• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sabtu, September 5, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Sinergi RS UMS A.R. Fachrudin Dengan RSMA Jawa Tengah: Dorong Mutu Pelayanan

    Pelantikan PK IMM KHSR Unimus 2026, Meneguhkan Aksentuasi Cendekia Menuju Gerakan Transformatif

    UMS dan Daarul Qur’an Gagas Sertifikasi Pengajar Al-Qur’an Standar BNSP

    Siagakan Tim Medis, RS UMS A.R. Fachrudin Kawal Kesehatan 8.000 Mahasiswa Baru di Masta UMS 2026

    Strategi Finansial Pekerja Migran Indonesia di Korea Selatan: UMS Bagikan Trik Investasi dan Jaga Kesehatan

    Majelis Ulama Indonesia: Label “No Pork, No Lard” Tak Jamin Kehalalan Menu

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Sinergi RS UMS A.R. Fachrudin Dengan RSMA Jawa Tengah: Dorong Mutu Pelayanan

      Pelantikan PK IMM KHSR Unimus 2026, Meneguhkan Aksentuasi Cendekia Menuju Gerakan Transformatif

      UMS dan Daarul Qur’an Gagas Sertifikasi Pengajar Al-Qur’an Standar BNSP

      Siagakan Tim Medis, RS UMS A.R. Fachrudin Kawal Kesehatan 8.000 Mahasiswa Baru di Masta UMS 2026

      Strategi Finansial Pekerja Migran Indonesia di Korea Selatan: UMS Bagikan Trik Investasi dan Jaga Kesehatan

      Majelis Ulama Indonesia: Label “No Pork, No Lard” Tak Jamin Kehalalan Menu

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

        Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

        Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

        SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

        5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

        Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Sinergi RS UMS A.R. Fachrudin Dengan RSMA Jawa Tengah: Dorong Mutu Pelayanan

          Pelantikan PK IMM KHSR Unimus 2026, Meneguhkan Aksentuasi Cendekia Menuju Gerakan Transformatif

          UMS dan Daarul Qur’an Gagas Sertifikasi Pengajar Al-Qur’an Standar BNSP

          Siagakan Tim Medis, RS UMS A.R. Fachrudin Kawal Kesehatan 8.000 Mahasiswa Baru di Masta UMS 2026

          Strategi Finansial Pekerja Migran Indonesia di Korea Selatan: UMS Bagikan Trik Investasi dan Jaga Kesehatan

          Majelis Ulama Indonesia: Label “No Pork, No Lard” Tak Jamin Kehalalan Menu

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Sinergi RS UMS A.R. Fachrudin Dengan RSMA Jawa Tengah: Dorong Mutu Pelayanan

            Pelantikan PK IMM KHSR Unimus 2026, Meneguhkan Aksentuasi Cendekia Menuju Gerakan Transformatif

            UMS dan Daarul Qur’an Gagas Sertifikasi Pengajar Al-Qur’an Standar BNSP

            Siagakan Tim Medis, RS UMS A.R. Fachrudin Kawal Kesehatan 8.000 Mahasiswa Baru di Masta UMS 2026

            Strategi Finansial Pekerja Migran Indonesia di Korea Selatan: UMS Bagikan Trik Investasi dan Jaga Kesehatan

            Majelis Ulama Indonesia: Label “No Pork, No Lard” Tak Jamin Kehalalan Menu

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

              Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

              Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

              SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

              5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

              Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Khutbah Jum’at: Wajah Umat Islam Hari Ini, Antara Tantangan Zaman dan Tanggung Jawab Ke-Umatan

              admin by admin
              04/09/2026
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              WAJAH UMAT ISLAM HARI INI: ANTARA TANTANGAN ZAMAN DAN TANGGUNG JAWAB KEUMATAN

              Oleh : Ustadz Talkisman Tanjung*

              WartaTerkait

              Sinergi RS UMS A.R. Fachrudin Dengan RSMA Jawa Tengah: Dorong Mutu Pelayanan

              Pelantikan PK IMM KHSR Unimus 2026, Meneguhkan Aksentuasi Cendekia Menuju Gerakan Transformatif

              UMS dan Daarul Qur’an Gagas Sertifikasi Pengajar Al-Qur’an Standar BNSP

              Siagakan Tim Medis, RS UMS A.R. Fachrudin Kawal Kesehatan 8.000 Mahasiswa Baru di Masta UMS 2026

               

              إِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ ، وَنَسْتَعِيْنُهُ ، وَنَسْتَغْفِرُهُ ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا ، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

              يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (102) [آل عمران]

              يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا (1) [النساء]

              يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا (70) يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا (71) [الأحزاب

              أما بعد،.

               

              Jamaah Jum’at rahimakumullah,

              Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa. Takwa bukan hanya terlihat ketika kita berada di masjid. Takwa adalah ketika Allah menjadi pertimbangan dalam setiap keputusan kita. Takwa terlihat ketika kita bekerja. nampak ketika memegang jabatan. Takwa ketika mengelola uang. ketika mendidik anak. ketika menggunakan handphone. Dan ketika tidak ada orang yang melihat.

              Sebab kita boleh bersembunyi dari manusia, tetapi tidak mungkin bersembunyi dari Allah.

              Allah SWT berfirman:

              يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

              “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. Bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” QS. Al-Hasyr: 18.

              Perhatikan kalimat Allah:

              وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ

              “Hendaklah setiap jiwa melihat apa yang telah dipersiapkannya untuk hari esok.” Hari esok bukan hanya besok pagi. Hari esok adalah hari ketika kita menghadap Allah. Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah Hari ini kita ingin bertanya kepada diri kita: Bagaimana sebenarnya wajah umat Islam hari ini? Pertanyaan ini penting. Sebab umat Islam bukan umat yang kecil. Secara jumlah, umat Islam adalah salah satu komunitas terbesar di dunia. Data Pew Research Center menunjukkan sekitar 2 miliar manusia beragama Islam pada 2020, dan Islam menjadi agama dengan pertumbuhan jumlah terbesar dalam periode 2010–2020.

               

              Tetapi pertanyaannya: Apakah banyak berarti kuat? Belum tentu. Banyak tetapi terpecah. Banyak tetapi mudah diadu domba. Banyak tetapi sebagian masih miskin. Banyak tetapi sebagian masih tertinggal dalam ilmu pengetahuan. Banyak tetapi sibuk bertengkar mengenai perbedaan kecil. Banyak tetapi mudah percaya berita tanpa tabayyun. Banyak tetapi anak-anak muda kita kadang lebih mengenal artis, influencer, dan tokoh media sosial daripada ulama dan sejarah para Nabi.

              Inilah yang harus kita renungkan.

              Pertama: Umat Islam harus bangkit dari perpecahan

              Allah SWT berfirman:

              وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

              “Berpegangteguhlah kamu semuanya kepada tali Allah dan janganlah kamu bercerai-berai.” QS. Ali ‘Imran: 103.

              Jamaah rahimakumullah,

              Perbedaan itu sunnatullah. Kita boleh berbeda pendapat. Berbeda mazhab. Berbeda organisasi. Berbeda pilihan dalam persoalan ijtihadiyah. Tetapi jangan sampai perbedaan itu membuat kita bermusuhan sebagai sesama Muslim. Jangan karena berbeda qunut lalu putus persaudaraan. Jangan karena berbeda jumlah rakaat tarawih lalu saling menghina. Jangan karena berbeda organisasi lalu merasa paling Islam. Jangan karena berbeda pilihan politik lalu persaudaraan selama puluhan tahun hancur dalam satu malam.

              Masya Allah!

              Kalau umat Islam habis energinya untuk saling menyerang, lalu siapa yang membangun sekolah? Siapa yang membangun ekonomi umat? Siapa yang mendidik generasi? Siapa yang membantu orang miskin? Siapa yang membela anak yatim? Siapa yang membangun peradaban?

              Musuh terbesar umat kadang bukan orang lain. Tetapi ketika kita kehilangan kemampuan untuk bersatu dalam kebaikan.

              Kedua: Umat Islam harus kembali mencintai ilmu Allah tidak pertama kali memerintahkan Nabi Muhammad ﷺ: “Bangunlah kerajaan!” Tidak. Wahyu pertama yang turun adalah:

              اقْرَأْ

              Bacalah!

              Allah berfirman:

              اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

              “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.” QS. Al-‘Alaq: 1.

              Islam adalah agama ilmu. Karena itu jangan heran jika dalam sejarah, umat Islam pernah melahirkan ilmuwan besar. Al-Khawarizmi dalam matematika. Ibnu Sina dalam kedokteran. Al-Biruni dalam astronomi dan ilmu pengetahuan. Ibnu Khaldun dalam kajian masyarakat dan sejarah. Mereka tidak melihat ilmu dunia sebagai musuh agama. Mereka melihat: Ilmu adalah jalan mengenal kebesaran Allah dan membangun kemaslahatan manusia.

              Maka kalau kita ingin umat Islam maju, jangan hanya bertanya: “Berapa banyak masjid kita?” Tetapi juga: Berapa banyak anak kita yang menjadi ilmuwan? Berapa banyak yang menjadi dokter? Guru? Insinyur? Pengusaha? Teknolog? Peneliti? Profesional yang jujur? Karena umat yang kuat membutuhkan iman yang kuat sekaligus ilmu yang kuat.

              Ketiga: Tantangan terbesar umat hari ini adalah era digital

              Jamaah yang dirahmati Allah,

              Dulu orang berdusta kepada sepuluh orang. Sekarang satu orang bisa menyebarkan dusta kepada jutaan orang dalam hitungan menit. Dulu fitnah disampaikan dari mulut ke mulut. Sekarang fitnah cukup: “Share.” Klik. Forward. Selesai. Padahal Allah telah mengingatkan:

              يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا

              “Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepadamu seorang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya.” QS. Al-Hujurat: 6.

              Maka orang Islam tidak boleh menjadi manusia yang: “Katanya…” “Katanya begini…” “Katanya begitu…” “Katanya ulama ini…” “Katanya pemerintah itu…” “Katanya ada video…” Padahal belum diperiksa. Belum dibaca. Belum diketahui sumbernya. Langsung disebarkan. Rasulullah ﷺ bersabda:

              كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

              “Cukuplah seseorang disebut berdusta ketika ia menceritakan semua yang ia dengar.” HR. Muslim.

              Maka mulai hari ini: Jangan semua yang kita terima kita sebarkan. Saring sebelum sharing. Tabayyun sebelum menyebarkan. Pikir sebelum mengetik. Karena satu jempol bisa menjadi pahala. Tetapi satu jempol juga bisa menjadi dosa.

              Keempat: Palestina adalah cermin kemanusiaan kita

              Jamaah Jum’at rahimakumullah,

              Hari ini kita juga menyaksikan penderitaan manusia di Palestina. Dan ini bukan hanya persoalan politik. Di balik angka statistik ada manusia. Ada ibu. Ada ayah. Ada anak-anak. Ada keluarga. Ada manusia yang ingin hidup aman.

              Laporan-laporan PBB pada September 2026 masih menunjukkan beratnya kondisi kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat. Bahkan sekitar satu juta warga Gaza dilaporkan mengalami gangguan pasokan air, sementara bantuan pangan di Tepi Barat harus dikurangi karena keterbatasan dana. Apa yang harus kita lakukan?

              Pertama: Jangan kehilangan rasa kemanusiaan.

              Kedua: Doakan mereka.

              Ketiga: Bantu melalui jalur kemanusiaan yang terpercaya dan sah.

              Keempat: Gunakan suara kita untuk mendukung perdamaian dan keadilan.

              Kelima: Jangan membalas kezaliman dengan kebencian kepada seluruh kelompok manusia.

              Islam mengajarkan keadilan.

              Allah berfirman:

              وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ

              “Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” QS. Al-Ma’idah: 8.

              Inilah akhlak Islam. Kita membela yang tertindas tanpa kehilangan keadilan. Kita menolak kezaliman tanpa menjadi zalim.

              Kelima: Kebangkitan umat dimulai dari keluarga

              Jamaah rahimakumullah,

              Kita sering bertanya: “Mengapa umat Islam lemah?” Mari jangan hanya menunjuk ke luar.

              Mari lihat rumah kita. Apakah anak kita mengenal Al-Qur’an? Apakah anak kita mengenal shalat? Apakah mereka menghormati orang tua? Apakah mereka membaca? Apakah mereka punya cita-cita? Apakah mereka punya akhlak? Karena masa depan umat Islam sebenarnya sedang duduk di rumah kita. Anak-anak kita. Mereka adalah masa depan umat. Kalau kita gagal mendidik mereka, jangan salahkan zaman. Kalau anak-anak kita kehilangan arah, jangan hanya menyalahkan media sosial. Sebab rumah adalah sekolah pertama. Ayah adalah guru. Ibu adalah madrasah. Masjid adalah pusat pembinaan. Sekolah adalah tempat penguatan ilmu. Dan masyarakat adalah lingkungan pendidikan.

              Keenam: Jangan hanya menjadi umat yang banyak mengeluh

              Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,

              Ada umat yang kalau melihat keadaan berkata: “Zaman sekarang rusak!” “Anak muda rusak!” “Ekonomi sulit!” “Umat Islam terpuruk!” “Negara begini!” “Dunia begitu!” Tetapi setelah mengeluh… tidak melakukan apa-apa. Padahal Allah berfirman:

              إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

              “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” QS. Ar-Ra’d: 11.

              Maka jangan hanya bertanya: “Kapan umat Islam maju?” Tanyakan: “Apa yang sudah saya lakukan agar umat Islam maju?” Jangan hanya bertanya: “Mengapa masjid sepi?” Tanyakan: “Sudahkah saya mengajak anak saya ke masjid?” Jangan hanya bertanya: “Mengapa generasi muda jauh dari agama?” Tanyakan: “Sudahkah kita memberikan mereka teladan?”

              Jamaah Jum’at rahimakumullah

              Rasulullah ﷺ bersabda:

              الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

              “Seorang mukmin dengan mukmin lainnya seperti bangunan yang saling menguatkan.” HR. Bukhari dan Muslim.

              Bayangkan sebuah bangunan. Batu bata tidak pernah berkata: “Saya lebih penting daripada batu bata yang lain.” Semuanya saling menguatkan. Begitulah umat. Ulama menguatkan umat dengan ilmu. Orang kaya menguatkan umat dengan hartanya. Guru menguatkan umat dengan pendidikannya. Petani menguatkan umat dengan pangannya. Pedagang menguatkan umat dengan kejujurannya. Pemuda menguatkan umat dengan tenaganya. Ibu menguatkan umat dengan pendidikan anak-anaknya. Pemimpin menguatkan umat dengan keadilannya. Itulah umat yang hidup. Maka ada lima agenda kebangkitan umat

              Jamaah sekalian,

              Kalau kita ingin melihat umat Islam bangkit, mari mulai dari lima hal:

              1. Perkuat iman Jangan kehilangan hubungan dengan Allah.
              2. Perkuat ilmu Jadikan anak-anak kita generasi pembelajar.
              3. Perkuat persatuan Berbeda boleh, bermusuhan jangan.
              4. Perkuat ekonomi Umat harus produktif, mandiri dan saling membantu.
              5. Perkuat akhlak Karena ilmu tanpa akhlak bisa menjadi kesombongan.

              Kekayaan tanpa akhlak menjadi kerakusan. Kekuasaan tanpa akhlak menjadi kezaliman. Teknologi tanpa akhlak menjadi kerusakan.

              Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

              Jangan kita bercita-cita menjadi umat yang hanya besar jumlahnya. Mari kita menjadi umat yang: besar imannya, luas ilmunya, mulia akhlaknya, kuat ekonominya, kokoh persatuannya, maju pendidikannya, dan besar manfaatnya bagi manusia.

              Rasulullah ﷺ bersabda:

              خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

              “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”

              Maka mari kita ubah pertanyaan. Bukan: “Apa yang saya dapat dari umat?” Tetapi: “Apa yang sudah saya berikan untuk umat?” Bukan: “Apa yang sudah negara berikan kepada saya?” Tetapi: “Apa yang sudah saya berikan kepada bangsa dan negara?” Bukan: “Apa yang sudah masjid berikan kepada saya?” Tetapi: “Apa yang sudah saya lakukan untuk memakmurkan masjid?”

              Inilah mentalitas umat yang akan bangkit.

              Jamaah yang dimuliakan Allah,

              Kita tidak tahu kapan perubahan besar akan terjadi. Tetapi kita tahu: perubahan harus dimulai. Dan jangan menunggu orang lain. Mulailah dari diri kita. Mulai dari rumah kita. Mulai dari masjid kita. Mulai dari kampung kita. Mulai hari ini.

              Semoga Allah menjadikan kita bagian dari generasi yang bukan hanya menyaksikan kebangkitan Islam, tetapi ikut bekerja untuk mewujudkannya dan menjadi bagian dari perubahan itu.

              أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

               

              KHUTBAH KEDUA

              الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ ، وَنَسْتَعِيْنُهُ ، وَنَسْتَغْفِرُهُ ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا ، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

              يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (102) [آل عمران]

              أَمَّا بَعْدُ : فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ

              أما بعد،.

              Sebelum kita meninggalkan masjid ini, mari kita bawa pulang satu kesadaran: Islam tidak membutuhkan umat yang hanya pandai berbicara tentang kejayaan masa lalu. Islam membutuhkan umat yang bekerja untuk masa depan. Mari kita jadikan: rumah sebagai madrasah, masjid sebagai pusat persaudaraan dan  peradaban, sekolah sebagai pusat ilmu, pasar sebagai tempat kejujuran, organisasi sebagai tempat beramal, dan media sosial sebagai ladang dakwah. Jangan biarkan anak-anak kita tumbuh tanpa arah. Jangan biarkan masjid hanya penuh ketika Ramadhan. Jangan biarkan tetangga kita kelaparan sementara kita kenyang. Jangan biarkan orang miskin berjalan sendiri. Jangan biarkan umat terpecah karena perbedaan kecil. Dan jangan biarkan hati kita mati melihat penderitaan manusia.

               إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.  اللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ مُحَمَّدٍ

              Mari berdoa

              اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ

              اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ سَلَامَةً فِى الدِّيْنِ، وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَالْمَوْتِ، اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ، وَنَجَاةً مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

              رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدتَّنَا عَلَىٰ رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ

              رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

              عباد الله،

              إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

              فاذكروا الله يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.

              أَقِمِ الصَّلَاةَ.

              *** Penulis, Ustadz Talkisman Tanjung, Muballigh akar rumput yang saat ini berdomisili di Batahan Mandailing Natal Sumatera Utara, Penulis Tamu Infomu.co 

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Aisyiyah Inisiasi Hutan Wakaf Siti Kanaya, Lahan di Pasuruan Jadi Pilot Project

              Next Post

              Majelis Ulama Indonesia: Label “No Pork, No Lard” Tak Jamin Kehalalan Menu

              admin

              admin

              InfoLain

              BeritaMu

              Sinergi RS UMS A.R. Fachrudin Dengan RSMA Jawa Tengah: Dorong Mutu Pelayanan

              05/09/2026
              BeritaMu

              Pelantikan PK IMM KHSR Unimus 2026, Meneguhkan Aksentuasi Cendekia Menuju Gerakan Transformatif

              05/09/2026
              BeritaMu

              UMS dan Daarul Qur’an Gagas Sertifikasi Pengajar Al-Qur’an Standar BNSP

              05/09/2026
              Next Post

              Majelis Ulama Indonesia: Label “No Pork, No Lard” Tak Jamin Kehalalan Menu

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Enam Hari di Sumut akibat IOD Negatif

                26/11/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                UM Palopo dan Pemkot Palopo Dorong Tata Kelola Parkir Berbasis Riset dan Digital

                05/09/2026

                UM Palembang Gelar LMT, Tingkatkan Kapasitas Pimpinan Kampus Berpikir Visioner dan Strategis

                05/09/2026

                Student Mobility ke Kazakhstan, Dua Mahasiswa Umsida Siapkan Akademik dan Budaya Indonesia

                05/09/2026

                Dua Penghargaan Anugerah Humas Diktisaintek 2026, UM Sumatera Barat Perkuat Komunikasi Digital

                05/09/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (29,332)
                • Hukum Islam (1,633)
                • Kabar PTMA (4,174)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                UM Palopo dan Pemkot Palopo Dorong Tata Kelola Parkir Berbasis Riset dan Digital

                05/09/2026

                UM Palembang Gelar LMT, Tingkatkan Kapasitas Pimpinan Kampus Berpikir Visioner dan Strategis

                05/09/2026

                Student Mobility ke Kazakhstan, Dua Mahasiswa Umsida Siapkan Akademik dan Budaya Indonesia

                05/09/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In