• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Senin, Oktober 5, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    LDK Muhammadiyah Perkuat Dai Anti Narkoba

    Perkuat Respons Karhutla, Muhammadiyah Distribusikan 250 Oxycan bagi Relawan di Kalteng

    Dirgahayu TNI: Jangan Lupakan Pesan Jenderal Soedirman

    Dirgahayu TNI: Jangan Lupakan Pesan Jenderal Soedirman

    Kesombongan, Ketamakan, dan Hasad Menjadi Pangkal Kerusakan Manusia

    Cegah Penyebaran Influensa A, Jaga Kebersihan Lingkungan

    Sampah Menumpuk di Pinggir Jalan, Kesadaran Warga Medan Jaga Kebersihan Masih Rendah

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      LDK Muhammadiyah Perkuat Dai Anti Narkoba

      Perkuat Respons Karhutla, Muhammadiyah Distribusikan 250 Oxycan bagi Relawan di Kalteng

      Dirgahayu TNI: Jangan Lupakan Pesan Jenderal Soedirman

      Dirgahayu TNI: Jangan Lupakan Pesan Jenderal Soedirman

      Kesombongan, Ketamakan, dan Hasad Menjadi Pangkal Kerusakan Manusia

      Cegah Penyebaran Influensa A, Jaga Kebersihan Lingkungan

      Sampah Menumpuk di Pinggir Jalan, Kesadaran Warga Medan Jaga Kebersihan Masih Rendah

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

        Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

        Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

        SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

        5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

        Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          LDK Muhammadiyah Perkuat Dai Anti Narkoba

          Perkuat Respons Karhutla, Muhammadiyah Distribusikan 250 Oxycan bagi Relawan di Kalteng

          Dirgahayu TNI: Jangan Lupakan Pesan Jenderal Soedirman

          Dirgahayu TNI: Jangan Lupakan Pesan Jenderal Soedirman

          Kesombongan, Ketamakan, dan Hasad Menjadi Pangkal Kerusakan Manusia

          Cegah Penyebaran Influensa A, Jaga Kebersihan Lingkungan

          Sampah Menumpuk di Pinggir Jalan, Kesadaran Warga Medan Jaga Kebersihan Masih Rendah

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            LDK Muhammadiyah Perkuat Dai Anti Narkoba

            Perkuat Respons Karhutla, Muhammadiyah Distribusikan 250 Oxycan bagi Relawan di Kalteng

            Dirgahayu TNI: Jangan Lupakan Pesan Jenderal Soedirman

            Dirgahayu TNI: Jangan Lupakan Pesan Jenderal Soedirman

            Kesombongan, Ketamakan, dan Hasad Menjadi Pangkal Kerusakan Manusia

            Cegah Penyebaran Influensa A, Jaga Kebersihan Lingkungan

            Sampah Menumpuk di Pinggir Jalan, Kesadaran Warga Medan Jaga Kebersihan Masih Rendah

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

              Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

              Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

              SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

              5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

              Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Kesombongan, Ketamakan, dan Hasad Menjadi Pangkal Kerusakan Manusia

              admin by admin
              05/10/2026
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA
              Kesombongan, Ketamakan, dan Hasad Menjadi Pangkal Kerusakan Manusia

              INFOMU.CO | Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah KH. Fathurrahman Kamal, Lc., M.Si. (foto) mengingatkan tiga penyakit jiwa yang dapat menjadi pangkal berbagai keburukan manusia, yakni al-kibr atau kesombongan, al-hirs atau ketamakan, serta al-hasad atau iri dengki.

              Pesan tersebut disampaikan Kiyai Fathurrahman dalam khutbah Jumat di Masjid Tabligh Institute Muhammadiyah, Jumat, 2 Oktober 2026. Mengutip penjelasan Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah dalam Al-Fawā’id, ia menerangkan bahwa tiga penyakit tersebut bukan sekadar persoalan moral individual, tetapi dapat merusak hubungan manusia dengan kebenaran, dunia, dan sesama manusia.

              WartaTerkait

              LDK Muhammadiyah Perkuat Dai Anti Narkoba

              Perkuat Respons Karhutla, Muhammadiyah Distribusikan 250 Oxycan bagi Relawan di Kalteng

              Dirgahayu TNI: Jangan Lupakan Pesan Jenderal Soedirman

              Cegah Penyebaran Influensa A, Jaga Kebersihan Lingkungan

              “Faman wuqiya syarra hādzihits-tsalātsah faqad wuqiya asy-syarr,” kata Fathurrahman mengutip Ibnul Qayyim. Maknanya, siapa yang dilindungi Allah dari keburukan tiga perkara tersebut, maka ia telah dilindungi dari berbagai bentuk keburukan.

              Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Budi Mulia ini, kesombongan tidak selalu hadir dalam bentuk seseorang yang secara terang-terangan membanggakan dirinya. Kesombongan dapat tumbuh melalui perasaan bahwa diri, kelompok, organisasi, mazhab, bahkan afiliasi keagamaan seseorang lebih baik daripada pihak lain.

              Ia mencontohkan sikap Iblis ketika diperintahkan Allah untuk memberikan penghormatan kepada Adam. Iblis menolak karena merasa asal penciptaannya lebih unggul. Ungkapan “ana khairun minhu”—aku lebih baik daripadanya—menunjukkan bagaimana kesombongan bermula dari konstruksi bahwa diri sendiri memiliki derajat lebih tinggi daripada yang lain.

              Fathurrahman kemudian mengingatkan hadis Nabi Muhammad saw. mengenai hakikat kesombongan, yakni batharul haqq wa ghamthun nās: menolak kebenaran dan merendahkan manusia.

              Menurutnya, bentuk kesombongan yang lebih sulit dikenali justru ketika ia bersembunyi di balik simbol-simbol keagamaan. Seseorang dapat merasa sedang membela agama atau mempertahankan kebenaran, tetapi pada saat yang sama kehilangan kerendahan hati ketika berhadapan dengan pandangan yang berbeda.

              “Kesombongan itu ketika kita terjebak menolak kebenaran hanya karena kebenaran tersebut bukan datang dari kelompok kita, bukan datang dari diri kita. Pada saat yang sama seseorang dengan mudah merendahkan dan menghinakan orang lain,” ujarnya.

              Perbedaan Tidak Boleh Menghilangkan Adab

              Dalam khutbahnya, Fathurrahman juga menekankan pentingnya menjaga adab di tengah perbedaan pandangan keagamaan. Ia mengangkat kisah para sahabat ketika menerima instruksi Rasulullah saw. agar tidak melaksanakan salat Asar kecuali setelah tiba di Bani Quraizhah.

              Para sahabat kemudian berbeda dalam memahami perintah tersebut. Sebagian memahami pesan Rasulullah secara kontekstual dan tetap melaksanakan salat Asar di perjalanan karena waktunya hampir habis. Sebagian lainnya memahami perintah secara literal dan baru menunaikan salat setelah sampai di Bani Quraizhah.

              Namun, menurut Fathurrahman, Rasulullah tidak menjadikan perbedaan tersebut sebagai alasan untuk saling menyalahkan.

              Peristiwa itu menunjukkan bahwa perbedaan penafsiran dan ijtihad tidak semestinya berkembang menjadi permusuhan. Perbedaan membutuhkan keluasan hati, terutama ketika masing-masing pihak memiliki dasar argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

              Sikap tersebut, lanjutnya, menjadi penting dalam kehidupan keberagamaan masyarakat saat ini. Persoalan fikih dan perbedaan pandangan tidak seharusnya digunakan untuk mengukur kadar keislaman seseorang.

              Fathurrahman mencontohkan perbedaan fatwa mengenai rokok. Muhammadiyah memiliki pandangan keagamaan mengenai keharaman rokok, sementara terdapat kelompok umat Islam lainnya yang memiliki pandangan berbeda.

              “Bagi yang meyakini itu haram, silakan konsisten dengan itu. Jangan pernah menjadikan fatwa ini untuk mengatakan bahwa Islamnya orang lain tidak sempurna hanya karena tidak mengikuti fatwa yang diikuti salah satu kelompok di antara kita,” pesannya.

              Ketamakan dan Hilangnya Rasa Cukup

              Penyakit kedua yang disoroti adalah al-hirs, yakni ketamakan atau dorongan untuk terus memiliki sesuatu tanpa mengenal batas kecukupan.

              Fathurrahman menghubungkannya dengan kisah Nabi Adam a.s. yang telah memperoleh berbagai kenikmatan di surga, tetapi tetap menghadapi godaan terhadap satu perkara yang dilarang Allah.

              Kisah tersebut, menurutnya, memperlihatkan bahwa persoalan manusia bukan semata-mata terletak pada sedikit atau banyaknya sesuatu yang dimiliki. Persoalannya adalah kemampuan manusia mengendalikan keinginannya.

              Karena itulah Rasulullah saw. mengajarkan prinsip khairul ghinā ghinan nafs—sebaik-baik kekayaan adalah kekayaan jiwa.

              Dalam kehidupan modern, ketamakan dapat menemukan bentuk baru melalui budaya konsumtif dan ambisi tanpa batas. Fathurrahman mengutip Ibnul Qayyim mengenai keadaan ketika keterikatan manusia terhadap sesuatu yang diinginkannya menjadi begitu kuat hingga mendorongnya melampaui batas-batas yang seharusnya dijaga.

              Karena itu, ia mengingatkan bahwa keinginan, ambisi, dan kebutuhan duniawi merupakan sesuatu yang manusiawi, tetapi semuanya harus ditempatkan secara proporsional.

              Hasad Menghancurkan Hubungan Sesama Manusia

              Penyakit ketiga adalah al-hasad atau iri dengki. Fathurrahman mengutip peringatan Rasulullah saw.:

              “Iyyākum wal-hasad, fa innal-hasada ya’kulul hasanāti kamā ta’kulun nārul hathab.”

              “Jauhilah iri dengki, karena iri dengki memakan kebaikan sebagaimana api melalap kayu bakar.”

              Ia menghubungkan penyakit hasad dengan kisah dua putra Adam. Ketika kurban salah seorang diterima sementara yang lainnya tidak, rasa iri berkembang menjadi kemarahan yang berujung pada pembunuhan.

              Kisah tersebut memperlihatkan bahwa hasad tidak berhenti sebagai gejolak batin. Jika dibiarkan, ia dapat merusak hubungan manusia dan mendorong seseorang melakukan tindakan yang jauh melampaui batas.

              Pada bagian akhir khutbah, Fathurrahman merumuskan dampak ketiga penyakit tersebut terhadap kehidupan manusia.

              Al-kibr merusak relasi manusia dengan kebenaran. Karena itu, lawannya adalah tawaduk, yakni kerendahan hati tanpa kehilangan martabat diri.

              Al-hirs merusak hubungan manusia dengan dunia dan keinginan-keinginannya. Jalan keluarnya adalah qana’ah, kemampuan mencukupkan diri serta menempatkan kehidupan dunia secara wajar.

              Sementara al-hasad menghancurkan hubungan horizontal antarmanusia. Obatnya adalah rida dan kelapangan hati menerima karunia Allah yang diberikan kepada orang lain.

              Fathurrahman kemudian mengisahkan seorang sahabat yang disebut Rasulullah saw. sebagai calon penghuni surga. Abdullah bin Amr bin Ash bahkan mengikuti dan menginap selama tiga malam di rumah sahabat tersebut untuk mengetahui amalan istimewanya.

              Ternyata tidak ditemukan ibadah lahiriah yang jauh berbeda dibandingkan sahabat lainnya. Rahasianya justru terletak pada kemampuan menjaga hati. Sahabat tersebut mengaku tidak menyimpan kebencian terhadap sesama Muslim dan tidak merasa iri ketika Allah memberikan kebaikan kepada orang lain.

              Pesan menjaga hati tersebut dinilai semakin relevan pada era digital. Ruang digital memungkinkan seseorang merespons, menghakimi, bahkan menyerang orang lain hanya dalam hitungan detik.

              “Setiap saat dan detik, jari-jari kita ini bisa lebih cepat berlari daripada akal kita yang sehat,” kata Fathurrahman.

              Dengan demikian, perjuangan melawan kesombongan, ketamakan, dan iri dengki tidak hanya berlangsung dalam ruang ibadah. Ia berlangsung dalam cara manusia menerima kebenaran, menyikapi perbedaan, mengelola keinginan, memperlakukan sesama, hingga menggunakan jari-jarinya di ruang digital. ( tabligh )

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Cegah Penyebaran Influensa A, Jaga Kebersihan Lingkungan

              Next Post

              Dirgahayu TNI: Jangan Lupakan Pesan Jenderal Soedirman

              admin

              admin

              InfoLain

              BeritaMu

              LDK Muhammadiyah Perkuat Dai Anti Narkoba

              05/10/2026
              BeritaMu

              Perkuat Respons Karhutla, Muhammadiyah Distribusikan 250 Oxycan bagi Relawan di Kalteng

              05/10/2026
              Dirgahayu TNI: Jangan Lupakan Pesan Jenderal Soedirman
              BeritaMu

              Dirgahayu TNI: Jangan Lupakan Pesan Jenderal Soedirman

              05/10/2026
              Next Post
              Dirgahayu TNI: Jangan Lupakan Pesan Jenderal Soedirman

              Dirgahayu TNI: Jangan Lupakan Pesan Jenderal Soedirman

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Enam Hari di Sumut akibat IOD Negatif

                26/11/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                LDK Muhammadiyah Perkuat Dai Anti Narkoba

                05/10/2026

                Perkuat Respons Karhutla, Muhammadiyah Distribusikan 250 Oxycan bagi Relawan di Kalteng

                05/10/2026
                Dirgahayu TNI: Jangan Lupakan Pesan Jenderal Soedirman

                Dirgahayu TNI: Jangan Lupakan Pesan Jenderal Soedirman

                05/10/2026

                Kesombongan, Ketamakan, dan Hasad Menjadi Pangkal Kerusakan Manusia

                05/10/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (29,701)
                • Hukum Islam (1,633)
                • Kabar PTMA (4,282)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                LDK Muhammadiyah Perkuat Dai Anti Narkoba

                05/10/2026

                Perkuat Respons Karhutla, Muhammadiyah Distribusikan 250 Oxycan bagi Relawan di Kalteng

                05/10/2026
                Dirgahayu TNI: Jangan Lupakan Pesan Jenderal Soedirman

                Dirgahayu TNI: Jangan Lupakan Pesan Jenderal Soedirman

                05/10/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In