Merespons Situasi Global, Milad Ke-109 Aisyiyah Usung Tema Perdamaian
INFOMU.CO | Yogyakarta – Pada Selasa, 19 Mei 2026 besok, ‘Aisyiyah akan memperingati Milad ke-109 tahun. Mengangkat tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, tema ini merespons kondisi dan situasi global yang dirasa sedang tidak memberikan kenyamanan.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah mengatakan, kondisi global dan Indonesia saat ini dilanda sesuatu yang kurang nyaman, sehingga mengganggu stabilitas dan perdamaian.
“Aisyiyah merasa prihatin seraya tetap berupaya agar gerakan dakwahnya bisa membantu mewujudkan rasa damai, rasa aman bagi warga ‘Aisyiyah, bangsa Indonesia, lebih-lebih bisa mempengaruhi secara global,” tuturnya di sela-sela Konferensi Ulama Perempuan ‘Aisyiyah yang bertempat di SM Tower Yogyakarta, Senin, (18/5/2026).
Bayin menuturkan, ketidakstablian kondisi saat ini berimbas di Indonesia dan salah satunya juga berimbas kepada Aisyiyah. Menurutnya, sebagai organisasi yang memiliki banyak amal usaha, tentunya mengganggu kestabilan Amal Usaha yang dikelola ‘Aisyiyah.
“Kondisi saat ini juga mempengaruhi ekonomi. Beberapa bahan pokok meningkat, nilai rupiah semakin melemah, harga bensin juga naik. Tentunya itu sangat berdampak bagi amal usaha Aisyiyah yang saat ini juga sedang membangun,” paparnya.
Bayin menguraikan, tema Milad kali sebagai upaya ‘Aisyiyah mengantisipasi kondisi tersebut. Beberapa hal yang dilakukan adalah mengkampanyekan prinsip hemat yang dimulai dari keluarga, masyarakat, dan negara.
“Aisyiyah sangat berhati-hati dengan kondisi ini dan terus-menerus mengingatkan bahwa perdamaian itu sangat penting. Maka kami ingin mengangkat dakwah kemanusiaan dan salah satunya adalah untuk mewujudkan perdamaian,” jelasnya.
Tiga Dimensi Perdamaian
Dia memaparkan, bahwa perdamaian yang Aisyiyah angkat itu pertama adalah dimensi ketauhidan (ilahiyah), kedua dimensi kemanusiaan (insaniyah) dan ketiga dimensi kauniyah (alam).
“Kita harus percaya bahwa Allah adalah tempat pertama kita mencari perdamaian. Kemudian perdamaian itu bisa diwujudkan melalui dimensi kemanusiaan atau insani. Dalam hal ini perdamaian akan bisa diraih ketika di dalam keluarga itu damai dulu,” ulasnya.
Dia mengatakan, kalau keluarga damai, insya Allah akan menulari masyarakat. Kalau masyarakat damai, tentunya akan membuat negara ini juga menjadi damai, dan nanti secara global akan terpengaruh.
“Kata Islam itu kan artinya damai, yakni memberikan rahmat bagi semesta alam. Maka ini yang harus kita pegang dan ingin Aisyiyah wujudkan. Karena dakwah kemanusiaan ‘Aisyiyah itu dari awal sudah menekankan untuk mewujudkan perdamaian dan keadilan. Dakwahnya sudah menekankan pada aspek kemanusiaan dalam skala yang luas. Bahwa dakwah kita tidak hanya bil lisan dan bil hikmah, tetapi juga bil hal melalui amal usaha,” ulasnya.
Penguatan Lebih dari 109 Posbakum
Bayin juga menambahkan, bahwa pada Milad Ke-109 ‘Aisyiyah ini akan dilaunching Pos Bantuan Hukum (Posbakum), yang sebenarnya saat proposal dibuat ada 109 seperti halnya usia Milad. Tetapi kemudian dalam perkembangannya sekarang sudah ada 116.
“Sehingga besok kita akan kuatkan kembali 116 Posbakum ini, yang merupakan kepedulian ‘Aisyiyah untuk memberikan layanan gratis kepada masyarakat dan kepada para perempuan yang mempunyai masalah hukum” jelasnya.
Menurut Bayin, Posbakum ini sebagai jawaban, bahwa perdamaian yang kita harapkan itu salah satunya bisa terwujud atau tercapai kalau ada keadilan.
“Jadi kalau keadilan ini hadir di Indonesia, pasti kedamaian juga akan datang. Nah keadilan itu salah satunya terkait dengan masalah-masalah hukum. ‘Aisyiyah sebagai organisasi yang memiliki kepedulian terhadap perempuan, anak, kelompok rentan, dan disabilitas, ingin memberikan rasa keadilan buat mereka,” ungkapnya.
Dia menuturkan, bahwa ‘Aisyiyah ingin memudahkan akses terhadap bantuan-bantuan hukum, maka salah satunya adalah dengan hadirnya Posbakum yang berdiri di seluruh wilayah Indonesia.“Kita berharap, keadilan itu akan merata dirasakan oleh perempuan,” ucapnya.
Bayin juga mengatakan, sebenarnya layanan ‘Aisyiyah untuk mewujudkan keadilan tidak hanya Posbakum, melainkan ada Biro Konsultasi Keluarga Sakinah ‘Aisyiyah (BIKKSA) dan Gerakan Aisyah Cinta Anak (GACA).
“Semua layanan ini adalah layanan atau konsultasi gratis yang juga sudah ada di seluruh PWA, sebagai wujud kepedulian ‘Aisiyah terhadap perempuan dan anak di Indonesia,” pungkasnya. (SA)





