Dzulhijjah Tiba: Raih Pahala Berlipat Ganda
Oleh: Ramdani, Lc – Mudir Pesantren Modern Muhammadiyah Kwala Madu Langkat
Rasulullah SAWbersabda:
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ
“Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah).” (HR: Albukhari)
Di antara rahmat Allah عز وجل kepada hamba-hamba-Nya adalah Dia menganugerahkan kepada mereka hari-hari yang penuh keberkahan, di mana pahala amal dilipatgandakan dan balasan yang besar diberikan; sebagai bentuk rahmat dan kemurahan-Nya. Di antaranya adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
Dalam hadis ini, Nabi ﷺ memberikan petunjuk tentang keutamaan amal saleh pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Beliau menjelaskan bahwa pahala amal saleh pada hari-hari tersebut dilipatgandakan dengan kelipatan yang tidak didapatkan pada hari-hari lainnya. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya memanfaatkan kesempatan ini dan memperbanyak ketaatan.
Di antara amal yang paling mulia pada hari-hari tersebut adalah:
1. berzikir dengan bertakbir, bertahlil, dan bertahmid.
Dalam Musnad Ahmad dan kitab lainnya disebutkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:
“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan lebih dicintai-Nya untuk beramal di dalamnya daripada sepuluh hari ini. Maka perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya.”
2. Puasa dari tanggal 1 -9 Zulhijjah
Hal ini ditegaskan dalam hadis: “dari Hunaidah ibn Khalid, dari istrinya, dari salah seorang istri Nabi saw (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Adalah Rasulullah saw melakukan puasa pada sembilan hari bulan Zulhijah, hari Asyura, tiga hari setiap bulan, dan hari Senin dan Kamis pertama setiap bulan [HR Ahmad dan Abu Dawud).
Terkhusus puasa tanggal 9 Zulhijjah (hari Arafah), Rasulullah bersabda:
“Puasa pada hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)
3. Berkurban
Dari Anas bin Malik beliau berkata:
“Nabi ﷺ berkurban dengan dua ekor kambing kibas yang putih dan bertanduk. Beliau menyembelihnya dengan tangan beliau sendiri, membaca basmalah dan bertakbir.” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)
4. Mengerjakan berbagai Amal saleh seperti shalat, sedekah, membaca alquran, berzikir, berdoa, berbuat baik kepada orang lain, meningkatkan ibadah sosial kepada sesama. Karena Setiap amal wajib yang dilakukan pada sepuluh hari ini lebih utama daripada amal wajib yang dilakukan pada hari-hari lainnya. Demikian pula amal sunnah pada hari-hari ini lebih utama dibandingkan amal sunnah di waktu selainnya.
5. Bersungguh sungguh dalam meninggalkan maksiat, karena meninggalkan maksiat pada hari-hari tersebut,pahalanya lebih besar dibandingkan meninggalkan maksiat pada hari-hari lainnya.
Semoga Allah memberikan taufiq bagi kaum muslimin dalam memanfaatkan kesempatan emas ini untuk meraih pahala dan ridha Allah ta’ala. (***)






