• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Rabu, Agustus 19, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Merawat Toleransi Lewat Fiqih Kebudayaan, PC IMM Tulungagung Gelar Ngobrol Budaya

    AMANAH YANG TERKUPAS: BELAJAR ETIKA DARI KEHEBOHAN UPAH BAWANG”

    42 Tahun Haedar Nashir di Dunia Jurnalistik: Dari Naskah Dibuang hingga Raih Kartu Wartawan

    Prof. Dr. Indra Prasetia, M.Si Jadi Pembina Upacara Peringati Hari Kemerdekaan ke 81 RI di SMP Islam Terpadu Indah-UMSU

    Pimpinan Cabang Muhammadiyah Teladan Teguhkan Komitmen Sukseskan Muktamar Muhammadiyah 49 di Kota Medan

    Kompak! Upacara HUT RI ke-81 di Temanggung Satukan Warga dan Sekolah

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Merawat Toleransi Lewat Fiqih Kebudayaan, PC IMM Tulungagung Gelar Ngobrol Budaya

      AMANAH YANG TERKUPAS: BELAJAR ETIKA DARI KEHEBOHAN UPAH BAWANG”

      42 Tahun Haedar Nashir di Dunia Jurnalistik: Dari Naskah Dibuang hingga Raih Kartu Wartawan

      Prof. Dr. Indra Prasetia, M.Si Jadi Pembina Upacara Peringati Hari Kemerdekaan ke 81 RI di SMP Islam Terpadu Indah-UMSU

      Pimpinan Cabang Muhammadiyah Teladan Teguhkan Komitmen Sukseskan Muktamar Muhammadiyah 49 di Kota Medan

      Kompak! Upacara HUT RI ke-81 di Temanggung Satukan Warga dan Sekolah

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

        SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

        5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

        Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

        Peut-on changer la devise sur VipLuck avis après l’inscription ?

        Pistolo Casino Review: Quick‑Hit Slots and Rapid‑Play Action

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Merawat Toleransi Lewat Fiqih Kebudayaan, PC IMM Tulungagung Gelar Ngobrol Budaya

          AMANAH YANG TERKUPAS: BELAJAR ETIKA DARI KEHEBOHAN UPAH BAWANG”

          42 Tahun Haedar Nashir di Dunia Jurnalistik: Dari Naskah Dibuang hingga Raih Kartu Wartawan

          Prof. Dr. Indra Prasetia, M.Si Jadi Pembina Upacara Peringati Hari Kemerdekaan ke 81 RI di SMP Islam Terpadu Indah-UMSU

          Pimpinan Cabang Muhammadiyah Teladan Teguhkan Komitmen Sukseskan Muktamar Muhammadiyah 49 di Kota Medan

          Kompak! Upacara HUT RI ke-81 di Temanggung Satukan Warga dan Sekolah

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Merawat Toleransi Lewat Fiqih Kebudayaan, PC IMM Tulungagung Gelar Ngobrol Budaya

            AMANAH YANG TERKUPAS: BELAJAR ETIKA DARI KEHEBOHAN UPAH BAWANG”

            42 Tahun Haedar Nashir di Dunia Jurnalistik: Dari Naskah Dibuang hingga Raih Kartu Wartawan

            Prof. Dr. Indra Prasetia, M.Si Jadi Pembina Upacara Peringati Hari Kemerdekaan ke 81 RI di SMP Islam Terpadu Indah-UMSU

            Pimpinan Cabang Muhammadiyah Teladan Teguhkan Komitmen Sukseskan Muktamar Muhammadiyah 49 di Kota Medan

            Kompak! Upacara HUT RI ke-81 di Temanggung Satukan Warga dan Sekolah

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

              SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

              5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

              Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

              Peut-on changer la devise sur VipLuck avis après l’inscription ?

              Pistolo Casino Review: Quick‑Hit Slots and Rapid‑Play Action

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              42 Tahun Haedar Nashir di Dunia Jurnalistik: Dari Naskah Dibuang hingga Raih Kartu Wartawan

              admin by admin
              19/08/2026
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA
              42 Tahun Haedar Nashir di Dunia Jurnalistik: Dari Naskah Dibuang hingga Raih Kartu Wartawan

              “Setiap saat kita membutuhkan udara untuk bernapas, setiap hari membutuhkan air untuk diminum, dan setiap saat pula kita membutuhkan informasi. Kehadiran media Muhammadiyah dan sosok Haedar Nashir diharapkan mampu menghadirkan pencerahan serta informasi yang berbobot dan berkualitas,” ujar Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat.

              Kecintaan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir terhadap dunia tulis-menulis dan ilmu pengetahuan telah tumbuh sejak puluhan tahun lalu. Pada 1984, ketika namanya belum dikenal luas, Haedar mulai bergabung dengan Suara Muhammadiyah (SM). Ia datang bukan sebagai tokoh, melainkan sebagai pembelajar yang ingin mengasah kemampuan menulis dan memahami dunia jurnalistik.

              WartaTerkait

              Merawat Toleransi Lewat Fiqih Kebudayaan, PC IMM Tulungagung Gelar Ngobrol Budaya

              AMANAH YANG TERKUPAS: BELAJAR ETIKA DARI KEHEBOHAN UPAH BAWANG”

              Prof. Dr. Indra Prasetia, M.Si Jadi Pembina Upacara Peringati Hari Kemerdekaan ke 81 RI di SMP Islam Terpadu Indah-UMSU

              Pimpinan Cabang Muhammadiyah Teladan Teguhkan Komitmen Sukseskan Muktamar Muhammadiyah 49 di Kota Medan

              Selama hampir lima tahun, Haedar mendapat tempaan dari para redaktur SM. Naskah yang ditulisnya berkali-kali dipenuhi coretan dan koreksi. Bahkan, ada tulisan yang pernah dirobek hingga dibuang ke tempat sampah.

              “Kan sakit hati, ya,” kenang Haedar.

              Kisah tersebut disampaikan Haedar dalam Puncak Peringatan Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah di Jakarta, Kamis (13/8/2026). Pengakuannya mengundang tawa peserta, tetapi di balik pengalaman tersebut tersimpan proses panjang yang ikut membentuk dirinya sebagai penulis dan insan pers.

              Haedar memilih tidak menyerah. Ia terus membaca, menulis, menerima kritik, kemudian kembali memperbaiki tulisannya. Proses tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya di dunia jurnalistik.

              Pada masa awal menjadi wartawan, Haedar menjalani pekerjaan jurnalistik dengan sederhana. Ia harus berjalan kaki, menggunakan bus, dan berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari bahan berita. Baginya, berita bukan sekadar tulisan, tetapi harus diperoleh melalui proses peliputan, verifikasi, dan penyajian yang bertanggung jawab.

              Kariernya kemudian berkembang. Dari penulis, Haedar dipercaya menjadi redaktur. Ia juga mulai menulis opini dan menghasilkan buku. Saat menjadi dosen muda di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Haedar mulai mengisi halaman opini Kompas.

              Menembus halaman opini Kompas bukan perkara mudah karena setiap tulisan harus melalui seleksi. Namun, perjalanan waktu membawa perubahan. Jika sebelumnya Haedar mengirimkan naskah ke Kompas, pada tahap berikutnya justru dirinya yang diminta untuk menulis.

              Meski kemudian dipercaya memimpin Muhammadiyah sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kecintaan Haedar terhadap dunia pers tidak pernah hilang. Ia tetap menjalankan peran sebagai Pemimpin Redaksi Suara Muhammadiyah dan bahkan meminta agar posisi tersebut tetap dipercayakan kepadanya.

              “Karena inilah dunia saya,” ujarnya.

              Dari Naskah yang Dibuang hingga Kartu Wartawan

              Setelah puluhan tahun berkecimpung dalam dunia jurnalistik, Haedar mengaku memiliki keinginan sederhana yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan, yakni memiliki kartu wartawan.

              “Dulu tidak (terpikir untuk memiliki kartu), tapi kok pengen juga ya sekarang,” katanya disambut tawa.

              Keinginan tersebut akhirnya terwujud pada Kamis (13/8/2026), bertepatan dengan Peringatan Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah. Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menyerahkan Kartu Wartawan Utama Khusus kepada Haedar Nashir.

              Bagi sebagian orang, kartu tersebut mungkin hanya menjadi tanda pengenal. Namun bagi Haedar, kartu itu memiliki makna lebih dalam. Kartu tersebut menjadi simbol perjalanan panjang selama 42 tahun di dunia pers.

              Perjalanan itu dimulai dari naskah yang penuh coretan, tulisan yang pernah dirobek dan dibuang, hingga pengalaman mencari berita dengan berjalan kaki dan naik bus. Dari meja redaksi, halaman opini, buku-buku yang ditulis, sampai akhirnya menerima Kartu Wartawan Utama Khusus.

              Haedar: Pers Bukan Sekadar Profesi

              Bagi Haedar Nashir, pers tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan atau profesi. Dunia jurnalistik memiliki tanggung jawab besar dalam membangun masyarakat yang berpengetahuan dan kritis.

              Haedar mengaitkan tradisi literasi dengan ajaran Islam. Wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW diawali dengan perintah membaca atau *iqra* dalam Surah Al-Alaq ayat 1.

              “Islam hadir melalui iqra, melalui Surah Al-Alaq ayat 1. Artinya, Islam mempunyai tradisi literasi yang profetik,” kata Haedar.

              Menurutnya, pers harus mampu menghadirkan informasi yang benar, baik, dan bermanfaat. Media juga perlu memberikan ruang bagi berbagai sudut pandang agar masyarakat mendapatkan informasi secara utuh.

              Karena itu, prinsip *cover both sides* menjadi bagian penting dalam kerja jurnalistik. Media harus memberikan kesempatan kepada pihak-pihak yang berkaitan dengan sebuah persoalan untuk menyampaikan perspektifnya.

              Namun, tantangan pers saat ini semakin kompleks. Media harus berhadapan dengan kepentingan ekonomi, politik, pemilik modal, hingga tuntutan publik. Kondisi tersebut semakin rumit ketika kepentingan ekonomi dan politik beririsan dalam kepemilikan media.

              “Di situlah bagaimana pers memainkan peran,” ujar Haedar.

              Menurutnya, situasi tersebut menjadi ujian bagi independensi, profesionalisme, kecerdasan, dan keberanian para wartawan.

              Tantangan Pers di Tengah Banjir Informasi

              Selain tantangan dari kepentingan ekonomi dan politik, pers kini menghadapi perubahan besar akibat perkembangan media sosial.

              Arus informasi bergerak sangat cepat. Setiap orang dapat membuat dan menyebarkan informasi hanya dalam hitungan detik. Kondisi ini membuat berita yang benar dan informasi palsu sama-sama dapat menyebar dengan cepat.

              “Kalau media sosial, itu memang sudah liar, tapi itulah dunia kita saat ini,” kata Haedar.

              Karena itu, Haedar menilai peningkatan literasi masyarakat menjadi kebutuhan penting. Masyarakat tidak cukup hanya menerima informasi, tetapi juga harus mampu memeriksa sumber, membandingkan informasi, dan menilai kebenarannya.

              Pers profesional memiliki peran penting di tengah kondisi tersebut. Media harus tetap berpegang pada fakta dan menjalankan fungsi jurnalistik secara bertanggung jawab.

              Haedar meyakini pers tetap mampu menghadirkan informasi berkualitas meskipun menghadapi berbagai tekanan dan tantangan.

              “Dengan kecerdasan, dengan kepiawaian kita, dunia pers untuk tetap menyajikan informasi yang terbaik bagi masyarakat, bagi publik, sesulit apa pun kita akan bisa menampilkan kebenaran,” ujarnya.

              Kritik Pers Dibutuhkan Negara

              Haedar juga menilai pers memiliki posisi penting dalam kehidupan bernegara. Pemerintah, parlemen, lembaga yudikatif, TNI, maupun Polri membutuhkan pers sebagai sumber informasi, kritik, dan perspektif dari luar lembaga.

              Menurutnya, kritik tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman. Kritik justru dapat menjadi sarana bagi lembaga negara untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki kebijakan.

              “Bangsa akan menjadi lebih maju,” kata Haedar.

              Karena itu, ia berharap para pemangku kepentingan memiliki keterbukaan dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Di sisi lain, pers juga harus tetap menjaga etika, profesionalisme, dan kepentingan bangsa ketika menjalankan fungsi kontrol sosial.

              Berbeda Pandangan, Tetap Menjaga Persatuan

              Pandangan Haedar tentang pers pada akhirnya berkaitan erat dengan kehidupan kebangsaan. Indonesia merupakan negara yang dibangun dari keberagaman suku, agama, pandangan, kepentingan, dan latar belakang.

              Perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling terpecah. Menurut Haedar, bangsa dapat bertahan karena memiliki kehendak bersama. Indonesia memiliki titik temu melalui Pancasila dan UUD 1945.

              “Kebangsaan punya persepsi masing-masing dan di situlah bangsa bisa hidup. Bangsa dihidupkan oleh kehendak bersama,” ujarnya.

              Dalam konteks tersebut, pers memiliki tanggung jawab untuk tidak memperbesar perbedaan menjadi konflik. Sebaliknya, media diharapkan dapat membantu masyarakat memahami berbagai perspektif, mempertemukan perbedaan pandangan, dan menjaga ruang publik tetap sehat.

              Pada akhirnya, pers memiliki tugas yang lebih besar daripada sekadar menyampaikan berita. Pers turut berperan menjaga kualitas demokrasi, memperkuat literasi masyarakat, serta memastikan ruang publik diisi dengan informasi yang benar dan bertanggung jawab.

              Perjalanan 42 tahun Haedar Nashir di dunia pers menjadi gambaran bahwa kecintaan terhadap tulisan dapat bertahan melampaui perubahan zaman. Dari naskah yang pernah dicoret dan dibuang ke tong sampah, hingga menerima Kartu Wartawan Utama Khusus, perjalanan tersebut menunjukkan bahwa proses panjang, ketekunan, dan komitmen terhadap literasi dapat meninggalkan jejak yang berarti bagi dunia pers dan masyarakat.

              Sumber : kompasiana.com

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Prof. Dr. Indra Prasetia, M.Si Jadi Pembina Upacara Peringati Hari Kemerdekaan ke 81 RI di SMP Islam Terpadu Indah-UMSU

              Next Post

              AMANAH YANG TERKUPAS: BELAJAR ETIKA DARI KEHEBOHAN UPAH BAWANG”

              admin

              admin

              InfoLain

              BeritaMu

              Merawat Toleransi Lewat Fiqih Kebudayaan, PC IMM Tulungagung Gelar Ngobrol Budaya

              19/08/2026
              BeritaMu

              AMANAH YANG TERKUPAS: BELAJAR ETIKA DARI KEHEBOHAN UPAH BAWANG”

              19/08/2026
              BeritaMu

              Prof. Dr. Indra Prasetia, M.Si Jadi Pembina Upacara Peringati Hari Kemerdekaan ke 81 RI di SMP Islam Terpadu Indah-UMSU

              19/08/2026
              Next Post

              AMANAH YANG TERKUPAS: BELAJAR ETIKA DARI KEHEBOHAN UPAH BAWANG”

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Enam Hari di Sumut akibat IOD Negatif

                26/11/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Merawat Toleransi Lewat Fiqih Kebudayaan, PC IMM Tulungagung Gelar Ngobrol Budaya

                19/08/2026

                AMANAH YANG TERKUPAS: BELAJAR ETIKA DARI KEHEBOHAN UPAH BAWANG”

                19/08/2026

                42 Tahun Haedar Nashir di Dunia Jurnalistik: Dari Naskah Dibuang hingga Raih Kartu Wartawan

                19/08/2026

                Prof. Dr. Indra Prasetia, M.Si Jadi Pembina Upacara Peringati Hari Kemerdekaan ke 81 RI di SMP Islam Terpadu Indah-UMSU

                19/08/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (29,138)
                • Hukum Islam (1,631)
                • Kabar PTMA (4,107)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Merawat Toleransi Lewat Fiqih Kebudayaan, PC IMM Tulungagung Gelar Ngobrol Budaya

                19/08/2026

                AMANAH YANG TERKUPAS: BELAJAR ETIKA DARI KEHEBOHAN UPAH BAWANG”

                19/08/2026

                42 Tahun Haedar Nashir di Dunia Jurnalistik: Dari Naskah Dibuang hingga Raih Kartu Wartawan

                19/08/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In