PP Muhammadiyah Konsolidasi Implementasi SatuMu, Sumatera Utara Nyaris Masuk Kategori Hijau
INFOMU.CO, MEDAN – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar konsolidasi implementasi Satu Data Muhammadiyah (SatuMu) bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) se-Indonesia secara daring, Selasa (1/9/2026).
Konsolidasi ini dilakukan untuk mengevaluasi perkembangan implementasi SatuMu di masing-masing wilayah sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang masih ditemukan di lapangan.
Sekretaris Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah, Amir Nashiruddin, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum untuk melihat capaian aktivasi SatuMu selama setahun terakhir.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah PWM dengan capaian aktivasi di bawah 75 persen untuk tingkat cabang. Bahkan, beberapa wilayah masih berada dalam kategori merah dengan tingkat capaian 0–25 persen.
“Melalui konsolidasi ini kita ingin mengidentifikasi berbagai permasalahan di lapangan dan menyusun langkah strategis dalam satu bulan ke depan agar implementasi SatuMu dapat dioptimalkan di seluruh Indonesia,” ujar Amir.
Sementara itu, PWM Sumatera Utara (Sumut) menunjukkan perkembangan positif dengan capaian aktivasi yang nyaris masuk kategori hijau, yakni 73 persen aktivasi agen dan verifikator tingkat cabang. Sementara aktivasi di tingkat ranting mencapai 42 persen.
Dalam percepatan implementasi SatuMu, PP Muhammadiyah juga mendorong penguatan tim di setiap tingkatan, dukungan pimpinan, monitoring yang lebih intensif, serta pendampingan bagi wilayah dan daerah yang masih mengalami kendala.
Ketua MPI PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Muchlas, M.T., menegaskan bahwa SatuMu merupakan bagian penting dari transformasi digital Muhammadiyah. Menurutnya, organisasi dengan struktur yang luas membutuhkan sistem data yang terintegrasi, akurat, dan mudah diakses.
Transformasi digital Muhammadiyah, kata Mukhlas, tidak sekadar berkaitan dengan teknologi, tetapi juga menyangkut perubahan tata kelola organisasi agar semakin efektif, transparan, terintegrasi, dan berbasis data.
“Data harus menjadi bagian dari proses utama dalam perencanaan program, pengambilan keputusan, hingga evaluasi gerakan. Data yang baik akan menghasilkan informasi yang baik, dan informasi yang baik akan melahirkan keputusan yang tepat,” jelasnya.
Melalui Satu Data Muhammadiyah (SatuMu) dan Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM), Muhammadiyah berupaya membangun ekosistem digital yang mampu menghubungkan seluruh unsur persyarikatan dalam satu basis data yang terintegrasi.
Membangun Budaya Kerja Berbasis Data
Keberhasilan transformasi digital tersebut tidak semata-mata ditentukan oleh kecanggihan aplikasi. Sistem, server, dan berbagai fitur dapat terus dikembangkan, tetapi semuanya tidak akan memberikan manfaat maksimal jika data tidak diisi, diperbarui, dan digunakan dalam aktivitas organisasi.
Karena itu, Muhammadiyah perlu membangun budaya kerja berbasis data. Data tidak lagi cukup dipandang sebagai kebutuhan administrasi, tetapi harus menjadi bagian penting dalam merancang program, mengambil keputusan, hingga mengevaluasi gerakan persyarikatan.
Data yang akurat akan menghasilkan informasi yang berkualitas. Informasi yang baik kemudian menjadi dasar dalam mengambil keputusan yang tepat. Dengan demikian, setiap kebijakan dan program Muhammadiyah dapat disusun berdasarkan kondisi nyata di lapangan serta lebih terukur dampaknya bagi persyarikatan dan masyarakat.
Muchlas berharap percepatan aktivasi SatuMu dapat menjadi komitmen bersama seluruh unsur Muhammadiyah, mulai dari pusat, wilayah, daerah hingga cabang.
Setelah seluruh struktur organisasi aktif, tahap berikutnya adalah memastikan data yang tersedia benar, lengkap, mutakhir, dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kebutuhan persyarikatan.
Dengan penguatan SatuMu, Muhammadiyah diharapkan memiliki basis data organisasi yang semakin solid untuk menyusun kebijakan, mengembangkan program, serta mengoptimalkan seluruh potensi persyarikatan. (syaifulhd/bess)



