• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Selasa, Juni 9, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Baitul Arqom 71 Guru/Pegawai Muhammadiyah Serbelawan Akan Digelar 14-16 Juni 2026

    Gempa Filipina tewaskan 19 orang, lukai ratusan lainnya

    Desa Hutapadang Menjadi Lokasi Program Qaryah Thayyibah Aisyiyah Mandailing Natal

    Muhammadiyah Tidak Sedang Kekurangan Amal Usaha. Muhammadiyah Sedang Menghadapi Krisis Kaderisasi.

    Relawan Muhammadiyah Harus Perkuat Pemahaman Kebencanaan dan Kolaborasi

    Din Syamsuddin: Generasi Muda Harus Menjadi Penggerak Utama Kemakmuran Masjid

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Baitul Arqom 71 Guru/Pegawai Muhammadiyah Serbelawan Akan Digelar 14-16 Juni 2026

      Gempa Filipina tewaskan 19 orang, lukai ratusan lainnya

      Desa Hutapadang Menjadi Lokasi Program Qaryah Thayyibah Aisyiyah Mandailing Natal

      Muhammadiyah Tidak Sedang Kekurangan Amal Usaha. Muhammadiyah Sedang Menghadapi Krisis Kaderisasi.

      Relawan Muhammadiyah Harus Perkuat Pemahaman Kebencanaan dan Kolaborasi

      Din Syamsuddin: Generasi Muda Harus Menjadi Penggerak Utama Kemakmuran Masjid

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Baitul Arqom 71 Guru/Pegawai Muhammadiyah Serbelawan Akan Digelar 14-16 Juni 2026

          Gempa Filipina tewaskan 19 orang, lukai ratusan lainnya

          Desa Hutapadang Menjadi Lokasi Program Qaryah Thayyibah Aisyiyah Mandailing Natal

          Muhammadiyah Tidak Sedang Kekurangan Amal Usaha. Muhammadiyah Sedang Menghadapi Krisis Kaderisasi.

          Relawan Muhammadiyah Harus Perkuat Pemahaman Kebencanaan dan Kolaborasi

          Din Syamsuddin: Generasi Muda Harus Menjadi Penggerak Utama Kemakmuran Masjid

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Baitul Arqom 71 Guru/Pegawai Muhammadiyah Serbelawan Akan Digelar 14-16 Juni 2026

            Gempa Filipina tewaskan 19 orang, lukai ratusan lainnya

            Desa Hutapadang Menjadi Lokasi Program Qaryah Thayyibah Aisyiyah Mandailing Natal

            Muhammadiyah Tidak Sedang Kekurangan Amal Usaha. Muhammadiyah Sedang Menghadapi Krisis Kaderisasi.

            Relawan Muhammadiyah Harus Perkuat Pemahaman Kebencanaan dan Kolaborasi

            Din Syamsuddin: Generasi Muda Harus Menjadi Penggerak Utama Kemakmuran Masjid

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Muhammadiyah Tidak Sedang Kekurangan Amal Usaha. Muhammadiyah Sedang Menghadapi Krisis Kaderisasi.

              admin by admin
              09/06/2026
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              Muhammadiyah Tidak Sedang Kekurangan Amal Usaha. Muhammadiyah Sedang Menghadapi Krisis Kaderisasi.

              (Tulisan ke-59 dari Beberapa Tulisan Terkait Kaderisasi)

              WartaTerkait

              Baitul Arqom 71 Guru/Pegawai Muhammadiyah Serbelawan Akan Digelar 14-16 Juni 2026

              Gempa Filipina tewaskan 19 orang, lukai ratusan lainnya

              Desa Hutapadang Menjadi Lokasi Program Qaryah Thayyibah Aisyiyah Mandailing Natal

              Relawan Muhammadiyah Harus Perkuat Pemahaman Kebencanaan dan Kolaborasi

              Oleh : Amrizal – Wakil Ketua MPKSDI PWM Sumut / Dosen Universitas Negeri Medan

               

              Kita sering bangga ketika berbicara tentang Muhammadiyah. Kita menyebut ribuan sekolah, ratusan perguruan tinggi, rumah sakit yang terus bertambah, jaringan pelayanan sosial yang luas, serta berbagai kontribusi Muhammadiyah bagi bangsa. Dan memang kita berhak bangga.

              Selama lebih dari satu abad, Muhammadiyah telah membuktikan dirinya sebagai salah satu gerakan Islam terbesar di dunia.

              Tetapi izinkan saya mengajukan satu pertanyaan yang mungkin tidak nyaman:

              Apakah pertumbuhan amal usaha kita hari ini diikuti oleh pertumbuhan kader yang sama kuatnya?

              Ataukah sebenarnya kita sedang menikmati hasil kaderisasi masa lalu sambil perlahan kehilangan fondasi kaderisasi untuk masa depan?

              Pada masa awal Muhammadiyah, kaderisasi bukan program tambahan.

              Kaderisasi adalah napas gerakan.

              Generasi awal Muhammadiyah tidak lahir dari kemapanan organisasi. Mereka lahir dari pengajian, pembinaan, pergulatan pemikiran, dan pengorbanan.

              Mereka bukan datang untuk mencari posisi.

              Mereka datang karena panggilan perjuangan.

              Mereka membangun sekolah ketika belum ada gedung.

              Mereka mendirikan rumah sakit ketika belum ada dana.

              Mereka menghidupkan ranting ketika belum ada fasilitas.

              Mereka mewarisi cita-cita, bukan kenyamanan.

              Pada masa perkembangan Muhammadiyah, kaderisasi melahirkan banyak tokoh. Dari rahim Muhammadiyah lahir ulama, guru, dokter, akademisi, aktivis sosial, birokrat, politisi, dan pemimpin bangsa. Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Hizbul Wathan, dan Tapak Suci menjadi jalur-jalur pengkaderan yang hidup.

              Pengajian ranting ramai.

              Cabang menjadi pusat pembinaan.

              Rumah guru Muhammadiyah menjadi tempat diskusi.

              Masjid menjadi pusat kaderisasi.

              Organisasi bergerak karena kader.

              Dan kader lahir karena pembinaan.

              Tetapi hari ini kita perlu jujur.

              Ada gejala yang tidak boleh terus-menerus kita sembunyikan di balik kebanggaan statistik amal usaha. Kita sedang menghadapi persoalan kaderisasi yang serius.

              Tidak di semua tempat. Tetapi cukup banyak untuk membuat kita khawatir.

              Hari ini tidak sedikit ranting yang kesulitan mencari pimpinan baru.

              Nama-nama yang muncul dalam musyawarah sering kali nama yang sama.

              Periode berganti.

              Orangnya tetap.

              Jabatan berpindah.

              Pelakunya tetap.

              Beban organisasi berputar pada lingkaran kecil yang semakin menua. Sementara kader muda yang siap menggantikan belum cukup tersedia. Di banyak tempat, regenerasi terjadi bukan karena kaderisasi berhasil. Tetapi karena kader senior sudah terlalu lelah untuk melanjutkan.

              Kita juga harus jujur melihat kenyataan di cabang dan ranting. Banyak ranting hidup karena satu atau dua keluarga. Banyak cabang bergerak karena beberapa orang yang terus memikul beban organisasi. Ketika mereka sakit, pindah, atau wafat, aktivitas organisasi ikut melemah. Ini bukan tanda organisasi yang kuat. Ini tanda kaderisasi yang belum berjalan sebagaimana mestinya.

              Lebih jauh lagi, kita menghadapi tantangan baru. Angkatan muda Muhammadiyah tumbuh di era yang berbeda. Mereka hidup dalam dunia yang serba cepat, serba instan, dan serba terukur.

              Mereka bertanya:

              “Apa manfaatnya bagi saya?”

              “Apa yang saya dapatkan?”

              “Apa keuntungan yang bisa diperoleh?”

              Pertanyaan-pertanyaan yang dahulu berada di pinggir kini sering berada di pusat. Bukan berarti generasi muda lebih buruk. Mereka hanya lahir dalam zaman yang berbeda. Tetapi organisasi harus jujur mengakui bahwa pragmatisme semakin kuat. Tidak sedikit yang aktif ketika ada sertifikat.

              Aktif ketika ada jaringan.

              Aktif ketika ada peluang karier.

              Aktif ketika ada panggung.

              Tetapi menghilang ketika yang dibutuhkan adalah kerja sunyi. Padahal Muhammadiyah dibangun justru oleh orang-orang yang bekerja jauh sebelum ada penghargaan.

              Kita juga perlu membicarakan sesuatu yang lebih sensitif.

              Lemahnya internalisasi ideologi Persyarikatan.

              Hari ini tidak sedikit warga Muhammadiyah yang mengenal sekolah Muhammadiyah tetapi tidak mengenal paham agama Muhammadiyah. Mengenal rumah sakit Muhammadiyah tetapi tidak memahami cita-cita Muhammadiyah. Mengenal kampus Muhammadiyah tetapi tidak memahami Kepribadian Muhammadiyah. Bahkan di sebagian Amal Usaha Muhammadiyah, jumlah orang yang bekerja atas nama Muhammadiyah jauh lebih banyak daripada orang yang memahami Muhammadiyah.

              AUM berkembang.

              Tetapi ideologi tidak selalu tumbuh seiring perkembangannya.

              Gedung bertambah.

              Tetapi pengajian ideologis tidak selalu bertambah.

              Jumlah pegawai meningkat.

              Tetapi jumlah kader tidak selalu meningkat.

              Ini adalah persoalan yang harus diakui dengan jujur.

              Di akar rumput, tantangan itu bahkan lebih terasa. Pengajian rutin semakin sulit menarik generasi muda. Kajian ideologi sering kalah oleh hiburan digital. Budaya membaca melemah. Tradisi diskusi berkurang. Kader yang mengenal sejarah Muhammadiyah secara mendalam semakin sedikit. Padahal gerakan yang kehilangan ingatan sejarah biasanya akan kehilangan arah masa depan.

              Sementara itu, kita sering terpesona oleh keberhasilan yang tampak.

              Kita merayakan pembangunan gedung.

              Kita merayakan akreditasi.

              Kita merayakan capaian angka.

              Semua itu penting.

              Tetapi jarang sekali kita bertanya: Berapa kader ideologis yang lahir tahun ini? Berapa pimpinan ranting muda yang berhasil dibina? Berapa guru AUM yang memahami manhaj Muhammadiyah secara baik? Berapa mahasiswa yang berubah menjadi kader persyarikatan setelah lulus? Pertanyaan-pertanyaan ini jauh lebih menentukan masa depan daripada sekadar jumlah bangunan yang berhasil didirikan.

              Karena sesungguhnya ancaman terbesar Muhammadiyah di masa depan bukanlah kompetisi dengan organisasi lain. Bukan pula perubahan teknologi. Bukan bahkan keterbatasan dana.

              Ancaman terbesar adalah jika Muhammadiyah menjadi besar secara institusi tetapi mengecil secara ideologi. Menjadi kaya secara aset tetapi miskin kader. Menjadi kuat secara administrasi tetapi lemah dalam regenerasi. Menjadi terkenal di ruang publik tetapi kehilangan ruh gerakan di akar rumput.

              Maka autokritik ini tidak boleh berhenti pada keluhan.

              Kita harus kembali menjadikan kaderisasi sebagai prioritas utama Persyarikatan.

              Bukan proyek sampingan.

              Bukan agenda seremonial.

              Bukan sekadar pelatihan sesekali.

              Tetapi pusat dari seluruh gerak Muhammadiyah. Karena sejarah menunjukkan bahwa Muhammadiyah tidak dibesarkan oleh gedung. Muhammadiyah dibesarkan oleh manusia. Dan masa depan Muhammadiyah tidak akan ditentukan oleh berapa banyak aset yang berhasil kita wariskan.

              Masa depan Muhammadiyah akan ditentukan oleh apakah kita berhasil mewariskan ideologi, nilai, militansi, dan semangat berjuang kepada generasi berikutnya.

              Sebab ketika sebuah organisasi kehilangan kader, ia masih bisa bertahan beberapa tahun dengan aset yang dimilikinya.

              Tetapi ketika sebuah organisasi kehilangan ruh kaderisasinya, sesungguhnya ia sedang menabung krisis yang baru akan terlihat satu atau dua dekade kemudian.

              Dan mungkin, jika kita tidak mulai jujur hari ini, krisis itu sedang tumbuh diam-diam di tengah kita.

              Wallahu a’lam bish shawab

               

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Relawan Muhammadiyah Harus Perkuat Pemahaman Kebencanaan dan Kolaborasi

              Next Post

              Desa Hutapadang Menjadi Lokasi Program Qaryah Thayyibah Aisyiyah Mandailing Natal

              admin

              admin

              InfoLain

              BeritaMu

              Baitul Arqom 71 Guru/Pegawai Muhammadiyah Serbelawan Akan Digelar 14-16 Juni 2026

              09/06/2026
              BeritaMu

              Gempa Filipina tewaskan 19 orang, lukai ratusan lainnya

              09/06/2026
              BeritaMu

              Desa Hutapadang Menjadi Lokasi Program Qaryah Thayyibah Aisyiyah Mandailing Natal

              09/06/2026
              Next Post

              Desa Hutapadang Menjadi Lokasi Program Qaryah Thayyibah Aisyiyah Mandailing Natal

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Baitul Arqom 71 Guru/Pegawai Muhammadiyah Serbelawan Akan Digelar 14-16 Juni 2026

                09/06/2026

                Gempa Filipina tewaskan 19 orang, lukai ratusan lainnya

                09/06/2026

                Desa Hutapadang Menjadi Lokasi Program Qaryah Thayyibah Aisyiyah Mandailing Natal

                09/06/2026

                Muhammadiyah Tidak Sedang Kekurangan Amal Usaha. Muhammadiyah Sedang Menghadapi Krisis Kaderisasi.

                09/06/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,368)
                • Hukum Islam (1,416)
                • Kabar PTMA (3,786)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Baitul Arqom 71 Guru/Pegawai Muhammadiyah Serbelawan Akan Digelar 14-16 Juni 2026

                09/06/2026

                Gempa Filipina tewaskan 19 orang, lukai ratusan lainnya

                09/06/2026

                Desa Hutapadang Menjadi Lokasi Program Qaryah Thayyibah Aisyiyah Mandailing Natal

                09/06/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In