama berlantai empat. Sebuah masjid indah juga dibangun dengan nama Masjid Amal Mulya. Pak Mul juga membuka pintu bagi UMY mengakses dana perbankan. Berbagai inovasi dijalankan. Secara rutin Menteri dihadirkan. Habibi Menristek turun dari helikopter di Lapangan ASRI. Maka UMY digelari Universitas Menteri Yogyakarta. Maka perlahan UMY terus berkembang. Tetapi bahwa UMY bisa seperti sekarang, tidak ada yang pernah membayangkan. Pak Alfian berujar, “Ini semua anugerah Allah. Maka kita perlu bersyukur.”

              Empat puluh dua tahun kemudian UMY kini sudah sangat besar. Pada tahun 2023, menurut Rektor UMY, Prof. Ir. Gunawan Budiyanto, MP, IPM, ASEAN.Eng UMY memiliki 23.000 lebih mahasiswa, 278 dosen Doktor, dan 125 calon Doktor. Para dosen berkiprah di berbagai lembaga tingkat nasional. Sebagian memimpin lembaga negara. Kerjasama internasional berjalan intensif. Sejak 2020 UMY sudah bisa membiayai sendiri dosennya kuliah di Eropa. Alumni UMY menunjukkan kiprah yang besar dan mendunia. Beberapa menjadi diplomat bahkan Duta Besar. Lalu tersedia beasiswa untuk mahasiswa yang ingin mendapatkan double degree di Taiwan. Juga ada kerja sama yang dilakukan dengan Filipina, Thailand, dan Korsel. Setahun kuliah di Indonessia setahun di luar negeri. Pak Gun berkata kepada mahasiswa, “Masa depan milik kalian. Kalian yang hadir di sini akan jadi tokoh bangsa di masa depan. Kampus baru alumninya harus lebih bagus. Bukan hanya jadi Duta Besar. Bahkan jadi Presiden.”

              Kampus Terpadu UMY saat ini

              Maka Milad ke-42 UMY menjadi momentum untuk bersyukur. Pak Gun menegaskan refleksi bukan kesombongan. Tapi lebih pada mencoba berpikir ulang, kembali ke masa lalu. Bagaimana proses yang dulu dilakukan dan UMY masih on the track atau sudah serong. Sedangkan malam Refleksi Milad dihadiri dosen, karyawan, perwakikan mahasiswa, dan pensiunan UMY. Hadir juga dua tamu istimewa istri pendiri: Bu Mustofa Kamal dan Bu Humam Zainal. Acara juga dimeriahkan berbagai hadiah, antara lain dua sepeda motor. Lima sepeda motor akan dibagikan saat Family Day. Lalu akan dibagikan 45 paket umroh bagi pegawai. Lalu ada insentif Ramadan, tabungan pensiun, dan kenaikan THR . Semua masuk langsung ke payroll. Nama-nama peserta umroh akan diumumkan nanti saat Syawalan. Menurut Bu Adhiyanty Nurjanah, Kepala LPSDM,”ini semua sebagai upaya peningkatan indeks kebahagiaan warga UMY.”

              Selanjutnya Agung Danarto Ketua BPH UMY menguraikan tentang kunci kebahagiaan. Ada dua: sabar dan syukur. Ada banyak hal yang perlu disyukuri di UMY ini. Prestasi akademik sudah luar biasa. Banyak Profesor dan Doktor. Ke depan diharapkan UMY makin jaya. Tetapi dalam jumlah mahasiswa Pak Agung melihat UMY harus mengejar UAD saudara kandungnya. Dari segi pendaftar UMY sudah sangat banyak. Bagi Pak Agung ini hanya soal political will. Tentu juga dengan menyiapkan sarpras. Ini mumpung akreditasi Unggul masih berlaku empat tahun. Lanjut Pak Agung para dosen UMY juga bisa menggunakan dua kunci kebahagiaan ini. Ketika ada keinginan yang belum tercapai, bersabarlah. Bahwa masih menjadi dosen di UMY, bersyukurlah. Di luar sana paska covid ada banyak orang yang tidak bisa lagi mengajar karena kampusnya tutup. “Stres sedikit karena tekanan Scopus tidak apa-apa. Yang penting masih punya pekerjaan.”

              Rangkaian Malam Refleksi Milad Ke-42 ini ditutup pengajian Kyai Dr. H. Tafsir, M.Ag., Ketua PWM Jateng. Kyai Tafsir menyampaikan tentang periode 40-an tahun pergantian generasi mengacu pada teori Ibnu Khaldun. Bahwa manusia dewasa setelah 40 tahun. Teori ini digunakan Khaldun memahami lembaga. 40 tahun pertama adalah masa peletakan dasar dan 40 tahun kedua masa menikmati. UMY kini memasuki masa kedua. Dalam hal ini dosen muda yang masuk pada 40 tahun kedua harus lebih banyak bersyukur. Mereka tidak mengalami masa meletakkan pondasi. Masa ngrekoso, masa sulit. Kalau tidak pandai mewariskan nilai-nilai maka akan muncul generasi ketiga yang menjadi generasi perusak. Generasi yang tidak pandai bersyukur, ngamukan, manja. Lanjut beliau, “penting sekali generasi penerus dididik faham semangat generasi pertama. Sehingga UMY tetap istiqamah. Walau mungkin ada satu dua yang ngeyel.”

              Malam Refleksi Milad 42 UMY yang juga disertai pemberian doorprize kepada civitas academica UMY, dengan salah satu doorprize yang diberikan adalah sepeda motor

              Duduk bersama lintas generasi juga penting untuk menjaga visi-misi. Dengan begitu visi-misi tetap dihayati bersama. Generasi kedua boleh menikmati kebesaran UMY kini. Tetapi tetap dengan penuh kesyukuran karena tahu sejarah UMY. Bahwa Kampus Terpadu tiga puluh hektar lebih dengan gedung-gedung megah saat ini diawali dengan sebuah kantor kontrakan kecil. Sebelum kemudian memiliki gedung “SD Inpres” ukuran 6×10 di pojok lapangan ASRI. Demikian juga keluarga besar UMY perlu tahu bahwa Muhammadiyah berdiri di atas tiga pilar: jamaah, jam’iyah, dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Antar tiga pilar ini harus dibangun sinergi yang baik. Bukan sekedar kerja bersama. Tidak boleh AUM megah tetapi kantor Persyarikatan tidak jelas. Ini membuktikan tidak adanya sinergi. Lanjut Kyai Tafsir, “sinergitas antara jamaah, jamiah, dan UMY terus terjalin. Maka UMY makin jaya. Tidak hanya di Indonesia tapi di tingkat dunia.”

              Jogja, lima tahun yang lalu. Aku sedang duduk santai di sebuah sudut kampus. Aku bersama beberapa dosen muda yang belum lama masuk UMY. Di tengah bincang akrab salah satu dosen berucap serius, “UMY ini pelit sekali pada kita. Gaji kita mana cukup memenuhi keluarga dengan layak.” Aku terkejut karena merasa pendapatanku dari UMY lebih dari cukup. Tetapi sejenak kemudian aku faham. Dulu ketika kuliah mereka berkendaraan roda empat. Tentu dibiayai penuh orang tua. Sekarang mereka menjadi kepala keluarga. Gaji mereka kini bisa jadi lebih kecil dari jatah bulanan dari orangtua dulu. Sedangkan aku ketika kuliah dulu tidak punya kendaraan. Bahkan sebuah sepeda pun. Maka menjadi dosen UMY bagiku sebuah kesyukuran. Rupanya kami memang beda generasi. Generasi kedua UMY telah lahir. Semoga mereka menjadi generasi kedua UMY, generasi penikmat tapi tetap bisa bersyukur. Tentu jika visi-misi UMY tersosialisasi dengan baik.

               

              Menteng Raya 62 Jakarta, 10 Maret 2023
              Mahli Zainuddin Tago

              muhammadiyah.or.id

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Banjir bandang Lahat, Sumatera Selatan

              Next Post

              Cari Mahasiswa Mahir Berbahasa Arab,  Prodi Ilmu Falak UMSU Kunjungi Pesantren

              InfoLain

              Kabar PTMA

              Umsida Laksanakan Kurban Iduladha 1447 H, Distribusikan hingga SLB dan Wilayah Pelosok

              29/05/2026
              Kabar PTMA

              PHRI Sumut Siap Dukung Muktamar Muhammadiyah 2027​Peny Eriska

              27/05/2026
              Kabar PTMA

              UMSU Terima Empat Ekor Sapi Hewan Kurban dari PT Telkom Indonesia​Peny Eriska

              27/05/2026
              Next Post
              Cari Mahasiswa Mahir Berbahasa Arab,  Prodi Ilmu Falak UMSU Kunjungi Pesantren

              Cari Mahasiswa Mahir Berbahasa Arab,  Prodi Ilmu Falak UMSU Kunjungi Pesantren

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Bertahun-tahun Tak Pernah Kurban, Warga Pesisir Tugu Kini Rasakan Keajaiban Iduladha

                30/05/2026

                Kisah Mahasiswa UNIMUGO Jadi Duta Inspirasi Indonesia: Bukti Mahasiswa Daerah Bisa Bersaing di Kancah Nasional

                30/05/2026

                Bukan Sekadar Sekolah, SMAMCO Manokwari Jadi Simbol Toleransi dan Harapan Baru di Tanah Papua

                30/05/2026

                Cara Menerapkan Green Kurban: Solusi Masjid di Semarang Atasi Sampah Plastik dan Jaga Kualitas Daging

                30/05/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,260)
                • Hukum Islam (1,416)
                • Kabar PTMA (3,749)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Bertahun-tahun Tak Pernah Kurban, Warga Pesisir Tugu Kini Rasakan Keajaiban Iduladha

                30/05/2026

                Kisah Mahasiswa UNIMUGO Jadi Duta Inspirasi Indonesia: Bukti Mahasiswa Daerah Bisa Bersaing di Kancah Nasional

                30/05/2026

                Bukan Sekadar Sekolah, SMAMCO Manokwari Jadi Simbol Toleransi dan Harapan Baru di Tanah Papua

                30/05/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In