Pemprov Sumut bersama Kemenhub pastikan BRT Mebidang rampung 2027
INFOMU.CO | Medan – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI memastikan pembangunan proyek Bus Rapid Transit (BRT) Medan-Binjai-Deli Serdang (Mebidang) akan rampung pada 2027.
“Upaya ini guna memastikan proyek strategis nasional (PSN) tersebut rampung sesuai target, yakni pada 2027,” kata Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap usai bertemu Advisor Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub proyek Mass Transit Indonesia (Mastran) Danang Parikesit di Medan, Kamis.
Pihaknya telah membahas pembangunan fisik, kelembagaan, regulasi hingga skema pembiayaan guna mendukung operasional transportasi publik modern di kawasan Mebidang, Sumut.
Sulaiman menyampaikan, tahap awal pengelolaan PSN BRT Mebidang akan dilakukan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Dinas Perhubungan Provinsi Sumut.
“Pemprov Sumut juga memiliki BUMD, yakni PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU) berpotensi mendukung pengembangan program tersebut,” ungkapnya.
Data Kemenhub menyatakan, BRT Mebidang memiliki lintasan 21 kilometer terhubung 31 halte dengan 17 rute Medan, Binjai dan Deli Serdang yang menelan anggaran Rp1,9 triliun bersumber dari World Bank dan AFD Prancis.
“Pemprov Sumut sangat mendukung proyek BRT Mebidang. Program ini mewujudkan transportasi publik perkotaan yang modern, terintegrasi, dan ramah lingkungan,” ujar Sulaiman.
Ia juga menyatakan, BRT Mebidang ini direncanakan mulai beroperasi tahun ini dengan menggunakan armada bus listrik melalui kerja sama dengan Tiongkok.
Untuk tahap awal operasional, BRT Mebidang melayani 12 koridor terdiri atas 10 koridor di wilayah Medan, sedangkan dua koridor melayani kawasan Mebidang dikelola Pemprov Sumut bersama Kemenhub.
“Dua koridor di bawah pengelolaan Pemprov Sumut meliputi rute Binjai–Medan–Carrefour, dan Lubukpakam–Amplas–Simpang Pelangi. Kita optimistis kehadiran BRT ini mengatasi berbagai persoalan transportasi di Mebidang,” jelas Sulaiman.
Advisor Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub RI proyek Mastran Danang Parikesit menyatakan, proyek sistem transportasi massal perkotaan menghubungkan Medan, Binjai, dan Deli Serdang telah berjalan dari pembangunan fisik, seperti halte dan jalur koridor.
Walau demikian, menurutnya, masih diperlukan pembahasan lebih lanjut atas aspek kelembagaan, regulasi, dan pembiayaan.
“Operasional BRT Mebidang ini juga melibatkan sejumlah pemerintah daerah, yakni Pemerintah Kota Medan, Pemerintah Kota Binjai, dan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang,” kata Danang. (ant)



