PWMJATENG.COM, SEMARANG —Takmir Masjid At-Taqwa Wates, Semarang, kini menginspirasi masyarakat nasional setelah sukses menerapkan konsep Green Kurban. Mereka mengganti kantong plastik dengan besek dan daun jati, sebuah terobosan praktis yang menjamin kualitas daging tetap higienis sekaligus bebas dari limbah berbahaya.
Mengapa Green Kurban Penting bagi Kesehatan?
Takmir Masjid At-Taqwa Wates Semarang kini memelopori gerakan cara menerapkan Green Kurban yang aman. Panitia sepenuhnya meninggalkan kantong plastik hitam yang sering mengandung zat berbahaya bagi kesehatan manusia. Mereka memilih wadah besek anyaman bambu sebagai alternatif yang lebih higienis dan alami.
“Plastik mengandung banyak zat yang berbahaya bagi kesehatan manusia, sehingga kami sangat menghindari penggunaannya,” ujar Prof. Ahwan Fanani M.Ag, Ketua Takmir Masjid At-Taqwa Wates.
Penggunaan alas daun jati di dalam besek memberikan keunggulan alami bagi daging kurban. Daun jati memiliki fungsi biologis yang menyerap cairan berlebih dan mempertahankan kesegaran daging dengan sangat baik. Alam menyediakan bahan organik ini secara melimpah di sekitar kawasan masjid, sehingga warga setempat mendapatkan manfaat ekologis langsung.
Sistem Manajemen Lingkungan dan Inklusivitas
Selain wadah, pihak panitia memperketat tata cara penyembelihan kurban higienis agar limbah tidak mencemari lingkungan. Mereka menyiapkan lahan khusus untuk mengalirkan darah dan kotoran hewan agar terurai secara alami ke tanah. Panitia memastikan tidak ada sisa limbah yang mengalir ke selokan atau saluran air warga.
“Kami memanajemen pengelolaan limbah dengan memanfaatkan lahan khusus agar kotoran terurai menjadi tanah dan tidak menyebar ke saluran air,” tutur Prof. Ahwan menjelaskan sistem tersebut.
Keberhasilan inisiatif ini mendapat dukungan dari semangat kolaborasi kemanusiaan yang kuat. Pihak masjid bekerja sama dengan MCA Kota Semarang dan LDK Kota Semarang untuk memperluas jangkauan distribusi. Panitia bahkan menyalurkan sebagian paket daging kurban secara khusus kepada warga binaan di Lapas Perempuan Semarang.
“Kami sudah selesai menyembelih hewan kurban pagi tadi, dan kini proses pendistribusian sedang berlangsung,” ungkap Yusuf Isnan, koordinator panitia kurban.
Model Percontohan bagi Masyarakat
Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Suparno BM, memberikan apresiasi tinggi terhadap gerakan ini. Ia memandang model pengelolaan hewan kurban di Wates sebagai standar baru bagi masjid-masjid lainnya. Ia berharap umat Islam segera kembali ke alam untuk menekan ledakan sampah plastik pasca-Iduladha.
“Gerakan ini sangat bagus dan sudah dimulai sejak lama. Di masjid saya sendiri, yaitu Masjid Al-Iman, kami sudah menerapkan sistem serupa,” jelas Suparno saat memantau lokasi kegiatan. Inovasi hijau ini diharapkan menjadi preseden baik agar ibadah kurban ke depan memberikan dampak positif bagi kelestarian lingkungan.
Kontributor : Adib Abyan Alb
Editor: Al-Afasy
The post Cara Menerapkan Green Kurban: Solusi Masjid di Semarang Atasi Sampah Plastik dan Jaga Kualitas Daging appeared first on Muhammadiyah Jateng.




