PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melibatkan praktisi pendidikan dan pemangku kepentingan dalam penguatan kurikulum agar lulusannya lebih siap menjawab kebutuhan sekolah dan pembinaan karakter siswa.
Ketua Program Studi PPKn UMS, Wibowo Heru Prasetiyo, Ph.D., mengatakan masukan dari praktisi menjadi bagian penting dalam penyempurnaan kurikulum. Menurutnya, keterlibatan pengguna lulusan membantu prodi menyusun pembelajaran yang lebih kontekstual dan aplikatif.
“Masukan dari para praktisi menjadi bahan penting dalam proses penyempurnaan kurikulum karena keterlibatan pengguna lulusan membantu prodi menyusun struktur pembelajaran yang lebih kontekstual dan aplikatif,” ujarnya saat ditemui pada Senin (9/3).
Sebelumnya, Prodi PPKn UMS menggelar forum serap aspirasi bersama para stakeholder di Laboratorium PPG FKIP UMS. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (27/2) itu menghadirkan akademisi, guru, dan praktisi yang terlibat langsung dalam pembinaan karakter serta organisasi kesiswaan di sekolah.
Forum tersebut dihadiri Kepala Laboratorium PPKn UMS, Obby Taufik Hidayat, Ph.D., serta dosen pakar Eko Prasetyo, M.Pd., dan Umi Setyaningsih, M.Pd. Kehadiran para akademisi memperkaya pembahasan tentang profil lulusan dan struktur kurikulum.
Dari kalangan guru, masukan datang dari perwakilan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), di antaranya Ketua MGMP SMP Kabupaten Boyolali Joko Turyanto, S.Pd., M.M., serta Sekretaris MGMP SMA Kota Surakarta Lail Nur Fadlika, S.Pd.
Praktisi dari berbagai bidang juga turut terlibat, seperti perwakilan Satlantas Polres Sukoharjo, IPDA Niken Sri Mahesi, S.H., M.H., serta pelatih kepanduan Hizbul Wathan dan Pramuka se-Solo Raya. Kehadiran mereka memberi gambaran langsung mengenai kompetensi yang dibutuhkan guru di lapangan.
Bahas Struktur Mata Kuliah dan Kebutuhan Sekolah
Dalam forum tersebut, peserta membahas berbagai aspek kurikulum secara mendalam. Pembahasan meliputi struktur mata kuliah, bobot Satuan Kredit Semester (SKS), hingga kedalaman materi pembelajaran.
“Evaluasi ini dilakukan agar kurikulum mampu menjawab kebutuhan pembelajaran kewarganegaraan yang semakin kompleks,” kata Wibowo.
Ia menambahkan, salah satu ciri khas Prodi PPKn UMS ialah penguatan kompetensi mahasiswa dalam pembinaan kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi pengajar di kelas, tetapi juga pembina organisasi siswa seperti Pramuka, Hizbul Wathan, Palang Merah Remaja (PMR), dan Patroli Keamanan Sekolah (PKS).
Masukan dari praktisi lapangan dinilai penting karena memberi gambaran nyata tentang tantangan guru dalam membina organisasi kesiswaan. Hal itu kemudian menjadi dasar bagi prodi untuk menyesuaikan materi pembelajaran agar selaras dengan kebutuhan sekolah.
Arahkan Lulusan Jadi Pembina Karakter Siswa
Saat ini, Prodi PPKn UMS menindaklanjuti berbagai rekomendasi yang dihasilkan dari forum tersebut. Salah satunya melalui penyusunan Rencana Semester Pembelajaran (RSP) yang lebih aplikatif dan berbasis praktik.
Melalui langkah itu, PPKn UMS berharap dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik kuat, tetapi juga keterampilan manajerial dan kepemimpinan dalam membina karakter siswa di lingkungan sekolah.
Kontributor: Yusuf
Editor: Al-Afasy
The post PPKn UMS Libatkan Praktisi untuk Perkuat Kurikulum Berbasis Kebutuhan Lapangan appeared first on Muhammadiyah Jateng.



