• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sabtu, September 5, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Majelis Ulama Indonesia: Label “No Pork, No Lard” Tak Jamin Kehalalan Menu

    Khutbah Jum’at: Wajah Umat Islam Hari Ini, Antara Tantangan Zaman dan Tanggung Jawab Ke-Umatan

    Aisyiyah Inisiasi Hutan Wakaf Siti Kanaya, Lahan di Pasuruan Jadi Pilot Project

    Aisyiyah Inisiasi Hutan Wakaf Siti Kanaya, Lahan di Pasuruan Jadi Pilot Project

    Majelis Pustaka dan Informasi & PWM IPM Sumut Sepakat Gelar Akademi Jurnalis Muda Muhammadiyah

    Majelis Pustaka dan Informasi & PWM IPM Sumut Sepakat Gelar Akademi Jurnalis Muda Muhammadiyah

    PDM Kota Medan Gelar International Visit ke Kuala Lumpur untuk Perkuat Kerja Sama Antarnegara

    PDM Kota Medan Gelar International Visit ke Kuala Lumpur untuk Perkuat Kerja Sama Antarnegara

    Qori Internasional UMSU Daud Sitorus Wakili Indonesia di Kroasia

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Majelis Ulama Indonesia: Label “No Pork, No Lard” Tak Jamin Kehalalan Menu

      Khutbah Jum’at: Wajah Umat Islam Hari Ini, Antara Tantangan Zaman dan Tanggung Jawab Ke-Umatan

      Aisyiyah Inisiasi Hutan Wakaf Siti Kanaya, Lahan di Pasuruan Jadi Pilot Project

      Aisyiyah Inisiasi Hutan Wakaf Siti Kanaya, Lahan di Pasuruan Jadi Pilot Project

      Majelis Pustaka dan Informasi & PWM IPM Sumut Sepakat Gelar Akademi Jurnalis Muda Muhammadiyah

      Majelis Pustaka dan Informasi & PWM IPM Sumut Sepakat Gelar Akademi Jurnalis Muda Muhammadiyah

      PDM Kota Medan Gelar International Visit ke Kuala Lumpur untuk Perkuat Kerja Sama Antarnegara

      PDM Kota Medan Gelar International Visit ke Kuala Lumpur untuk Perkuat Kerja Sama Antarnegara

      Qori Internasional UMSU Daud Sitorus Wakili Indonesia di Kroasia

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

        Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

        Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

        SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

        5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

        Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Majelis Ulama Indonesia: Label “No Pork, No Lard” Tak Jamin Kehalalan Menu

          Khutbah Jum’at: Wajah Umat Islam Hari Ini, Antara Tantangan Zaman dan Tanggung Jawab Ke-Umatan

          Aisyiyah Inisiasi Hutan Wakaf Siti Kanaya, Lahan di Pasuruan Jadi Pilot Project

          Aisyiyah Inisiasi Hutan Wakaf Siti Kanaya, Lahan di Pasuruan Jadi Pilot Project

          Majelis Pustaka dan Informasi & PWM IPM Sumut Sepakat Gelar Akademi Jurnalis Muda Muhammadiyah

          Majelis Pustaka dan Informasi & PWM IPM Sumut Sepakat Gelar Akademi Jurnalis Muda Muhammadiyah

          PDM Kota Medan Gelar International Visit ke Kuala Lumpur untuk Perkuat Kerja Sama Antarnegara

          PDM Kota Medan Gelar International Visit ke Kuala Lumpur untuk Perkuat Kerja Sama Antarnegara

          Qori Internasional UMSU Daud Sitorus Wakili Indonesia di Kroasia

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Majelis Ulama Indonesia: Label “No Pork, No Lard” Tak Jamin Kehalalan Menu

            Khutbah Jum’at: Wajah Umat Islam Hari Ini, Antara Tantangan Zaman dan Tanggung Jawab Ke-Umatan

            Aisyiyah Inisiasi Hutan Wakaf Siti Kanaya, Lahan di Pasuruan Jadi Pilot Project

            Aisyiyah Inisiasi Hutan Wakaf Siti Kanaya, Lahan di Pasuruan Jadi Pilot Project

            Majelis Pustaka dan Informasi & PWM IPM Sumut Sepakat Gelar Akademi Jurnalis Muda Muhammadiyah

            Majelis Pustaka dan Informasi & PWM IPM Sumut Sepakat Gelar Akademi Jurnalis Muda Muhammadiyah

            PDM Kota Medan Gelar International Visit ke Kuala Lumpur untuk Perkuat Kerja Sama Antarnegara

            PDM Kota Medan Gelar International Visit ke Kuala Lumpur untuk Perkuat Kerja Sama Antarnegara

            Qori Internasional UMSU Daud Sitorus Wakili Indonesia di Kroasia

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

              Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

              Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

              SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

              5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

              Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Muhammadiyah, Lahir di Kauman Besar di Minangkabau

              by
              20/10/2022
              in BeritaMu
              0
              Muhammadiyah, Lahir di Kauman Besar di Minangkabau
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              muhammadiyah.or.id –

              Muhammadiyah, Lahir di Kauman Besar di Minangkabau

              WartaTerkait

              Majelis Ulama Indonesia: Label “No Pork, No Lard” Tak Jamin Kehalalan Menu

              Khutbah Jum’at: Wajah Umat Islam Hari Ini, Antara Tantangan Zaman dan Tanggung Jawab Ke-Umatan

              Aisyiyah Inisiasi Hutan Wakaf Siti Kanaya, Lahan di Pasuruan Jadi Pilot Project

              Majelis Pustaka dan Informasi & PWM IPM Sumut Sepakat Gelar Akademi Jurnalis Muda Muhammadiyah

              Reflesi Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah Ke-48

              Oleh: Isthifa Kemal

              Siapa yang saat ini tidak mengenal dengan organisasi Muhammadiyah. Ya, organisasi besar di Indonesia yang di dirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan. Muhammadiyah bahkan saat ini sudah mempunyai cabang-cabang istimewa di luar negeri.

              Kampung Kauman yang berada di Yogyakarta merupakan saksi lahirnya organisasi ini pada 18 November 1912. Dalam Statuten Muhammadiyah (Anggaran Dasar Muhammadiyah)  yang di kirim oleh Kiai Dahlan yang disahkan oleh Gubernur Jenderal Belanda pada 22 Agustus 1914, tertera bahwa perhimpunan ini ditentukan buat 29 tahun lamanya, mulai 18 November 1912. Adapun tujuan pendiriannya adalah untuk “menyebarkan pengajaran Igama Kangjeng Nabi Muhammad Shallahu ‘Alaihi Wassalam kepada penduduk Bumiputra di dalam residensi Yogyakarta dan memajukan hal Igama kepada anggauta-anggutanya.”

              Awalnya ajaran ini di tolak, namun berkat ketekunan dan kesebaran Kiai Dahlan, akhirnya mendapat dukungan dan sambutan dari keluarga dan kerabatnya di kampung Kauman. Profesi Kiai Dahlan sebagai pedagang sangat mendukung, sehingga dalam waktu dekat ajakannya menyebar ke luar kampung Kauman bahkan sampai ke luar daerah dan ke luar pulau Jawa.

              Kampung Kauman di Yogyakarta menjadi saksi lahirnya organisasi ini. Letaknya berada di sebelah barat alun-alun Keraton Kesultanan Yogyakarta, tidak jauh dari Mesjid Agung. Kampung Kauman dikenal sebagai tempat tinggal komunitas masyarakat muslim yang menjadi abdi dalem keraton. Disanalah Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, dilahirkan pada tahun 1868.

              Mengutip buku K.H. Ahmad Dahlan (1868-1923) oleh Nur Khozin dan Isnudi, asal-usul kampung Kauman memiliki keterkaitan dengan sejarah Kesultanan Yogyakarta yang di dirikan berdasarkan Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755. Perjanjian yang ditandatangani Gubernur Nicollas Hartigh itu menjadi salah satu bentuk politik pecah belah pemerintah kolonial Belanda. Tujuannya untuk melemahkan pengaruh dan wewenang pemimpin lokal.

              Ayah Ahmad Dahlan, Kiai Haji Abu Bakar bin Haji Sulaiman, merupakan abdi dalem Kesultanan Yogyakarta. Dia menjabat sebagai Khatib di Masjid Gedhe Kauman Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat yang bertugas memberikan Khotbah Salat Jumatsecara bergiliran dengan khatib lainnya. Ahmad Dahlan  kecil, yang kala itu masih Bernama Muhammad Darwis, di didik langsung oleh orangtuanya dalam lingkungan keluarga di kampung Kauman ini. Muhammad Darwis mengganti namanya menjadi Ahmad Dahlan menjelang pulang usai menjalankan ibadah Haji dan menuntu ilmu selama 5 tahun di Mekkah.

              Masjid Gedhe Kauman tempo dulu (Dok SM)

              Di kampung Kauman, Kiai Dahlan pelajaran dan pengetahuan kepada laki-laki, beliau juga memberikan pelajaran kepada kaum ibu muda dalam forum pengajian yang di sebut “Sidratul Muntaha”. Dimana pada siang harinya pelajaran untuk anak laki-laki dan perempuan, dan pada malam hari untuk anak laki-laki yang sudah dewasa.

              Dari kampung Kauman ini juga, Muhammadiyah mendirikan 5 sekolah dasar dari  tahun 1913-1918.  Tahun 1919, Muhammadiyah mendirikan Hooge School Muhammadiyah yang merupakan sekolah lanjutan. Pada tahun 1923 diganti namanya menjadi Kweek School Muhammadiyah, Tahun 1923 dipecah menjadi dua, laki-laki sendiri dan perempuan sendiri. Akhirnya  pada tahun 1930 nama nya dirubah menjadi Mu’allimin dan Mu’allimat yang kita kenal sekarang. Keduanya kini menjadi sekolah kader Muhammadiyah yang dibawahi langsung oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

              Pada 7 Mei 1921, Kiai Ahmad Dahlan mengajukan permohonan kepada Pemeintah Hindia Belanda untuk mendirikan cabang-cabang Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Akhirnya permohonan itu mendapat persetujuan Pemerintah Hindia Belanda pada 2 September 1921. Dengan di terimanya permohonan ini, maka ruang gerak Muhammadiyah semakin luas. Dakwah Muhammadiyah pun semakin mantap, terutama bidang pendidikan dengan membentuk badan khusus, guna meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat. Badan khusus ini Bernama Majelis Pimpinan Pengajaran Muhammadiyah yang dibentuk pada 14 Juli 1923 dan di ketuai Mas Ngabehi Joyosugito. Pengaruh Muhammadiyah pada masa itu masih terbatas pada beberapa wilayah. Wilayah tersebut yaitu Surakarta, Yogyakarta, Pekalongan dan Pekajangan. Cabang-cabang Muhammadiyah ini mulai berdiri pada tahun 1922.

              Kabar duka muncul, pendiri Muhammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan, meninggal dunia pada 23 Februari 1923. Perjuangan Muhammadiyah tidak pernah berhenti. Perjuangan Muhammadiyah dilanjutkan Oleh K.H. Ibrahim. Dua tahun setelah meninggal Kiai Dahlan, jumlah anggota Muhammadiyah berjumlah 4.000 anggota. Dititik ini, Muhammadiyah sudah membangun dua klinik di Surabaya dan Yogyakarta dan 55 sekolah.

              Kampung Kauman telah melahirkan sosok yang sangat penting bagi bangsa. Sosok yang merubah nilai-nilai dan memberikan sebuah peradaban baru bagi negeri. Perubahannya saat ini bahkan di rasakan sampai ke luar negeri.

              Besar di Minangkabau

              Bermula dari lawatan Haji Abdul Karim Amrullah, dikenal juga dengan Haji Rasul,  ke tanah Jawa, beliau bertemu dengan sejumlah tokoh di Jawa, diantaranya K.H Ahmad Dahlan. Meskipun belum pernah bertemu sebelumnya, hubungan antara kedua tokoh ini terjalin secara emosional dengan sangat baik melalui kesamaan pandangan soal Islam dan pendidikan. K.H. Ahmad Dahlan. Kiai Dahlan mengenal Haji Rasul lewat tulisan-tulisannya di majalah Al-Munir. Buya Hamka mengisahkan dalam bukunya Ayahku,K.H. Ahmad Dahlan menjemput langsung kedangan Haji Rasul di Stasiun Tugu Yogyakarta. Ia menjadi tamu Kiai Dahlan dan banyak bertukar pikiran dengan pendiri Muhammadiyah selama di Yogyakarta.

              K.H. Abdul Karim Amrullah yang di juluki Haji Rasul, mengajarkan Muhammadiyah di Minang, yang langsung membuka cabang di Sungai Batang daerah Agam. Pada Tahun 1925, Cabang Muhammadiyah mulai didirikan di Minangkabau. Haji Rasul mengembangkan dan membesarkan Muhammadiyah di tanah Minang. Kepiawaiannya berdakwah membuatnya mudah di terima oleh masyarakat.

              Gambar deretan mobil yang melayani kebutuhan peserta Kongres ke-19 tahun 1930 di Pasar Atas Bukittinggi. Sumber: Tjatetan Persidangan Congres Besar Moehammadijah Minangkabau ke-19 tahun 1930.

              Persentuhan pertama antara Muhammadiyah dan orang Minang adalah melalui A.R. Soetan Mansur, tokoh yang kemudian menjadi PB Muhammadiyah 2 periode (1953-1956 dan 1956-1959), lahir di Maninjau, 15 Desember 1895. Buya Mansur merupakan anak ulama kenamaan Maninjau yang bernama Abdul Somad Al-Kusaij. Buya Mansur ini merupakan murid dan kemudian menjadi menantu dari Haji Rasul.

              Sebelum Muhammadiyah masuk ke ranah Minang, Buya Mansur telah jadi pengurus Muhammadiyah di Pekalongan dan bertemu langsung dengan Kiai Dahlan. Sebagai perantau, Buya Mansur selain aktif dalam memimpin Muhammadiyah di Pekalongan juga menjadi pedangang kain batik. Buya Mansur mendirikan perkumpulan padagang batik para perantau Minang untuk mengkaji Islam yang di beri nama “Nurul Islam”.

              Sebagaimana tokoh lainnya, Buya Mansur gemar menelurkan pikirannya lewat tulisan. Beberapa buku berkaitan dengan Muhammadiyah berhasil di tulis oleh Buya Mansur, diantaranya: Pokok-Pokok Pergerakan Muhammadiyah, dan Penerangan Asas Muhammadiyah; Hidup di Tengah Kawan dan Lawan; Tauhid Membentuk Pribadi Muslim; Rush Islam; Jihad dan lain-lain.

              Selain Haji Rasul dan Buya Mansur, Buya Haji Abdul Malik Karim Amrullah, atau yang di kenal dengan Buya Hamka, juga memiliki peran besar dalam membesarkan dan menyebarkan Muhammadiyah di ranah Minang. Tokoh kharismatik ini turut andil dalam mengukir sejarah Muhammadiyah. Mula-mula Muhammadiyah hadir di ranah Minang, Buya Hamka mendampingi Buya Mansur mendirikan cabang Muhammadiyah ke berbagai daerah.

              Pada tahun 1928, Buya Hamka diangkat menjadi Ketua Cabang Muhammadiyah Padang Panjang. Ketika itu, usianya bari 21 tahun. Tahun 1931, ia kemudian di tunjuk menjadi Mubaligh Muhammadiyah di Makassar, lalu ditunjuk sebagai Anggota Majelis Konsul Muhammadiyah Sumatera Tengah. Dalam perjalanannya, Buya Hamka pernah menjadi Ketua MUI yang pertama (1975-1981).

              Etnik Minang bisa ditemukan dengan mudah di pusat-pusat perdagangan dalam wilayah Indonesia, bahkan mancanegara. Tradisi merantau inilah yanag memudahkan penyebaran Muhammadiyah ke seluruh wilayah Sumatera bahkan di luar Sumatera. Bagi masyarakat Minang, adat dan agama tidak bisa dipisahkan. Orang Minang tidak ingin dikatakan sebagai orang yang tidak beradat dan beragama (Islam). Orang Minang dan kebiasaannya menyebabkan mereka lebih cepat dalam menimba ajaran-ajaran baru dalam dunia Islam. Berkaitan dengan Muhammadiyah, justru bukan hanya menjadi suatu organisasi baru yang menyebar dengan cepat di wilayah Minangkabau, namun mereka membawanya keluar dengan mendirikan Muhammadiyah di daerah rantau masing-masing.

              Para pedagang dari Minang membantu penyebaran Muhammadiyah. Saat ini dengan 60 juta anggota, Muhammadiyah merupak organisasi Muslim terbesar di Indonesia. Muhammadiyah juga memiliki organisasi otonom.

              Munculnya Muhammadiyah di ranah Minang menjadi titik episentrum baru penyebaran Muhammadiyah di seluruh Indonesia melalui jaringan kekeluargaan, guru dan murid hingga jaringan perdagangan. Etnik Minang selain di kenal sebagai etnik perantau, mereka di kenal juga ahli perdagangan. Orang Minang membawa Muhammadiyah ke daerah rantau mereka masing-masing.

              Dengan semua pencapaian ini, cita-cita Kiai Dahlan untuk menjadikan Muhammadiyah sebagai organisasi yang bergerak di bidang agama, sosial dan pendidikan yang tidak tergoyahkan. Hingga gini, belum ada organisasi yang memiliki tempat pendidikan, ruang ibadah serta fasilitas Kesehatan sebanyak yang dimiliki oleh Muhammadiyah.

              Isthifa Kemal, Dosen dan Sekretaris LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

              –Read Moremuhammadiyah.or.id

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Said Matondang : Kepala Sekolah Pergi ke Turki, Dikdasmen Harus Pergi ke Eropa

              Next Post

              E-Counting hingga E-Voting, Mempermudah Pemilihan dalam Muktamar 

              InfoLain

              BeritaMu

              Majelis Ulama Indonesia: Label “No Pork, No Lard” Tak Jamin Kehalalan Menu

              04/09/2026
              BeritaMu

              Khutbah Jum’at: Wajah Umat Islam Hari Ini, Antara Tantangan Zaman dan Tanggung Jawab Ke-Umatan

              04/09/2026
              Aisyiyah Inisiasi Hutan Wakaf Siti Kanaya, Lahan di Pasuruan Jadi Pilot Project
              BeritaMu

              Aisyiyah Inisiasi Hutan Wakaf Siti Kanaya, Lahan di Pasuruan Jadi Pilot Project

              04/09/2026
              Next Post
              Muktamar 48 Muhammadiyah ‘Aisyiyah, Muktamar Era Digital

              Muktamar 48 Muhammadiyah ‘Aisyiyah, Muktamar Era Digital

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Enam Hari di Sumut akibat IOD Negatif

                26/11/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Majelis Ulama Indonesia: Label “No Pork, No Lard” Tak Jamin Kehalalan Menu

                04/09/2026

                Khutbah Jum’at: Wajah Umat Islam Hari Ini, Antara Tantangan Zaman dan Tanggung Jawab Ke-Umatan

                04/09/2026
                Aisyiyah Inisiasi Hutan Wakaf Siti Kanaya, Lahan di Pasuruan Jadi Pilot Project

                Aisyiyah Inisiasi Hutan Wakaf Siti Kanaya, Lahan di Pasuruan Jadi Pilot Project

                04/09/2026
                Majelis Pustaka dan Informasi & PWM IPM Sumut Sepakat Gelar Akademi Jurnalis Muda Muhammadiyah

                Majelis Pustaka dan Informasi & PWM IPM Sumut Sepakat Gelar Akademi Jurnalis Muda Muhammadiyah

                04/09/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (29,327)
                • Hukum Islam (1,633)
                • Kabar PTMA (4,164)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Majelis Ulama Indonesia: Label “No Pork, No Lard” Tak Jamin Kehalalan Menu

                04/09/2026

                Khutbah Jum’at: Wajah Umat Islam Hari Ini, Antara Tantangan Zaman dan Tanggung Jawab Ke-Umatan

                04/09/2026
                Aisyiyah Inisiasi Hutan Wakaf Siti Kanaya, Lahan di Pasuruan Jadi Pilot Project

                Aisyiyah Inisiasi Hutan Wakaf Siti Kanaya, Lahan di Pasuruan Jadi Pilot Project

                04/09/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In