Yudisium FAI UMTS: Merayakan Capaian Akademik, Meneguhkan Nalar Kemanusiaan
INFOMU.CO | Padangsidimpuan – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) kembali mencatat momentum bersejarah melalui pelaksanaan Yudisium Fakultas Agama Islam yang digelar di Ruang Seminar UMTS, Jumat (28/8/2026). Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi prosesi akademik bagi para mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan, tetapi juga dirangkaikan dengan serah terima SK kepemimpinan fakultas serta orasi ilmiah.
Yudisium kali ini menjadi istimewa karena mencatat jumlah peserta yudisium terbanyak sepanjang sejarah Fakultas Agama Islam UMTS. Capaian tersebut menjadi gambaran semakin berkembangnya FAI dalam menjalankan proses pendidikan dan mencetak lulusan di berbagai program studi.
Prosesi yudisium dihadiri oleh jajaran dosen Fakultas Agama Islam serta para pimpinan program studi dan fakultas. Hadir Dekan FAI periode 2024–2026 yang kini menjabat sebagai Rektor UMTS, Assoc. Dr. Darliana Sormin, M.A., Dekan FAI periode 2026–2028 sekaligus Kaprodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Jumaita Nopriani Lubis, M.P.d. Ketua Senat FAI Dr. Adek Kholijah Siregar, M.Pd.I., Kaprodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Dr. Rosmaimuna Siregar, M.A., Kaprodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Rini Yanti Hasanah, M.Pd., serta Kaprodi Ekonomi Syariah Muhammad Amin Azis, M.E.
Selain menjadi momentum akademik bagi para peserta yudisium, kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dalam proses estafet kepemimpinan Fakultas Agama Islam. Dalam kesempatan tersebut dilaksanakan penyerahan SK dari Dekan FAI periode 2024–2026, Assoc. Dr. Darliana Sormin, M.A., kepada Dekan FAI periode 2026–2028, Jumaita Nopriani Lubis, M.P.d. Penyerahan SK tersebut menjadi simbol keberlanjutan kepemimpinan dan pengelolaan Fakultas Agama Islam. Pergantian kepemimpinan tidak sekadar menjadi perubahan struktural, tetapi juga menjadi momentum untuk melanjutkan berbagai capaian yang telah dibangun sekaligus menghadirkan gagasan dan inovasi baru bagi perkembangan fakultas.
Rangkaian kegiatan kemudian diperkaya dengan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Kaprodi Ekonomi Syariah, Muhammad Amin Azis, M.E. Dalam orasinya, ia mengangkat tema “Menavigasi Krisis Sosial-Ekonomi: Tinjauan Etik dan Nalar Kemanusiaan Islam.”
Orasi ilmiah tersebut mengangkat persoalan krisis sosial-ekonomi dari perspektif etika dan nilai-nilai kemanusiaan Islam. Tema tersebut menjadi relevan di tengah berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang membutuhkan bukan hanya pendekatan rasional dan kebijakan ekonomi, tetapi juga pertimbangan moral, etika, serta keberpihakan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Melalui orasi tersebut, para peserta yudisium dan sivitas akademika FAI diajak untuk melihat berbagai persoalan sosial-ekonomi secara lebih luas, dengan menempatkan etika dan kemanusiaan sebagai bagian penting dalam proses pengambilan keputusan dan pembangunan kehidupan masyarakat.
Rangkaian Yudisium Fakultas Agama Islam UMTS ini pada akhirnya menjadi momentum yang memadukan tiga dimensi penting dalam kehidupan akademik: pencapaian mahasiswa, keberlanjutan kepemimpinan fakultas, dan penguatan tradisi intelektual melalui orasi ilmiah.
Dengan jumlah peserta yang menjadi rekor sepanjang sejarah FAI, estafet kepemimpinan kepada dekan baru, serta gagasan akademik mengenai krisis sosial-ekonomi dan nalar kemanusiaan Islam, yudisium tahun 2026 menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan Fakultas Agama Islam UMTS. (***)



