PWMJATENG.COM, SUKOHARJO — Kajian Ramadhan bertema “Gen Z Mencari Jati Diri” menjadi salah satu agenda dalam kegiatan Ramadhan Spark Camp 1447 H yang digelar di MTs Muhammadiyah Pondok Pesantren Imam Syuhodo, Senin (20/1447 H).
Kegiatan tersebut diawali dengan berbagai aktivitas pembinaan spiritual bagi para siswa. Rangkaian kegiatan dimulai dari salat dhuha berjamaah, halaqah Al-Qur’an bersama pendamping, hingga kajian keislaman yang menjadi program utama selama bulan suci Ramadhan.
Kajian disampaikan oleh Burhanudin Ahmad yang mengangkat tema tentang pentingnya proses pencarian jati diri bagi generasi muda di tengah perkembangan zaman dan derasnya pengaruh teknologi digital.
Gen Z dan Proses Mencari Jati Diri
Dalam pemaparannya, Burhanudin menjelaskan bahwa mencari jati diri merupakan proses menemukan identitas manusia yang sesungguhnya, yang harus didasarkan pada pemahaman tentang hakikat manusia dalam Islam.
Ia menyampaikan beberapa hal mendasar yang perlu dipahami generasi muda.
Pertama, manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang memiliki keterbatasan dan kelemahan. Kesadaran ini penting agar manusia tidak bersikap sombong dan senantiasa bergantung kepada Allah.
Kedua, manusia memiliki unsur akal, hati, hawa nafsu, dan kemampuan memilih. Keempat unsur ini memberikan potensi bagi manusia untuk menentukan jalan hidupnya, sekaligus menuntut tanggung jawab atas setiap pilihan yang diambil.
Ketiga, manusia adalah hamba Allah yang memiliki kewajiban utama untuk beribadah dan menaati perintah-Nya. Identitas sebagai hamba Allah menjadi dasar dalam membangun kepribadian yang beriman dan berakhlak.
Keempat, kesadaran sebagai seorang Muslim harus menjadi landasan dalam bersikap dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial.
Kelima, manusia juga memiliki amanah sebagai khalifatullah di bumi, yaitu menjadi pemimpin dan pengelola yang membawa kebaikan serta manfaat bagi sesama.
Menghindari Fenomena FOMO di Era Media Sosial
Selain membahas pencarian jati diri, kajian tersebut juga menyinggung fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang banyak dialami generasi muda akibat penggunaan media sosial secara berlebihan.
Burhanudin menyampaikan beberapa langkah untuk menghindari dampak negatif tersebut.
Pertama, mengurangi bahkan meninggalkan penggunaan media sosial yang tidak memberikan manfaat. Kedua, mengatur waktu penggunaan media sosial agar tidak mengganggu kegiatan penting seperti belajar dan beribadah.
Ketiga, membangun kegiatan yang lebih positif seperti membaca Al-Qur’an, mengikuti kajian, serta melakukan aktivitas pengembangan diri lainnya.
Melalui kegiatan Ramadhan Spark Camp 1447 H, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah selama bulan Ramadhan, tetapi juga mampu menemukan dan membangun jati diri sebagai generasi Muslim yang berilmu, berakhlak, serta siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Kontributor: Al-Khusna
Editor: Al-Afasy
The post Gen Z dan Pencarian Jati Diri Jadi Sorotan Kajian Ramadhan di MTs Muhammadiyah Pontren Imam Syuhodo appeared first on Muhammadiyah Jateng.



